Saturday, June 23, 2018

Pembungkaman Intelektual Muda Kampus


Oleh : Siti Saodah, S.Kom (Aktivis Kampus Cirebon)


Pemerintah saat ini diduga telah melampaui batas dalam mengawasi data pribadi setiap mahasiswa. Namun bukan hanya data pribadi mahasiswa, begitu  juga unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang disinyalir berafiliasi dengan paham radikal pun akan dihentikan. Rektor Universitas Brawijaya Malang yaitu M. Bisri menyebutkan penyebaran paham radikalisme di kalangan mahasiswa kampus Universitas Brawijaya sudah terjadi sejak 1980 an, sejak terjadi aksi pengeboman candi Borobudur. Namun pergerakan radikalisme di kampus sulit dideteksi sehingga diperlukan peran dari Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT), ungkapnya, selasa 5/6/2018. (sindonews.com)

Saat ini dunia kampus Indonesia di cap sebagai sarang menyebarnya ide radikalisme. Tak ayal beberapa kampus besar Indonesia mendapat pengawasan dari kemenristek dikti. Terkait penyebaran ide tersebut  seperti dikatakan oleh Menteri Riset, Teknologi dan  Pendidikan Tinggi bahwa semua nomor telepon dan akun media sosial akan didata pada saat penerimaan mahasiswa baru, ujarnya di Jakarta. Menristekdikti pun bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Intelejen Negara (BIN) dalam mendata akun yang digunakan mahasiswa (antaranews.com).


Pembungkaman Suara Intelektual Muda 

Kampus merupakan tempat intlektual muda berkumpul dan menyampaikan gagasan berfikir. Intelektual muda yaitu mahasiswa sering disebut sebagai agen perubahan kemajuan suatu bangsa. Mahasiswa juga memiliki peran sebagai pengawal kebijakan dan penegakan hukum di tengah masyarakat. Namun saat ini suara mahasiswa seakan dibungkam oleh pemerintah, seperti yang terjadi pada organisasi kemahasiswaan di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah dibekukan karena berafiliasi dengan organisasi terlarang menurut pemerintah.  Rektorat ITB pun mengatakan apabila organisasi tersebut dinilai membahayakan maka akan dilakukan pembubaran (cnnindonesia.com). Sesungguhnya organisasi tersebut hanya melakukan kegiatan diskusi publik, dimana hasil diskusi tersebut mereka bagikan di media sosial. Jelas saja hal ini menimbulkan keterbatasan mahasiswa menyampaikan ide dan gagasan yang mereka yakini di tengah masyarakat. Padahal kebebasan menyampaikan pendapat telah di jamin penuh oleh Undang – Undang, siapa saja berhak menyampaikan pendapat.

 

Intelektual Muda Pemimpin Perubahan Bangsa 

Era teknologi saat ini pemuda memiliki pengaruh besar dalam membangun suatu peradaban bangsa. Selain karena memiliki semangat juang yang masih tinggi, mereka juga memiliki peran sebagai penyalur aspirasi rakyat kepada penguasa. Sejarah mencatat bahwa jaman perjuangan merebutkan kemerdekaan dipelopori oleh pemuda yaitu mahasiswa. Perjuangan kaum intelektual di negeri ini dumulai sejak berdirinya Budi Utomo yang anggotanya merupakan kaum terpelajar yang belajar di Stovia. Organisasi tersebut sukses menjadi bibit awal perjuangan pemuda.

Gerakan mahasiswa 1998 merupakan gerakan mahasiswa menuntut pemberhentian presiden soeharto dari jabatannya. Demonstrasi gencar dilakukan mahasiswa untuk menyampaikan tuntutannya, hingga menelan korban jiwa. Momentum inilah yang disebut mahasiswa mampu membawa perubahan bangsa. Namun perubahan bukan hanya dilakukan untuk mengganti seorang pemimpin ataupun kebijakan saja, tapi harus ada perubahan hakiki pada setiap bidang kehidupan bangsa. Maka mahasiswa memiliki peran penting dalam hal tersebut, oleh sebab itu seorang intelektual muda bukan hanya memiliki tugas belajar saja tapi memiliki peran sebagai pengoreksi setiap kebijakan penguasa.

Sosok Ali bin Abi Thalib di usia yang sangat muda 8 tahun mampu memiliki kecerdasan dan kepiwaian dalam strategi perang. Abdulah bin Mas’ud usia 14 tahun menjadi salah satu ahli tafsir terkemuka. Kemudian ada Sa’ad bin Abi Waqash usia 17 tahun menjadi panglima perang yang berhasil menundukkan Persia, kemudian sosok yang paling terkenal oleh pemuda saat ini adalah Muhammad Al Fatih yang berhasil menaklukkan konstatinopel di usia 21 tahun. Mereka semua adalah sosok pemuda yang memiliki idealisme atau keyakinan kuat terhadap Allah Swt dan Rasul – Nya. Sosok – sosok pemuda pemberani tersebut hanya mampu ditemukan di dalam peradaban gemilang islam. Mengembalikan peradaban mulia islam di era saat ini membutuhkan peran semua kalangan masyarakat sampai ke tatanan Negara. Waallahualam bisshowab.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!