Friday, June 1, 2018

Penghasilan Pejabat Yang Bikin Meringis


Oleh : Sri Nurhayati, S.Pd

(Komunitas Revowriter)



Baru - baru ini rakyat dibuat tercengang dengan gaji pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila( BPIP) yang  bernilai miliyaran rupiah, pasca ditandatangani Perpres no 42 tahun 2018 tentang hak dan fasilitas pimpinan, pejabat dan pegawai BPIP.


Bagaimana tidak dana yang diambil dari APBN(Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) menyedot anggaran sebesar Rp. 1.3 M per orang per tahun. Semisal gaji Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP mendapatkan hak keuangan atau gaji Rp 112.548.000 per bulan jajaran Anggota Dewan Pengarah masing-masing mendapatkan Rp 100.811.000 per bulan dll. ( Tribunnews.com) angka yang sangat fantastis, bahkan melebihi gaji presiden yang menjabat sebagai kepala negara.


Sungguh sangat disayangkan ditengah himpitan ekonomi yang melanda Indonesia, dari tingginya angka pengangguran, melambungnya harga bahan pokok, kenaikan harga BBM yang berkali kali. Nilai rupiah yang terus melemah hingga mencapai angka Rp. 14.005 ( Tribunnews, 28/4/2018) ditambah utang negara yang makin menggunung, per april saja utang Indonesia sudah mencapai Rp 4.180,6 triliun (sindonews.com) semakin memperpanjang permasalahan negara, kebijakan yang diambil pemerintah sangat kontradiksi dengan keadaan sekarang. Hal ini dinilai sebagai pemborosan anggaran.


Para pejabat pun seharusnya menyadari bahwa jabatan adalah amanah yang akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Dan bekerja untuk mensejahterakan rakyat bukan memperkaya diri sendiri. 


Dalam sistem kapitalis sekarang ini, penghasilan pejabat yang fantastis menjadi hal yang biasa bahkan berlomba - lomba untuk mencapai kekuasaan.  

Sungguh sangat berbeda ketika kita bandingkan sikap para pejabat negara   ketika hukum islam diterapkan.


Contohnya jabatan wali ( setingkat gubernur) di Madain yang bernama Salman Al farizi,beliau adalah bangsawan Persia yang bersikap zuhud dari dunia. Selama beliau menjadi wali tidak pernah menerima gaji 1 dirham pun. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan dari hasil menganyam. 

Hisyam ibn Hassan meriwayatkan dari Al Hasan " Gaji Salman adalah 5000 dirham per tahun, akan tetapi ketika ia berpidato di hadapan sekitar 30.000 orang dengan mengenakan selendang yang separuhnya untuk alas duduknya dan separuhnya lagi dipakai untuk menutupi tubuhnya, setiap ia menerima gaji maka ia membagi bagikannya hingga habis. Untuk makan ia mengandalkan hasil keringatnya sendiri"


Begitupun dengan the legend of Amirul mukminin Umar bin Khatab. Tugasnya sebagai khalifah tidak menerima gaji, hanya menerima tunjangan untuk mencukupi kebutuhannya saja. Bahkan ketika para pejabat menawarkan kenaikan tunjangan untuk khalifah Umar ra karena dinilai sangat kurang untuk memenuhi kehidupannya, Umar pun dengan marah menolaknya. 


Selanjutnya Khalifah Umar bin abdul Aziz pada masa kekhilafahan umayyah. Beliau dikenal sebagai khalifah yang zuhud, setelah dibaiat menjadi khalifah Umar memilih mengurangi pendapatannya, kalau sebelumnya ia memiliki gaji sebesar 40.000 dinar, sekarang tinggal 400 dinar maka Umar bin Abdil Aziz berpikir dan berusaha agar dirinya bersih lahir dan batin, dengan cara hidup sederhana, zuhud dan wara. Harta kekayaannya sebelum menjadi khalifah berlimpah-limpah. Ia memiliki tanah perkebunan di Hijaz, Syam, Mesir dan Bahrain. Dari sana ia berolah penghasilan yang besar, sebanyak tidak kurang dari 40.000 dinar setiap tahun. Belum lagi tunjangnnya sebagai khalifah. Semuanya itu diserahkannya ke Baitul Mal untuk kepentingan kaum muslimin, dan ia hanya menggunakan 2 dirham saja dari kekayaannya. Padahal pada masa kepemimpinnya negara mencapai puncak kejayaannya, sehingga sangat sulit mencari orang miskin. 


Sungguh kita sangat terpesona dengan sikap dan akhlak para pejabat pada masa kekhilafahan islam. Ketika iman sudah menacap dihatinya, Ia menyadari bahwa semua akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat, dari jabatan, kebijakan yang  dikeluarkan dan harta yang digunakan semua tidak akan luput dari penghisaban.


"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu". ( Q.S Al Hadid : 20)


Wallahu A'lamu Bishowab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!