Thursday, June 7, 2018

Pernak Pernik Hanya Pemanis Ramadan


Oleh : Trisnawati (Perawat dan Member Revowriter Aceh)


Memasuki pertengahan ramadan bagi mereka yang cerdas memanfaatkan bulan ramadan maka akan terbisa dalam melakukan ibadah-ibadah yang bisa jadi di bulan biasa terasa berat. Misalnya seperti amalan qimul lail, sholat tahajjud karena terbiasa bangun untuk sahur, tadarussan dan memperbanyak ibadah sunnah lainnya yang dapat menambah pundi-pundi amal kelak. Begitu juga perbuatan yang lain yang biasa dilakukan di bulan yang selain ramadan namun karena bulan ramadan ia pun tak berani melakukannya seperti menghibah takut berdosa karena lagi shaum, tak berani membuka aurat, takut pahala berkurang jika berbohong, menipu, berdusta dan aktivitas yang lainnya. Maka dipertengahan ramadan tentu telah menjadikannya sebagai seorang muslim yang taat. 

Namun tak jarang ramadan berlalu begitu saja tanpa makna dan bekas. Bahkan setiap tahunnya bersama ramadan hanya berlalu seperti hari-hari atau bulan-bulan biasanya. Karena ramadan hanya diisi dengan pernak pernik pemanis belaka. Ada beberapa aktivitas yang sering menjadi pemanis di bulan ramadan, diantaranya:

1. Bukber alias buka puasa bersama

Sejak awal dan berakhirnya ramadan maka kita tidak akan mendapati jumlah pengunjung yang kurang dari setiap rumah makan yang ada. Bahkan kebalikan semangat untuk sholat berjamaah di mesjid mulai berkurang. Hampir setiap komunitas mengadakan acara bukber. Namun tak jarang buka puasa menjadi sarana campur baur atau ikhtilat bahkan lebih mengutamakan buber dari pada sholat magrib. Hingga waktu magrib pun berlalu. Buka puasa bersama memang sesuatu yang hanya ada di bulan ramadan. Maka inilah yang Menjadikan ramadan hanya sebagai pemanis semata bukan sebagai bulan yang istimewa untuk memperbanyak ibadah.

2. Ngabuburit

Istilah ngabuburit kembali muncul ketika ramadan tiba. Ngabuburit pun menjadi aktivitas yang dianggap menjadi tradisi di bulan ramadan yaitu menunggu waktunya berbuka. Banyak hal yang dapat dilakukan sambil menunggu berbuka. Seperti jalan-jalan. Mungkin sebagian orang menganggap ngabuburit memberi efek positif terutama bagi keluarga. Yang mungkin dibulan-bulan biasa sekeluarga jarang berkumpul dan jalan-jalan bersama walau sekedar mencari bukaan. Maka di bulan ramadan dapat semakin mempererat silahturrahmi antar anggota keluarga. Namun ada juga yang menjadikan tradisi ngabuburit menjadi aktivitas negatif yang dianggap lumrah yaitu ngabuburitnya pasangan muda mudi yang menjadikan moment jalan bersama dan boncengan bersama sambil menunggu berbuka menjadi hal yang biasa. Maka wajar ngabuburit pun menjadi pemanis di bulan ramadan bukan sebagai aktivitas yang menghidupkan ramadan dengan aktivitas yang menghadirkan pahala bahkan mendatangkan murkaNya.

3. Permainan yang melalaikan puasa

Tak hanya anak-anak bahkan orang dewasa pun punya cara tersendiri untuk melalikan puasa. Salah satunya bermain game. Di era yang serba canggih dengan hanya bermodal handphone dan paket data maka seseorang sudah bisa mendownload aplikasi permainan apa saja yang ada di playstore. Beragam permainan pun disuguhkan. Tak jarang terkadang orang tua pun membiarkan anaknya bermain game hingga berjam-jam hanya agar anaknya bisa bertahan puasanya atau alasan lainnya. Tak terkecuali orang dewasa. Permainan ini pun hanya laris di bulan ramadan karena niatnya hanya untuk melalaikan puasa. Padahal begitu banyak aktivitas yang dilakukan agar ramadan tak sekedar menahan dahaga dan lapar saja. Bisa dengan menginstal aplikasi al-quran sehingga memudahkan bagi kita untuk membukanya dimana saja dan kapan saja. Atau mendengarkan kajian-kajian para uztad dan uztazah yang bisa kifa dengarkan dimana saja.

Maka jangan biarkan ramadan yang hanya tersisa beberapa hari lagi berjalan dengan pernak pernik pemanis ramadan saja namun bukan sebagai aktivitas yang menghidupkan ramadan apa lagi sampai membekas setelah bergantinya bulan. Semoga kita menjadi orang-orang yang bertaqwa ketika kelak ramadan meninggalkan kita karena mengisinya dengan berbagai amalan penambah timbahan akhirat kelak.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut melainkan hanya rasa lapar dan dahaga.”(HR. Ahmad 2: 373. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!