Friday, June 29, 2018

Negeri Ku Malang, Negeri Ku Salah Kelola


Oleh : Siti Ruaida, S. Pd


Indonesia adalah negeri dengan sejuta kekayaan alam. Baik dipermukaan bumi maupun kekayaan yang ada dalam perut bumi

Di permukaan bumi Indonesia kita punya beragam tanaman dan buah- buahan dan sayuran seperti anggur, apel, mangga,  belimbing wuluh, cermai, duku, enau, flamboyan, gandaria, honje, kecapi, labu, mangga, nanas, okra, pisang, quince, rambai, sirsak, terong ungu, vanilla, wuni, pepaya, pala, alpukat, jambu, jeruk, bangkuang, semangka, nangka, duren,rambutan,Kesemek,klengkeng , markisa dan ribuan buah lainnya. Dan ribuan jenis sayuran seperti kangkung, bayam, seledri,sawi, kol, buncis ,kacang panjang, pare, wortel, daun bawang bahkan bawangnya sendiri, semua tersedia di Indonesia. Allah sediakan cukup untuk rakyàt Indonesia.

Disamping tumbuhan dan buah-buahan kita punya jutaan spesis hewan baik didarat, udara màupun dilaut. Sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan hewani

Didalam bumi kita punya emas, batubara, timah, nikel, tembaga, alumunium, besi, perak, intan  gas dan minyai negeri ini. Anehnya ada orang kena busung lapar padahal dia tidur diatas bumi yang dibawahnya emas berton-ton setiap yang harinya di eksplorasi. Ada lagi yang tidak bisa membeli beras padahal sawah menghampar luas. Ada lagi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan  padahal tanah luas, lautan luas semua tinggal dimanfaatkan ternyata banyak kekayaan  disekitar kita bukan berarti itu milik kita. Ternyata sudah berpindah tangan menjadi milik para kapital asing maupun lokal yang berebut untuk memuaskan nafsu keserakahan tidak mau berbagi untuk kesejahteraan bersama rakyat seperti amanah undang-undang yang dibuat oleh para pendiri bangsa. Bahwa Sumber dàya alam dan kekayaan yang terkandung didalamnya  dikelola oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Kesalahan apa yang sudah kita lakukan sehingga kita bernasib seperti ini, dahulu kita dijajah Belanda  berabad- abad, mengeruk kekayaan alam kita,sekarang penjajah Belanda telah kita usir pergi dan kita sudah merdeka, tentu dengan perjuangan yang mengorbankan harta dan ribuan nyawa melayang. tapi kita tetap tidak bisa menikmati arti kemerdekaan untuk mensejahterakan rakyat.

 Penjajahan dahulu sangat nyata dan dapat dirasakan oleh pendahulu kita, sehingga mereka sepakat untuk anti penjajah dan ingin segera mengusir penjajah. 

Namun ternyata nasib kita tidak berubah menjadi sejahtera dengan sumber daya alam yang berlimpah yang kita miliki. Bahkan semuanya bukan milik kita lagi.  Ratusan bendera asing berkibàr dinegeri ini tertancap kokoh diperusahan-perusahan besar seperti freeport, newmont, Chevron,dan ratusan perusahaan asing lainnya. Mengeruk emas bertonton, mengambilb tàmbang panas bumi atau geothermal yang dijadikan sebagai sumber energi listrik dalam jumlah yang sangat besar. Tapi bukan untuk dinikmati murah apalagi gratis oleh rakyat, listrik barang mahal dinegeri ini bàhkan ada yang tidak bisa merasakan terangnya listrik dinegeri ini.

Mengapa kondisi ini bisa terjadi, mengapa kekayaan alam tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat. Hal ini karena penjajahan model baru yang tertancap kokoh.Penjajahan itu bernama Kapitalisme, mereka adàlah para pemilik modal

 yang serakah. Merongrong negeri ini berkolaborasi dengan para pemegang  kekuasaan. Merampok kekayaan negeri untuk ambisi pribadi tanpa batas. Yang tersisa adalah penderitaan dan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi alam tanpa  kendali, semua demi uang dan  uang.

Dan Indonesia menjadi negeri yang tepuruk dari semua bidang baik ekonomi pendidikan , sosial budaya, politik menjadi negara yang lemah tak berdaya dibawah hegemoni kapiitalis yang merongrong negeri. Sampai kapan kita seperti ini ada didalam cengkraman penjajah kapitalis. 

Perlu ada kesadaran untuk bangkit dari keterpurukan melepaskan cengkraman para kapital. Campakan kapitalisme kembalilah kepada aturan Allah dalam mengurus negeri ini. Allah SWT berfirman:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” [TMQ al-Maaidah (5): 50]

Dalam hal ini Islam memiliki aturan yang jelas tentang pengelolaan sumber daya alam yaitu untuk Umat bukan untuk swasta atau para kapital. Syariah Islam mengatur bahwa hutan, air dan segala energi  (SDA) yang berlimpah itu wajib dikelola negara.SDA untuk Umat

Rasûlullâh r bersabda :“Kaum muslim bersekutu dalam tiga hal; air, padang dan api” (H.R. Ahmad).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah r bersabda:

« النَّاسُ شُرَكَاءُ فِي الْمَاءِ وَالْكَلَأِ وَالنَّارِ » (رواه أبو عبيد)[14]

Rasûlullâh r bersabda: “Orang-orang (Masyarakat) bersekutu dalam hal; air, padang gembalaan dan api” (H.R. Abû ‘Ubaid).

Pengertiannya pengelolaannya tidak boleh diserahkan kepada swasta (corporate based management) tapi harus dikelola sepenuhnya oleh negara (state based management) dan hasilnya harus digunakan sebesar-besarnya untuk  kepentingan rakyat dan kesejahteraan rakyat bukan untuk segelintir orang atau swasta. Dalam hai ini Islam  mengatur sumber daya alam termasuk  terkategori sebagai kepemilikan umum sehingga harus di kuasai oleh negara  karena menguasai hajat hidup orang banyak. Seperti tambang batubara, Migas, dan sebagainya. Juga merupakan pemberian Allah SWT kepada hamba-Nya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan umat agar bisa hidup sejahtera, makmur jauh dari kemiskinan apalagi kelaparan dan busung lapar .Allah  SWT berfirman:

] هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا … (٢٩) [

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu …”. (Q.S. Al-Baqarah [2]:29)

Dengan demikian, kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dinegeri ini adalah sarana untuk memenuhi kebutuhan rakyat untuk kesejahteraan mereka dalam menopang kehidupan bahkan untuk diwariskan kepada generasi yang akan datang sehingga harus dikelola  dengan amanah oleh negara. Hingga mendatangkan keberkahan bagi mereka sebagai kabaikan, rahmat dan bermanfaat untuk manusia dalam ketaatan karena ketundukan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Maka jika ingin keluar dari cengkraman kapitalis,  tidak ada jalan lain kecuali harus  menyudahi penerapan sistem kufur dan hukum jahiliyah,   ganti dengan penerapan sistem dan syariah Islam secara totalitas  dalam sistem Khilafah Islamiyah.

Penulis adalah pengajar di MT.s. Pangeran Antasari.Martapura

Member AMK KALSEL



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!