Friday, June 8, 2018

Puasa dan Kesholehan Sosial


Oleh : Fitria A.

(Pemerhati Sosial)

Ibadah identik dengan urusan pribadi antara manusia, seorang hamba dengan Tuhannya. Namun ternyata banyak kita jumpai perintah ibadah yang sifat pelaksanaanya pribadi disandingkan dengan ibadah yang menyangkut orang lain. Misalnya Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah 2: Ayat 3


الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ 

"(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,"

Dalam ayat ini puasa disandingkan dengan perintah shodaqoh yang melibatkan orang lain. Atau di Surat yang sama ayat 43, 8, 177 dan 277 yang menyandingkan perintah sholat dengan perintah zakat yang juga pelaksanaannya berhubungan dengan orang lain.

Di Bulan Ramadhan, serangkaian ibadah diperintahkan di bulan yang sama. Ada kewajiban puasa, sholat sunah tharawih, zakat dan sholat Idul Fitri. Dari kewajiban-kewajiban tersebut bisa kita lihat bahwa Allah tidak menghendaki kita sholeh hanya untuk diri kita sendiri saja dan tidak berdampak apapun pada orang lain atau lingkungan sekitar. 

Misal dalam pelaksanaan puasa, yang notabene kita puasa atau misal dalam pelaksanaan ibadah puasa, yang tahu kita puasa atau tidak hanyalah kita sendiri dengan Allah SWT. Namun puasa tersebut mengandung spirit agar manusia merasakan kondisi saudara lain seiman ataupun tidak seiman ketika merasa kelaparan. Sehingga diharapkan jiwa sosialnya akan lebih mudah tergugah ketika seorang muslim menjalankan ibadah puasa. Terlebih lagi dengan perintah berzakat. Bagaimana Allah membuat sebuah mekanisme pengaturan pengentasan kemiskinan yang luar biasa. Tanpa harus memberatkan Sang pembayar zakat. Bayangkan hanya dengan 2,5 kg atau ada yang berpendapat 2,6 kg atau 2,7 kg selama setahun per orang. Namun apabila dikelola dengan baik akan mampu mengentaskan kemiskinan. Secara sunatulloh memang jumlah fakir miskin lebih sedikit daripada yang mampu.

Betapa sempurnanya Allah Sang mudabbir memberikan aturan bagi manusia. Namun mengapa saat ini zakat tidak mampu mengentaskan kemiskinan? Apakah banyak yang tidak membayarkan kewajiban zakatnya?

Meskipun belum pernah ada penelitian untuk mengukur berapa persen dari penduduk muslim Indonesia ini yang secara sukarela membayarkan zakat. Namun, fakta berbicara bahwa setiap siswa mayoritas diwajibkan membayar zakat di sekolahnya. Jika boleh berandai-andai, andaikan dari 260 juta penduduk Indonesia 85% muslim, berarti ada 221 juta yang wajib membayar zakat. Dan yang tidak wajib zakat hanyalah kecil angkanya. Karena yang tidak wajib. zakat hanyalah orang yang tidak punya makanan untuk dimakan keesokan harinya. Menurut data dari www.bps.go.id, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 10,64 persen atau 27,77 juta penduduk (data September 2017). Taruhlah mereka terkategori tidak wajib zakat, maka yang masih wajib membayar zakat adalah sejumlah 221 juta dikurangi 27,77 juta, yakni 193,3 juta. Jika dikalikan 2,5 kg beras saja maka akan terkumpul 483.250.000 kg beras. Jika dibagikan kepada 27,77 penduduk miskin tadi, maka masing-masing akan mendapatkan 17,5 kg beras belum ditambah dari kewajiban zakat mal yang nilainya juga jauh lebih besar dari zakat fitrah.

Maka tidak heran jika kemudian di masa Khalifah Harun Ar Rasyid, setelah beliau memerintah selama 3 tahun, tidak dijumpai dari warganya aeorang pun yang layak menerima zakat atau tergong dalam mustahiq zakat. Subhanalloh. Waktu secepat itu mampu memperbaiki ekonomi masyarakatnya yang tentunya tidak hanya dari pengelolaan zakat yang benar dan syar'iy namun dengan seluruh tata aturan yang sesuai dengan Islam.

Meskipun zakat mampu mengentaskan kemiskinan, namun tata aturannya sudah ada dalam Islam. Utk zakat fitrah sudah ada ketentuan berupa makanan pokok dan jumlahnya juga sudah tertentu. Demikian juga untuk zakat mal ada nishob dan ada haul yang dibayarkan setahun sekali ketika sudah mencapai nishob dan haul. Tidak bisa dipotongkan dari gaki bulanan. 

Demikianlah betapa perintah Allah tentang ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah seringkali disandingkan dengan perintah agar manusia ingat dengan saudara yang lain. Betapa harusnya Ramadhan menghadirkan kesholehan sosial secara komunal. indahnya Islam.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!