Saturday, June 9, 2018

Muslimah, Tabayyun Dulu !


Oleh : Lilik Yani– Praktisi Pendidikan


Kehidupan bermasyarakat tidak lepas dari isu, gosip, bergunjing, bahkan sampai terjadi adu domba antar sesama manusia. Keadaan seperti ini diperkeruh oleh adanya sekelompok masyarakat yang menjadikan gosip dan aib orang lain itu sebagai komoditas perdagangan yang empuk untuk meraup keuntungan duniawi.


Apalagi sekarang makin mudah untuk menyebarkan informasi dengan semakin berkembangnya tehnologi dan semakin maraknya media sosial, yang sudah menjangkau seluruh pelosok negeri. Banyaknya grup-grup WA, facebook, telegram, dan berbagai bentuk lain yang terus berkembang semakin canggih dan bisa diakses dengan mudah oleh siapa saja.


Kecanggihan tehnologi itu sangat bermanfaat jika untuk kebaikan, bisa memudahkan untuk menambah tsaqafah keislaman, bisa memudahkan pekerjaan kita, bisa untuk menyampaikan informasi dengan mudah dan cepat.


Masalahnya, karena semua bebas mengakses media itu, jadi tidak ada yang melarang berita atau informasi hoax bebas berkeliaran tanpa filter. Materi apa saja bisa dishare dengan cepat, bahkan bisa menjadi viral.


Saudariku muslimah, semua orang bebas berkreasi. Baik itu kreasi untuk kebaikan maupun kejahatan. Dan semuanya bebas di share tanpa batas. Maka hendaklah kita berhati-hati menerima berita, materi atau informasi apapun. Jangan langsung ditelan tanpa berfikir matang. Jangan mudah untuk share berita atau informasi itu, meski kita menganggapnya baik dan Islami, atau kita beranggapan materi kesehatan itu sangat bermanfaat untuk saudara lain.


Hendaklah kita cek dulu kebenarannya. Kita konfirmasi dulu pada sumber beritanya. Kita harus tabayyun dulu mengenai kevalidan berita itu sebelum disampaikan kepada yang lain. 


“ Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian”. ( TQS Hujurat : 6 )



Dengan cara apa kita tabayyun ?


Saudariku muslimah, kita tahu apa standart hidup atau pedoman hidup agar selamat dunia akherat. Maka hendaklah kita menggunakan Al Qur’an dan As Sunnah untuk mengkonfirmasi kebenaran materi atau berita itu. Jika kita tidak mampu karena keterbatasan pemahaman kita, maka kita bisa bertanya kepada Ustadz/Ustadzah yang lebih kompeten memahami ayat.


Selain itu, kita bisa cek kebenaran berita dari sumber yang dicantumkan. Kita konfirmasi dari sumbernya, apakah berita itu benar atau hanya hoax.



Yang pasti, kita jangan mudah untuk menyebar materi atau informasi sebelum dipastikan kebenarannya. Daripada menimbulkan kemudharatan bagi orang lain. Apalagi kalau sampai muncul fitnah akibat berita hoax yang kita sampaikan, akan lebih berbahaya akibatnya.



Saudariku muslimah, kita jangan sampai ikut alur seperti orang-orang yang suka menyebar berita bohong atau penyerbar fitnah itu. Karena menyebar fitnah itu ibarat kita telah memakan daging bangkai saudaranya sendiri.



“ Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. Jangan pula kalian memata-matai dan saling menggunjing. Apakah di antara kalian ada yang suka menyantap daging bangkai saudaranya sendiri? Sudah barang tentu kalian jijik padanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allaah Maha menerima taubat dan Maha Penyayang “. ( TQS Al Hujurat : 12 ).



Saudariku  muslimah, betapa mengerikan bahaya yang harus ditanggung akibat suka menyebar fitnah atau menyebar informasi bohong itu. Maka dari itu, kita yang sudah memahami hendaklah menyampaikan informasi ini kepada saudara muslim lain akan berhati-hati menerima berita. Dan lebih berhati-hati lagi, agar tidak mudah untuk menyebarkan berita itu, sebelum dipastikan kebenarannya.



Saudariku muslimah, semoga kita selalu dalam penjagaan Allah, agar  hanya menyampaikan informasi yang benar. Informasi yang membawa kemashlahatan untuk umat. Informasi yang sudah dicek kebenarannya. Informasi yang sudah ditabayyun.  Informasi yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. In syaa Allah.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!