Friday, June 1, 2018

Ramadhan, Kala Syetan Dibelenggu


Oleh : Lilik Yani


Pendorong kemaksiatan melemah di bulan Ramadhan. Sebab faktor-faktor pendukungnya tidak ada. Pintu neraka ditutup. Syetan dibelenggu. Apalagi pintu surga yang dibuka lebar-lebar. Sehingga mayoritas kaum muslimin sibuk dengan agenda ibadah untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah swt.


"Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syetan dibelenggu." ( HR Bukhary dan Muslim)


"Jika masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu jahanam ditutup dan syetan-syetan pun diikat dengan rantai." (HR Bukhary dan Muslim)


Bulan Ramadhan adalah karunia terindah dari Allah buat kaum muslimin yang harus disyukuri dengan menjalankan ibadah baik ibadah ritual antara diri kita sendiri dengan Allah, seperti sholat baik wajib maupun sunah, puasa Ramadhan, zakat, tilawah al Qur'an,dll. 


Maupun ibadah sosial karena ada interaksi dengan orang lain, seperti jual beli harus mengikuti aturan yang benar, mengajarkan ilmu baik ilmu agama maupun dunia kepada anak didik, mengajar mengaji/membaca al Qur'an, merawat orang sakit, menyampaikan kebenaran dengan amar ma'ruf nahi munkar, dll muamalah yang harus kita perhatikan adab-adabnya sesuai Islam. 


Semua aktivitas yang kita niatkan ibadah karena Allah dan menggunakan cara atau aturan sesuai apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, maka akan dinilai

sebagai ibadah dengan pahala berlipat di bulan Ramadhan.


Sungguh menyenangkan jika suasana peribadatan seperti ini, situasi dan kondisi mendukung untuk taat kepada Allah.

Tapi apakah benar seperti itu, semua umat menjadi sholeh dan tidak ada maksiat di bulan Ramadhan?


Kenyataan di masyarakat masih ada saja orang yang mempunyai niat buruk, ada kecenderungan berbuat maksiat, beramal melanggar aturan Allah. Mengapa bisa terjadi, padahal sang penggoda dan pengganggu utama yaitu syetan sudah dibelenggu, diikat dengan rantai besi.


Sementara ini kita selalu menyalahkan dan mengkambing hitamkan syetan. Karena memang betul kenyataanya, syetan adalah musuh besar yang selalu menggoda umat islam, untuk dijadikan teman di neraka. Maka dari itu jangan mau digoda syetan. Berlindunglah kepada Allah, karena hanya Allah yang bisa melindungi kita dari godaan syetan.


Tapi ternyata ada faktor lain yang harus kita perhatikan dari dalam diri setiap umat muslim. Ada potensi fujur yang ada dalam jiwa manusia. 


"Dan demi jiwa serta penyempurnaannya(penciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan/potensi kefasikan dan ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu (dengan memenangkan potensi ketaqwaan dalam jiwanya). Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (dengan memenangkan potensi kefasikan dalam jiwanya). QS Asy-Syams : 7-10)


Jadi saat Ramadhan, kita bisa bercermin untuk melihat hakekat jiwa kita apa adanya. Tanpa campur tangan syetan penggoda yang sedang dirantai/dibelenggu selama bulan Ramadhan.


Jika ternyata ketika Ramadhan seseorang masih mempunyai niat buruk dan ada kecenderungan untuk berbuat buruk, maka dia harus sadar diri bahwa keburukan itu berasal dari potensi fujur yang ada dalam jiwanya. Kemudian segera beristighfar mohon ampun kepada Allah dan berupaya memperbaiki diri di bulan maghfirah ini.


Faktor lain yang mendorong orang berbuat maksiat pada bulan Ramadhan adalah  adanya hawa nafsu amarah dalam jiwanya.


"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( TQS Yusuf :53).


Ada hawa nafsu dalam jiwa manusia, yang selalu mengajak kepada perbuatan maksiat yang melanggar aturan Allah. Maka dari itu kita diperintah untuk menjalankan puasa. Karena dengan puasa, nafsu bisa dikendalikan. 


Ketika sedang berpuasa tidak boleh makan, minum, berhubungan badan di siang hari. Kita harus mengendalikan nafsu untuk mengikuti aturan itu, jika kita melanggar maka puasa kita akan batal dan harus mengganti pada bulan lain. 


Selain itu juga harus mengendalikan nafsu untuk tidak marah, berbohong, bergunjing, ghibah, mengambil yang bukan miliknya, dll yang dilarang Allah baik saat puasa maupun di luar puasa. 


Saudaraku, ternyata saat bulan Ramadhan, walaupun syetan sudah dibelenggu tetapi kejahatan atau maksiat masih bisa terjadi jika potensi kejahatan(fujur) dan nafsu amarah yang ada dalam jiwa manusia tidak dikendalikan.


Semoga dengan kita menjalankan puasa satu bulan di bulan Ramadhan ini bisa menjadi latihan mengendalikan diri agar pada saat di luar Ramadhan kita sudah terlatih untuk tetap berada dalam aturan Allah.


Sungguh hal itu tidaklah mudah, perlu melibatkan Allah. Apalagi di luar Ramadhan, syetan sudah dilepas belenggunya. Mari kita mohon pertolongan Allah, agar selalu dilindungi dari godaan syetan dan bisa mengendalikan fujur dan hawa nafsu. Agar kita bisa lulus dari pelatihan di bulan Ramadhan ini, sehingga bisa diaplikasikan di sebelas bulan lainnya. Semoga kita berhasil meraih gelar hamba yang bertaqwa. Aamiin.




#RamadhanBulanMaghfirah


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!