Sunday, June 10, 2018

Memuliakan Al Qur’an dan Menggapai Malam Seribu Bulan


Oleh : Mulyaningsih, S.Pt


Tak terasa waktu bergulir dengan cepatnya. Bulan nan mulia, penuh ampunan dan magfiroh serta obral pahala, kini telah memasuki sepuluh hari yang terakhir. Disisa waktu Ramadhan tahun ini hendaknya kita manfaatkan dengan sebaik mungkin. Karena sejatinya bulan ini adalah bulan yang dinanti-nanti oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia.

Di bulan yang agung ini pula Allah SWT memberikan Rahmat-Nya dalam bentuk kitab suci. Kitab tersebut adalah al-Qur’an, sebagai pedoman manusia agar mampu menjalani hidup sesuai dengan jalan yang benar. Yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Ditambah lagi al-Qur’an juga akan memberikan syafa’at kelak di Yaumul Akhir. Syafa’at tersebut diberikan kepada orang yang hafal ayat-ayat al-Qur’an serta mampu menerapkan dalam kehidupan. Kemudian bagi yang hafal akan membawa sepuluh orang anggota keluarganya untuk memasuki jannah. 

Al qur’an juga adalah sebagai surat cinta dari Allah SWT kepada umat-Nya. Layaknya surat cinta maka pastilah didalamnya berisi rambu-rambu agar manusia tak salah langkah. Dalam al-Qur’an berisi tentang perintah, larangan dan sanksi. Sanksi ini akan berlaku jika ada perintah yang tak dikerjakan atau ada larangan yang tak ditinggalkan. Jika umat muslim meninggalkan perintah-Nya maka kesempitan akan dirasakan olehnya. Ditambah lagi, jika nanti ketika di Yaumul Akhir akan dibangkitkan dalam keadaan buta. 

Kini kita telah memasuki pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Kencangkan sabuk pengaman kita, agar kita tetap berada pada jalur yang sama dari awal sampai akhir Ramadhan. Karena sejatinya di akhir-akhir ini begitu banyak godaan yang muncul. Mulai dari diskon besar-besaran yang diberikan oleh pusat-pusat perbelanjaan serta bonus-bonus yang mungkin menggiurkan kita. Terkadang kitapun ikut terlena dengan keadaan seperti itu dan mewajarkan kondisi tersebut. Padahal justru di malam-malam akhir begitu banyak keutamaan-keutamaan yang Allah berikan pada hamba-Nya.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa di sepuluh malam terakhir ini ada satu malam yang Allah ganjar pahalanya sama seperti seribu bulan. Sebagaimana firman Allah SWT dan hadist Nabi SAW terkait dengan malam Lailatul Qadar.

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam LAilatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Laitul Qadar itu? Malam Laitul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” (Al-Qadar: 1-5)

Dari Aisyah RA “Adalah RAsulullah SAW, apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Adalah RAsulullah Saw bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya” (HR Muslim).

Dalam terjemahan surat al-Qadar diatas Allah telah memberikan gambaran terkait dengan malam yang penuh berkah tersebut. Malamyang pahala mampu menyamai dengan seribu bulan lamanya. Dan kala itu malaikat-malaikat akan turun ke bumi. Subhanallah begitu sayangnya Allah SWT pada manusia. Allah telah memberikan obrol pahala di bulan RAmadhan kemudian memberikan malam yang penuh istimewa hanya untuk manusia. Tentunya manusia yang dimaksud adalah yang beriman dan bertaqwa hanya pada Allah SWT.

Lantas masihkan kita berleha-leha serta tergoda dengan diskon yang di berikan oleh manusia. Layaknya sebagai seorang Muslim maka wajiblah kita membenahi diri, sebab Rasulullah saja mau bekerja keras untuk meraih derajat Taqwa. Padahal sejatinya Rasullah adalah maksum. Sedangkan manusia yang penuh salah dan dosa malah mau berleha-leha saja tanpa mau berusaha makimal untuk mendapatkan iman dan taqwa. 

Marilah kita bersama-sama untuk menghidupkan malam-malam di sepuluh RAmadhan tahun ini. Semoga taqwa benar-benar kita dapatkan. Agar nantinya menjad bekal di sebelas bulan kemudian. Tentunya harus ada niat serta motivasi yang tinggi dalam diri kita serta aplikasi dalam kehidupan nyata harus dilakukan. Ditambah juga dengan berteman dengan orang-orang sholih maka insya Allah semangat beribadah itu akan selalu ada.

Kemudian perlu adanya peran negara guna menerapkan Islam secara totalitas sehingga iman dan taqwa akan lebih mudah digapai. Wallahu Alam.

Mulyaningsih, S.Pt

Ibu Rumah Tangga

Pemerhati keluarga, anak dan remaja

Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK) Kalsel



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!