Thursday, June 7, 2018

Pemimpin Dambaan Umat


Oleh: Lia DA


Dimasa menjelang pemilu, ramai kita lihat para tokoh politik yang mencoba mengambil hati rakyat, mulai dengan rajin menyapa masyarakat baik lewat dunia nyata ataupun dunia maya, membagi sembako, menyumbang fasilitas umum, 'gercep' atau gerak cepat manakala terjadi bencana dan segudag lagi yang dilakukan demi meraih simpati dan dukungan rakyat.


Namun kini rakyat semakin cerdas, sadar bahwa yang terjadi sekarang kebanyakan hanya kamuflase semata, tak jarang mereka pun mempertanyakan maksud dan tujuan dari para politikus di lapangan, meski tak sedikit juga yang sekedar mengambil keuntungan dengan apa yang sudah mereka lakukan, karena jika bukan masa pemilu maka perhatian tersebut tidak mereka dapatkan, semacam 'memanfaatkan' keadaan.


Rakyat tak menuntut sosok pemimpin yang macam-macam, asal kebutuhan pokok terpenuhi, maka selesai sudah permasalahan. Namun fakta berbicara, hampir setiap kepemimpinan tak berhasil memenuhi harapan tersebut. Setiap waktu, ibu rumah tangga dibuat senewen dengan naiknya TDL, sementara pendapatan sang ayah tak kunjung mengalami kenaikan, alhasil tak seimbang antara pendapatan dan pengeluaran, maka besar pasak daripada tiang.

Belum lagi urusan kesehatan, memang ada jaminan kesehatan, tapi itu semua tak sepadan dengan pelayanan yang diberikan, karena pihak terkait pun selalu dihutang, alhasil masih banyak pasien yang harus sabar mendapatkan pengobatan ideal. Pun dalam hal  pendidikan, masih banyak sarana prasarana yg belum memadai untuk berlangsungnya KBM yang optimal ditunjang dengan gaji guru yang masih jauh dari harapan utamanya bagi para guru honorer, alhasil output yang dihasilkan belum mampu bersaing dengan dunia internasional.


Dari sekian fakta yang terjadi maka hal yang wajar dan alami jika rakyat rindu pemimpin yang lebih peduli dan memberi solusi. Bukan sekedar datang berkunjung, berjabatan tangan kemudian selfi-selfi.


Pemimpin yang didamba umat adalah pemimpin yang  peka dan siap menjadi tameng bagi rakyatnya. Sebagaimana hadits Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda.


إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ، وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْه


“Sesungguhnya seorang pemimpin itu adalah perisai, rakyat akan berperang di belakangnya serta berlindung dengannya. Apabila ia memerintahkan untuk bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla serta bertindak adil, maka ia akan mendapat pahala. Tetapi jika ia memerintahkan dengan selain itu, maka ia akan mendapat akibat buruk hasil perbuatannya.” [Hadis Riwayat Muslim, 9/376, no. 3428]


Imam an-Nawawi rahimahullah (Wafat: 676H) menjelaskan:

“Maksud menjadi perisai di sini adalah sebagai tabir yang menghalang musuh dari mengganggu umat Islam, juga menjaga perhubungan (perpaduan) dalam kalangan masyarakat, menjaga kehormatan Islam, menjadi yang ditakuti (dihormati) rakyatnya, dan mereka berlindung kepadanya. Berperang di belakangnya pula, maksudnya adalah berperang bersama pemimpin melawan orang-orang kafir, pembangkang (atau pemberontak), kaum khawarij, setiap orang yang melakukan kerosakan (ahli fasad), dan mereka yang melakukan kezaliman secara umum.” [Syarah Shahih Muslim, 12/230]. 


Banyak pemimpin Muslim yang mencerminkan hadits di atas, sebut saja Umar bin Abdul Aziz, beliau adalah pemimpin muda yang tak berani tidur sebelum memastikan rakyatnya tercukupi kebutuhannya, tak berani menggunakan fasilitas negara jika bukan untuk kepentingan mengurus negara. Seluruh rakyat terjamin hidupnya, bahkan tercatat tak satupun yang bisa di beri zakat, karena semua sebagai muzakki atau pemberi zakat.

Tidak hanya amanah, namun kepribadian Umar bin Abdul Aziz pun sangat bersahaja, ketika beliau difasilitasi kendaraan mewah berupa kuda-kuda gagah lengkap dengan kusirnya, beliau menolaknya dan menjualnya kembali kemudian uang hasil penjualannya diserahkan pada Baitul Mal. 


Sungguh seperti inilah sosok pemimpin dambaan umat. Penuh amanah dan Ketaatan kepada Allah. 


Wallahua'lam.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!