Wednesday, June 20, 2018

Remaja Keren Pasca Ramadan


Oleh. Yati Azim


Lembaran bulan Ramadan di tahun ini udah berlalu, tentu kita sedih khan? Yup! Siapapun akan merasa berat berpisah dengan bulan yang berkah ini. Apalagi jika mengingat apa saja yang telah dilakukan selama sebulan kemaren, ada rasa menyesal akibat kurang maksimal mengisinya. Rasanya rugi banget khan?


Wah, rugi lagi nih jika terus manyun dengan kesedihan, gays. Gak bakalan balik juga khan? So mari menyongsong hari baru dan mengisi bulan Syawal serta bulan-bulan lainnya dengan amalan yang lebih oke lagi. Dan jangan lupa berdoa agar bisa Allah pertemukan kita kembali di bulan Ramadan tahun depan. Aamiin.


Nah, tau gak sih kalo Ramadan sebenarnya bulan yang Allah siapkan untuk berproses menuju keberhasilan di sebelas bulan lainnya. Jadi gini, 30 hari di bulan Ramadan adalah cukup untuk kita menumbuhkan habits atau kebiasaan baik dalam amal ibadah. Hasil akhirnya kita udah biasa menahan hawa nafsu. Tidak asal seruduk aja gitu, mentang-mentang Ramadan udah berlalu, eh malah bablas mau apa aja dianggap serba boleh.


Ramadan sejatinya membentuk kita menjadi manusia yang bertakwa. Takwa yang sesungguhnya itu bisa terlihat setelah Ramadan berakhir lho. Sholat tak bolong lagi malah semakin giat, begitu juga menutup aurat harus terus dilakukan, ngaji juga semakin kencang, apalagi dakwah, juga menyambung ukhuwah, dan sebagainya. Banyak lagi ciri khas takwa seorang hamba yang bisa terlihat dari suksesnya Ramadan kemaren.  Firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (TQS al-Baqarah [2]: 183)


Jadi, sukses Ramadan itu tak sekedar puasa menahan lapar dan hawa nafsu justru menjadikan kita mampu meraih ampunan Allah. Sebelumnya kita berjanji untuk bertobat dan Allah maha pengampun, maka stop jangan ulangi maksiat lagi dong. Jika Allah meridhoi aktivitas yang kita lakukan tentu Allah sangat bangga kepada kita sebagai hamba-Nya. Kitapun akan bahagia dunia akhirat. Jaminan yang Allah gambarkan dalam nash-nash al-Qur'an bagi orang yang bertakwa itu sungguh menggiurkan. Pahala dan surga siap menjadi reward atas perjuangan yang kita lakukan selama hidup di dunia. Siapa sih yang nggak kepingin. Keren khan.

 

Jadi nggak mungkin dong kita melakukan perkara yang haram dan sia-sia. Kemudian sebagai gantinya adalah melakukan perkara wajib, sunnah dan yang menghantarkan pada derajat takwa. Standar perbuatan tak lepas dari ketetapan Allah yaitu halal dan haram. Tentu, kamu bakal merasakan sensasi kebahagian yang luar biasa. Sebab fitrah manusia adalah tunduk dan taat pada Allah Sang Pencipta. Sebaliknya, jika kamu berpaling justru kerugian dunia dan akhirat siap kamu tuai. Nggak mau dong yaa? Astaghfirullah!


Sebagai remaja sukses dan cerdas tentu waktu hidup di dunia adalah wadah yang pas buat beramal sholeh, menyiapkan bekal sebanyak dan sebaik-biaknya. Jangan karena merasa masih muda malah menganggap itu sesuatu yang aneh atau tak pantas. Bukan begitu. Justru masa muda sesuatu yang amazing. Kiprah para pemuda adalah ujung kepemimpinan masa depan terbaik. 


Kamu nggak usah berkaca dengan kebanyakan anak muda masa kini dong. Kebanyakan manusia hari ini justru bangga dengan peradaban Barat yang malah menjauhkan generasi dari kemajuan. Mereka teracuni virus hedonis dan permisif yang bablas. Kebebasan yang tiada batas diciptakan oleh sistem rusak Kapitalisme yang tak memberi ruang bagi generasi taat kepada Allah. Parahnya, sistem ini selalu ngomporin kawula muda menuju kerusakan.


Lihat tuh di media cetak maupun elektronik banyak banget problem yang dilakukan anak muda. Kebahagiaan dunia menjadi tujuannya. Tak heran lagi bagaimana mereka bikin ulah. Dari pacaran hingga hamil di luar nikah yang berujung pembunuhan janin atau aborsi, mencuri, berkelahi, berbohong, tawuran, gank motor, mabok, kecanduan narkoba, memperkosa, membunuh, dan masih seabrek kenakalan yang sering kita saksikan.


Apa kamu pengen begitu? Tentu tidak dong. Kamu mah, keren euyy. Buah takwa yang diraih itu membuat semakin berdaya juang. Bukan betah dengan aktivitas yang mengantarkan pada kerusakan. Kamu sebaliknya. Melakukan perbaikan dan perubahan menuju kebangkitan. Baik skala individu, masyarakat hingga negara. Setiap kiprah adalah aset terbaik yang hari ini langka dilakoni anak muda. Nah, kamu bangga. Tentu!


 Allah berfirman: "Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk." (TQS. al-Baqarah [2]: 206)

***


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!