Wednesday, June 20, 2018

Menulislah, Agar Kebenaran Tersampaikan! 


Oleh : Sunarti


Pagi itu rumah Bu Mujiati tampak ditata rapi. Digelar karpet bermotif batik dari ujung kanan hingga kiri. Beberapa bagian digelar tikar warna hijau muda. Ada layar lebar terpampang di bagian kiri ruangan. Meja berisi LCD dan laptop sudah "nyenuk" di atasnya. Di tiap-tiap ujung karpet dan tikar, beraneka jajanan tertata rapi. Ada yang ditaata di atas piring ada juga yang ditaruh di toples kaca bundar. Sementara ruanga sudah dipenuhi dengan rombongan Emak-emak dan Embak-embak. Semua duduk bershaf menghadap pada layar yang masih belum bergambar.


Beberapa saat, datanglah Cik Gu Asri Supatmiati. Beliau bergamis pink lembut, berkerudung sedikit lebih tua dari warna gamisnya. Membawa tas coklat muda yang kemudian ditaruh di belakang tempat duduknya. Beliau duduk di depan kanan layar yang dibentangkan. Yah, hari itu adalah hari yang ditunggu, untuk up grade kepenulisan tim media daerah. Pemateri adalah Beliau, Bu Asri Supatmiati.


Dalam materinya Beliau menyampaikan tentang pentingnya menulis. Pada dasarnya yang tidak buta huruf, pasti bisa menulis. Tulisan seseorang akan mengalir ke berbagai arah. Akan bermuara ke mana saja tak terbatas. Masing-masing tulisan juga akan mendapatkan jodohnya.


Beliau juga menyampaikan, manfaatkan media untuk dakwah. Menulis tidak untuk menjadi terkenal atau menumpuk kekayaan. Namun sebagai pengemban dakwah, menulis adalah salah satu wasilah untuk menyampaikan kebenaran. Jika bukan kita yang menyampaikan, lantas siapa lagi?

Apakah kita akan rela, jika keburukan (racun) yang disampaikan musuh-musuh Islam lebih dominan melalui tulisan-tulisan mereka?

Padahal mereka banyak pengikut. Kenapa bukan kita yang mengambil alih posisi mereka?  Sedangkan di sisi lain, kita sudah punya ilmunya, yaitu Islam.


Di zaman kecanggihan teknologi saat sekarang, peran sosial media sangat luar biasa. Masyarakat mulai beralih mencari informasi melalui dunia maya. Kesempatan ini merupakan peluang yang luar biasa untuk menaburkan ide-ide di tengah umat. Pergeseran kepercayaan umat juga sudah tampak. Media maisntream, lambat laun mulai ditinggalkan umat.


Mulailah menulis! Menulislah sejelek-jeleknya!

Selama yang ditulis adalah kebenaran, itu adalah madu yang disebarkan. Jangan biarkan musuh Islam terus menebarkan racun di tengah-yengah umat melalui tulisan mereka. Kita gempur media dengan ide-ide Islam. Mari diazamkan untuk komitment menulis. Misalkan seminggu satu tulisan atau satu bulan satu tulisan. Begitu kata Beliau, di akhir acara.


Magetan, 19 Juni 2018

Sunarti


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!