Monday, June 25, 2018

Pilihan, Hijrah, Istiqamah Hingga Ajal


Oleh : Sunarti

Teriring doa untuk Ustad.  Harry Moekti


اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِه وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّار

الفاتحة ......

آمين آمين آمين يارب العالمين


(Semoga pilihan hijrahmu yang istiqamah hingga Allah memanggilmu, menjadi pemberat timbangan amal shalih, Ustad. Aamiin)

====================


Ajal adalah kehendak Allah Sang Maha Pemilik  Kehidupan, Manusia dan Alam Semesta. Kapan akan menjemput kehidupan seorang hamba tiadalah yang bisa menebaknya. Pun juga tidak ada yang bisa meminta apalagi menolaknya. Ajal adalah kepastian yang akan datang kepada siapa saja yang bernyawa.


Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al Ankabut : 57).


Selalu mengingat akan pemutus segala kelezatan, yaitu kematian. “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan kesempitan hidup, melainkan dia akan melapangkannya, dan tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan lapang, melainkan dia akan menyempitkannya.” HR. Ibnu HIbban dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’).


Dalam perjalanan hidupnya, manusia memiliki kuasa untuk menentukan jalan hidupnya (manusia memiliki wilayah yang dia dikuasai). Mau taat kepada Allah secara totalitas, taat kepada Allah pada sebagaian hukum saja atau bahkan bermaksiat kepada Allah. Manusia bisa menentukan semuanya, karena itu adalah pilihannya.


Sebagaimana seseorang memilih menjadi artis yang memiliki banyak penggemar. Namun perilakunya memberikan efek buruk pada masyarakat luas. Cenderung menebar gaya hidup yang merusak pemikiran umat. Gaya hidup hedonis, pergaulan bebas, mengumbar aurat, tabaruj dan sederet pelanggaran hukum syariat yang dilanggarnya. Sementara dia adalah seseorang yang diidolakan penggemarnya. Seseorang yang dikatakan sebagai public figur akan diikuti segala tingkah lakunya. Satu posisi yang sebenarnya bisa dihindari. Namun berlimpahnya harta membuat kenikmatannya melalaikan aturan Sang Pencipta.


Tatkala manusia memilih dengan kehidupan yang sederhana bahkan dalam kemiskinan, namun dia melakukan demi ketaatan kepada Tuhannya, itulah kebahagiaan yang diidamkannya. Karena Ridhlo Allah lebih dipilihnya dibanding dengan kemewahan harta dan ketenaran nama. Dalam pilihannya, menyampaikan Islam apa adanya di tengah umat dipandang lebih terhormat dibanding mendatangi konser yang bermuara pada maksiat.


Seseorang berkeyakinan, di akhir hayatnya untuk terus memegang ajaran Allah secara sempurna, membuatnya tidak lagi enggan untuk meninggalkan ketenaran dan kemewahannya. Hijrah di jalan dakwah, itu pilihannya. Karena satu keyakinan, menjadikannya terus berusaha memperbaiki diri dalam ketaatan. Berusaha istiqamah menyampaikan ajaran Allah hingga ajal menjemputnya. Dia tidak mau ketika ajal menjemputnya, dia berada dalam kondisi bermaksiat kepada Allah.


Karena keyakinannya ini, manusia menentukan pilihan untuk menjaga setiap aktifitasnya agar sekalu berada dalam ketaatan. Karena manusia akan dipertemukan ajalnya dalam kehidupan yang biasa dia jalani. Entah dia dalam keadaan taat atau maksiat. Nabi shallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya" (HR Muslim).


Setelah kematian, ada pertanggung jawaban kepada Allah SWT. Apa yang telah dipilihnya di dunia. Jalan kehidupan yang seperti apa yang dia lalui selama di dunia, semua akan dia pertanggung jawabkan. Kehidupan penuh ketaatan, yaitu dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Ataukah jalan perlawanan terhadap hukum-hukumNya. Menentang segala aturanNya dan menafikkan segala ajaranNya. Semua pilihan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. 


"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS Ali Imran : 185)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!