Wednesday, June 6, 2018

Mengejar Malam Lailatul Qadar


Oleh : Indriani, SE, Ak


Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ, malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Alquran digambarkan sebagai malam yang lebih baik  dari 1.000 bulan. Juga diperingati sebagai malam diturunkannya Alquran. (TribunTimur.com, 5/6/2018)


Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al-Qadar, surat ke-97 dalam Alquran. Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, hal ini berdasarkan hadis dari Aisyah yang mengatakan, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan dia bersabda, yang artinya, 'Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.'" (HR Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).


Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Lailatul Qadar kemungkinan akan didapati pada malam ganjil di bulan ramadan. Tetapi mengingat bulan ramadan semua harinya istimewa, tidak ada salahnya apabila umat Islam semakin mengencangkan ikat pinggangnya, meningkatkan ibadahnya di sepuluh hari terakhir di bulan ramadan. Maka umat Islam yang menghendaki untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar dapat "mencarinya" setiap malam di sepuluh hari terakhir ini. . 


Lalu, apa tanda-tanda terjadinya malam Lailatul Qadar?


1. Udara Pada Malam Itu Tidak Terlalu Dingin atau Panas


Pada malam Lailatul Qadar, udara dan angin terasa tenang, tidak telalu dingin dan juga tidak terasa panas.


Riwayat dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin,..” (HR Ibnu Huzaimah)


2. Matahari di Pagi Harinya Tidak Terlalu Panas


Disebutkan dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا

“..Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR Muslim nomor 762)


3. Malam Lailatul Qadar Tampak Cerah dan Terang


Riwayat dari Ubadah bin Shamit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيْهَا قَمَراً سَاطِعاً سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ, لاَ بَرْدَ فِيْهَا وَلاَ حَرَّ, وَلاَ يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيْهَا حَتَّى تُصْبِحَ, وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيْحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً, لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ, وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ.


“…Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR Ahmad)


4. Ibadah Terasa Lebih Tenang


Pada malam Lailatul Qadar, menjalankan ibadah terasa lebih tenang daripada malam-malam lain, karena malaikat banyak yang turun.


Dalam Alquran surat Alqadar ayat 4 disebutkan:


تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا


“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril."


Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan:


“Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya berkah yang ada pada malam tersebut. Dan Malaikat akan turun bersamaan dengan turunnya berkah dan rahmat sebagaimana turunnya mereka di tengah-tengah orang yang membaca Alquran serta mengelilingi majelis-majelis zikir.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/445).


Maksimalkan Ibadah di Malam Lailatul Qadar


Bulan ramadan adalah bulan bertabur pahala dan berkah. Hendaknya bulan ini menjadi momentum untuk memperbaiki diri, introspeksi dan pembiasaan menjalankan yang wajib maupun yang sunnah. Agar di sebelas bulan setelahnya kita pun dapat merefleksikan apa-apa yang kita lakukan selama di bulan ramadan ini.


Khususnya di sepuluh hari terakhir ramadan, di mana ganjarannya begitu luar biasa. Terlebih apabila kita bisa lulus satu bulan penuh di ramadan tahun ini. Maka itu menjadi langkah awal untuk menjadi insan yang lebih baik di bulan-bulan setelahnya. Insya Allah.


Mari kita kejar luar biasanya malam lailatul qadar ini dengan maksimalisaskan ibadah wajib dan sunah di sepertiga malam kita. Semata-mata hanya untuk berharap pada keridhoan-Nya

Wallahua'lam bishawab. 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!