Tuesday, June 12, 2018

Renungan Ramadhan


Oleh: Minah, S.Pd.I

(Lingkar Studi Muslimah dan Peradaban)


Berjumpa dengan ramadhan merupakan nikmat yang  begitu besar. Sudah seharusnya umat Muslim merasakan kenikmatan itu. Betapa banyak orang yang terhalang dari nikmatnya bulan ramadhan, baik karena ajal yang menghampiri dirinya, sakit yang melanda maupun dikarenakan mereka enggan bahkan yang tak peduli dengan bulan yang mulia ini. 


Menyedihkan jika banyak yang tidak paham akan kemuliaan ramadhan, keistimewaan yang ada didalamnya. Tidak menjadikan bulan suci ramadhan sebagai lahan untuk memanen pahala dari Allah dengan memperbanyak ibadah, sedekah maupun membaca alquran. Namun mereka hanya sibuk dengan urusan masing-masing, hanya sebatas mencari uang namun ibadah tak dilaksanakan, puasa ditinggalkan. Sibuk membicarakan keburukan orang lain dll. Miris!


Padahal bulan ramadhan merupakan kesempatan emas bagi kita untuk semakin meningkatkan ibadah kita, kesempatan untuk bermesraan dengan alquran, membiasakan diri untuk mentadabburi alquran, membaca dan memahaminya.  Ramadhan menjadi kesempatan kita untuk intropeksi diri, memperbanyak sedekah, doa dan zikir.


Karena ramadhan itu begitu banyak keutamaan, kemuliaan dan keberkahannya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rabb-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika ramadhan berlalu begitu saja.


Kita lihat sekarang, banyak hal menyedihkan di bulan mulia ini.  Bulan ramadhan ini, kita melihat saudara kita yang diluar sana, berupaya memperjuangkan tanah kaum Muslim, dengan berlinang air mata dan darah, dihujani dengan bom dan peluru-peluru yang menembus dada, kaum Muslim dibunuh oleh kaum kafir dan terlaknat. Namun, kaum Muslim disana tetap berupaya untuk mempertahankan tanah Kaum Muslim dan berjuang walaupun kematian menghampiri mereka. Karena mereka yakin hanya Allah sebaik-baik penolong. Pilihan mereka hanya 2 yakni hidup mulia atau Syahid. 


Coba kita renungkan, bagaimana puasa mereka? disaat berpuasa, mereka diserang oleh kaum kafir, akan tetapi mereka tetap menjalani ramadhan. Luarbiasa perjuangan mereka. Bagaimana dengan kita? Apa yang sudah kita lakukan disaat keadaan aman ini? masih saja ada yang terlena dengan kenikmatan dunia, berfoya-foya, ibadah masih setengah-setengah bahkan ada yang begitu jauh dari kenikmatana ramadhan. Astaghfirullah.


Saat mendengar berita yang kurang sedab didengar pada bulan ramadhan ini, beberapa intelektual dikeluarkan dari kampus, dicopot statusnya sebagai dosen hanya gara-gara mendukung dakwah Islam dengan menyerukan Negara Khilafah, yang sejatinya khilafah adalah ajaran Islam. Beberapa ulama dan ustadz yang dipersekusi dll. Ya Allah. kenapa dakwah yang sejatinya merupakan kewajiban umat Islam malah dihalang-halang? Tidak takutkah akan azab Allah? sungguh semua itu akan dipertanggungjawabkan kelak.


Oleh karena itu, yuk kita renungkan! Jangan sampai kita menodai ramadhan kita hanya karena kepentingan yang sesaat, takutlah kepada Allah. teruslah menghidupkan ramadhan kita dengan kebaikan-kebaikan, ibadah semakin ditingkatkan, perbanyak doa dan zikir, mengkaji Islam dan mendakwahkannya serta perbanyaklah amal sholeh. Berdoalah untuk kaum Muslim dimanapun berada semoga dalam kebaikan dan lindungan Allah. Semoga ramadhan tahun ini bisa lebih baik, dan semoga ramadhan selanjutnya bisa kita rasakan dalam bingkai khilafah. Aamiin.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!