Tuesday, June 5, 2018

Muslimah, Cerdas dan Hemat Menjelang Lebaran! 


Oleh : Indriani, SE, Ak


Ramadan tinggal menghitung hari. Tidak terasa, bulan ramadan telah memasuki di sepuluh hari terakhir. Tentu akan semakin banyak persiapan menjelang lebaran yang tentunya akan berpengaruh pada keuangan rumah tangga. Belum lagi harga sembako yang meroket, menjadi tradisi setiap ramadan dan menjelang lebaran. Ditambah tetek bengek yang lain seperti gas, listrik, padam, dan lainnya yang juga ikut-ikutan naik. Alhasil, kaum muslimah yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga menjadi pusing dibuatnya. Berusaha agar hemat, faktanya malah kekurangan gizi. Astagfirullah. 


Lantas bagaimana agar keuangan keluarga tetap hemat, namun dengan tetap menjaga kualitas sandang, pangan dan papan keluarga? Kemudian juga, tanpa mengurangi semangat bersedekah, berinfak dan amalan-amalan lainnya di bulan ramadan. Dan tentu, ini menjadi PR besar yang harus dipikirkan dengan matang oleh para muslimah cerdas yang telah berumah tangga. Bagaimana agar keuangan keluarga tetap stabil khususnya menjelang lebaran? Silahkan disimak tulisan berikut ini.


Logika Bulan Ramadan


Logikanya, bulan puasa itu bisa mengirit pengeluaran. Iya dong karena dari pagi sampai sore puasa alias enggak makan dan minum. Praktis, alokasi uang jajan selama bulan puasa lebih sedikit. Paling banter jajannya pas buka puasa aja.


Nah, faktanya enggak begitu ya. Justru malah pengeluaran selama bulan puasa malah berlipat-lipat. Usut punya usut, bisa jadi karena merangkaknya harga bahan pokok, beserta tetek bengeknya, ditambah bertubi-tubinya undangan buka puasa, plus kekeliruan dalam menafsirkan antara keinginan dan kebutuhan. Ditambah tradisi menjelang lebaran yang harus disiapkan dengan membeli keperluan untuk lebaran, semacam baju, mukena, toples-toples dan lainnya yang kudu baru.


Belum lagi pengeluaran Hari Raya Lebaran yang harus diantisipasi. Selain butuh untuk menyediakan masakan istimewa, kamu juga kudu siap-siap mengalokasikan dana amplopan untuk sanak keluarga. Pengeluaran bisa makin membengkak apabila berencana mudik ke kampung halaman.


Bagi yang karyawan mungkin tertolong dengan cairnya THR (tunjangan hari raya) yang biasanya dua pekan sebelum hari H Lebaran. Cuma apa iya cukup? Kalau enggak cerdas memaksimalkan keuangan menjelang lebaran, yang ada malah defisit!


So, sudah kebaca kan arahnya? Ya, maka hukumnya kudu, fardhu, wajib, mengelola keuangan agar setiap rupiah uang yang dimiliki bisa terkontrol dalam pengeluaran.


Tips Hemat Menjelang Lebaran


Nah, yang jadi pertanyaan. Jadi gimana dong caranya? Nggak ada salahnya pahami dulu beberapa tips di bawah ini buat memaksimalkan keuangan menjelang lebaran kali ini.


1. Kontrol budget


Idealnya, sebelum hari pertama puasa dimulai sudah punya budget berapa uang yang akan digunakan atau dikeluarkan selama bulan ramadhan. Kemudian, sisihkan dari pendapatan yang didapat untuk alokasi budget tersebut.


Rinci dengan detail semua pengeluaran bulan ramadan. Misalnya saja pos untuk memenuhi undangan buka puasa, belanja di hari raya, sedekah, zakat, sampai amplop untuk kerabat (semisal ada kelebihan, jangan dipaksakan). .


Kalkulasi semua kebutuhan dengan menambah lagi sepuluh persen untuk jaga-jaga. Lalu angka sepuluh persen itu menjadi ambang batas atas yang dapat ditolerir dalam pengeluaran.


2. Skala prioritas


Belanja baju baru mungkin bukanlah sesuatu yang harusnya menjadi tradisi menjelang lebaran. Dan semisalpun ingin memiliki baju baru, maka bisa dengan menggunakan baju lama yang jarang dipakai agar tetap terlihat fresh. atau semisal pun ingin tetap membeli baju baru, maka bisa kapan saja, tidak melulu saat mendekati lebaran. Atau bisa di saat ada diskon besar di hari-hari besar. Setidaknya ini akan membantu dalam meminimalisir pengeluaran.


