Sunday, June 17, 2018

Pakaian Baru di Hari Yang Fitri


Oleh : Trisnawati (Revowriter Aceh)


Suka cita menyambut datangnya hari idul fitri hanya tinggal menghitung waktu. Hari kemenangan yang di raya kan oleh seluruh umat muslim di dunia dengan berbagai tradisi nya masing-masing. Tradisi memeriahkan idul fitri dengan kue, takbiran dimalam harinya dan tak ketinggalan baju baru menambah kebahagiaan penuh suka cita. Untuk yang satu ini dari mulai anak-anak, remaja dan bahkan orang tua tak mau ketinggalan. 

Dalam sebuah hadits dari Hasan As Shibti disebutkan:

اَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْعِيْدَيْنِ اَنْ نَلْبَسَ اَجْوَدَ مَا نَجِدُ وَاَنْ نَتَطَيَّبَ بِاَجْوَدِ مَانَجِدُ وَاَنْ نُضَحِّيَ بِاَثْمَنِ مَا نَجِدُ (رواه الحاكم

Artinya: “Rasulullah saw. memerintahkan kepada kami agar pada kedua hari raya memakai pakaian yang terbagus, memakai wangi-wangian yang terbaik dan berkurban dengan hewan yang paling berharga.” (HR.Al Hakim)

Kalau berbicara tentang pakaian baru kalangan muda pastinya punya style tersendiri. Dan biasanya disesuaikan dengan waktu. Jika dihari pertama maka sudah pasti yang dipakai adalah baju muslim dan muslimah yang identik dengan koko dan pakaian syari nya. Karena ini moment pertama dihari raya penuh dengan suasana keislaman. Pakaian ini pun nantinya akan dipakai untuk bersilahturrahmi ke sanak saudara.

Pada sore harinya biasanya kalangan remaja suka dengan fashion yang casual dan simpel.  dan engga bikin ribet. Karena akan dipakai buat jalan-jalan dan main kerumah teman dan sebagainya. Pakaian yang dipilih tentu yang lebih kelihatan keren dan elegan. Hijab syari pun kini tak lagi terlihat kuno namun dibuat sedemikian rupa. Berbagai combinasi fashion pun dilakukan misalnya celana jeans atau celana culot panjang, baju kemeja panjang atau perpaduan cardi, sepatu sporty kekinian dan tak lupa hijab atau kerudung dengan warna yang cerah. Ini menjadi fashion remaja saat ini mengalahkan tren hijab syari yang dibuat menjadi lebih tren dan modern.

Belum lagi pakaian yang dipakai ke tempat-tempat rekreasi seperti ke pantai. Maka fashion pun berubah sesuai dengan moment dan waktu. Maka tentu semakin menambah kegalauan para remaja jika sudah disuruh buat beli baju baju baru. Ada beberapa tips agar pakaian baru di hari yang fitri menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Apa lagi  buat teman-teman yang pas ramadan kemaren sudah masuk masa baligh sehingga masalah pakaian pun tentu harus disesuaikan dengan ketentuan syariatNya.

1. Niat

Niatkan bahwa ketika kita hendak membeli pakaian baru bukan karena fashion dan tren namun karena ingin mendapatkan ridho Allah. Sebab dalam hal berpakaian pun Allah mensyariatkan tentang seperti apa pakaiannya seorang muslimah.

Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda:

رَسُوْلَ للهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

"Sesungguhnya setiap perbuatantergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan". (HR. Bukhari)

2. Pilihlah pakaian yang nyaman namun tetap syari

Pakian yang modern dan tren memang tidak selalu ribet. Namun berbagai tren fashion saat ini membuat pakaian tidak lagi nyaman dipakai dengan berbagai modifikasinya. Terutama khimar (kerudung yang menutupi dada). Berbagai tutorial pun hadir untuk meyakinkan pemakai bahwa kerudung yang dilihat adalah simple dan nyaman. Bagi Muslimah tentu yang menjadi standar dalam ia berpakaian apa yang terdapat di dalam Qs. Al-Ahzab :59. 

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا


“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Ayat diatas menjelaskan tentang jilbab (pakaian sekali ulur) yang biasa disebut dengan gamis untuk fashion saat ini. Kewajiban mengunakan jilbab adalah saat kita memasuki usia baligh ketika ta'lif hukum sudah terbebani kepada kita. Jadi bukan menunggu siap ya sobat muslimah.

Selain kata jilbab, Al Quran juga menggunakan kata lain dalam mengutarakan penutup kepala.

وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ ….. ٣١

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya” (An Nur: 31).

Penutup kepada (kerudung) juga merupakan pakaian penyempurna untuk menutupi auratnya wanita yaitu area kepala dan rambut yang ditutupi hingga ke dada.

Sikap muslimah kala turun ayat tentang jilbab dan kerudung. Mereka bersegera mengambil apa saja yang bisa digunakan untuk menutupi aurat mereka. Ada yang mengambil seprei dan ada pula yang mengambil gorden. Salut deh buat muslimah kala itu. Giliran kita di zaman yang serba ada termasuk jilbab dan kerudung dengan berbagai warna dan modelnya tinggal dikenakan pun terkadang masih enggan. Maka benarlah sabda Rasulullah Saw,  

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya (tabi’ut tabi’in)”. (HR. Bukhari-Muslim).

Maka pilihlah pakaian bukan karena fashion semata namun pilihlah pakaian yang di ridhoi Allah. Bukan karena moment di hari raya namun jadikan moment hari raya idul fitri sebagai moment hijrah salah satunya memilih pakaian yang syari buat Muslimah. Apa pun moment dan waktunya pakaian syari tetap jadi pilihannya.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!