Tuesday, June 26, 2018

Preferensi Politik Remaja Muslim


Oleh : Arinta Kumala Verdiana (Member Komunitas Revowriter Surabaya)


Wow berat ya judulnya sobat Muslim ?. Jangan dibikin berat biar nggak berat okay. Dibikin asyik aja ya !. Ini  topik hangat nih. Berkaitan dengan agenda akbar besok pagi. Pasti semua sudah tahu ada apa besok kan ?!. Yaps, betul besok adalah Pilkada (Pilihan Kepala Daerah) serentak di 171 daerah. Sobat muslim yang sudah 17 tahun ke atas sudah punya pilihan belum ?. Eits, sebelum berangkat milih besok, kita obrolin dulu yuk tentang preferensi politik remaja muslim.

Ngobrolin tentang preferensi (pilihan) politik, bukan hanya kita ngobrolin tentang pemimpin pilihan kita ya. Tetapi sekaligus politik yang dijalankan oleh seorang pemimpin. Karena sebagai seorang pemimpin tentunya dia akan mengurusi urusan rakyatnya kan ?!. Maka seorang pemimpin tentu akan melakukan aktivitas politik dalam kepemimpinannya. 

Nah, kita perlu pahami dulu sebenarnya apa sih makna politik itu. Makna politik adalah pengaturan urusan umat (ri’ayah su’un al ummah) dengan aturan Islam, baik di dalam maupun luar negeri. Aktivitas politik dilaksanakan oleh rakyat dan pemerintah (negara). Negara yang mengatur urusan rakyat secara praktis. Dan rakyat memberikan koreksi kepada pemerintah dalam melaksanakan tugasnya. Berarti memilih pemimpin itu tidak lepas dari sesuatu yang perlu kita pahami yaitu dengan politik yang seperti apa nanti dia memimpin.

Sebagai remaja muslim tentunya kita harus punya preferensi  politik yang sesuai dengan aqidah kita ya sobat. Aqidah kita menuntut kita agar kita takwa secara total terhadap seluruh aturan Allah. Thaiq bin Habib berkata, “ Takwa artinya Anda melaksanakan keta’atan kepada Allah berdasarkan cahaya (ilmu dan iman) dari-Nya karena mengharap pahala-Nya serta Anda meninggalkan segala bentuk kemaksiatan kepada-Nya berdasarkan cahaya-Nya karena takut terhadap siksa-Nya”. Atau sederhananya kita mena’ati seluruh aturan Allah dalam setiap aspek kehidupan. Tidak hanya aturan berkaitan dengan ibadah mahdhoh dan aturan individu saja. Tetapi juga aturan-aturan kehidupan seperti pendidikan, pergaulan, politik, pemerintahan dan lain-lain.

Kalau aturan berkaitan dengan ibadah mahdhoh seperti (sholat, puasa, zakat, haji) dan individu (makanan, minuman, pakaian, akhlak) kita bisa melaksanakan secara individu. Tapi untuk aturan kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, politik dan lain sebagainya tidak mungkin kita melaksanakan sendiri kan?. Negaralah yang akan melaksanakan dan secara praktis akan dipegang oleh seorang pemimpin. Maka tidak bisa tidak, preferensi politik remaja muslim tidak hanya berkaitan dengan siapa pemimpin yang kita. Tetapi termasuk berkaitan dengan sistem politik yang akan dia gunakan untuk memimpin negeri ini. Satu paket nih sobat.

Sebagai remaja muslim kita harus cerdas menentukan preferensi politik kita ya !. Karena ini berhubungan dengan kelangsungan ketakwaan kita kepada Sang Rabb tercinta Allah SWT. Hanya kepada pemimpin muslim yang menerapkan hukum-hukum Allah secara kaffahlah seharusnya kita melabuhkan ‘jangkar’ pilihan kita. Dan pastinkan sistem politik yang dia pakai adalah sistem politik Islam ya sobat. Nah, dengan pemimpin yang menerapkan aturan Islam inilah kita bisa menancapkan ‘pohon’ harapan kita agar kita bisa membuktikan ketakwaan kita secara total dalam seluruh apek kehidupan. Bagaimana sobat muslim, sudah tergambar preferensi politikmu ?. Be smart ya !.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!