Pada dasarnya dalam mengatur pengeluaran, harus ada skala prioritas. Kira-kira apa saja yang memang benar-benar menjadi kebutuhan, dan apa saja yang itu hanyalah sebuah keinginan yang masih bisa untuk dikesampingkan.


Dan mesti diperhatikan, bahwasanya tradisi menjelang lebaran ini jangan sampai mengesampingkan ataupun menomor duakan kewajiban dan amalan-amalan selama bulan puasa. Terlebih di sepuluh hari terakhir puasa, hendaknya ibadah dan amalan ditingkatkan. Bukan malah semakin kendor.


3. Selektif


Mumpung di bulan puasa di mana lagi diuji untuk menahan diri dari beragam godaan. Nah, sekalian menerapkan itu dalam urusan keuangan. Selektif plus ditambah menahan diri menjadi adonan untuk menjaga pos pengeluaran sesuai dengan rencana.


Misalnya saja selektif dalam belanja keperluan rumah tangga ataupun keperluan menjelang lebaran. Mana keperluan yang benar-benar dibutuhkan dan terlebih yang masuk daftar list pada saat menganggarkan budget. Kemudian yang paling utama, patuh terhadap rencana keuangan yang dibuat di awal. Jangan terpengaruh untuk membeli sesuatu yang sejak awal tidak ada dalam perencanaan.


4. Atur jadwal belanja


Orang mulai konsumtif jelang lebaran. Ini fakta yang tidak terbantahkan. Alhasil, momen ini membuat banyak orang melakukan pembelian secara impulsif. Maksudnya membelanjakan uangnya tanpa perencanaan. Tentu saja bikin bahaya saldo rekening bila terjadi.


Biar enggak ketularan penyakit pembelian impulsif, lebih baik mengatur jadwal belanja untuk keperluan hari raya. Caranya dengan riset terlebih dulu waktu yang pas belanja pakaian sampai tetek bengek lainnya.


Cara ini bisa membantu agar tak terpancing belanja lebih banyak atau tergoda diskon barang yang sebenarnya nggak dibutuhkan. Dengan begitu, alokasi pengeluaran yang sudah ditetapkan nggak meleset. Yang nggak kalah penting, menjadwalkan belanja bisa menghindari diri dari keramaian di pusat perbelanjaan.


5. Kreatif


Kreativitas bisa meminimalisir pengeluaran uang. Sebagai contoh menjelang lebaran tentu dibutuhkan toples baru sebagai tempat menyediakan snack atau camilan untuk tamu. Semisal membeli toples yang baru, tentu akan membuat bengkak pengeluaran. Maka, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memodifikasi toples yang ada. Bisa dengan menghias menggunakan kain flanel, mewarnai ulang agar terlihat baru dan lainnya.


Kreativitas ini tentu akan mengefisiensi biaya. Terlebih untuk kebutuhan yang diperlukan pada saat hari H. Dan masih banyak hal kreatif lainnya yang di sana dapat meminimalisir pengeluaran menjelang lebaran.


6. Optimalkan waktu


Bulan puasa adalah bulan penuh berkah. Camkan dan yakinkan diri soal itu. Silakan bercermin kepada orang lain di mana bisa memaksimalkan pendapatannya di bulan puasa dengan melakukan banyak pekerjaan sampingan.


Ada yang tiba-tiba jadi reseller baju muslimah, jualan menu berbuka puasa, menawarkan jasa parsel, delivery makanan, dan lain sebagainya.



Usaha kue-kue lebaran memang menjamur, kamu bisa menjadi reseller atau mengkreasikan idemu sendiri. Artinya, ada peluang ekonomi yang tercipta di bulan puasa. Tinggal bagaimana memanfaatkan peluang itu dengan cerdik dan tepat sasaran.


Dan perihal mengoptimalkan waktu di sini juga dalam hal mengisi waktu di sepuluh terakhir ramadan. Dengan kesibukan menjelang lebaran, jangan sampai esensi dari ramadan itu terabaikan. Terlebih pahala maupun berkah yang didapatkan di bulan ramadan, tidak akan didapatkan lagi di bulan-bulan setelahnya. Mengingat berlimpahnya berkah dan dilipat gandakannya pahala, menjadi keistimewaan bulan ramadan. 


Itulah beberapa tips yang sebenarnya bisa diaplikasikan. Cukup mensyaratkan kemauan alias niat yang kuat. Tentunya semua orang ingin melewatkan hari raya dengan menyenangkan serta barokah. Dan sebisa mungkin tidak merongrong pengeluaran. Jangan sampai setelah lebaran lewat malah mengalami kanker alias kantong kering!

Wallahua'lam bishawab. 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!