Wednesday, June 13, 2018

Memetik Hikmah dari Sang Tuna Netra


Oleh : Sri Purweni,  SP


Ditengah hiruk pikuknya pasar menjelang Idul Fitri, di lapak kelontong yang digelar di jalanan, 

"Berapa satu toples nang ngini," kata seorang ibu bertongkat. Sambil menoleh kulihat dia memegang toples kecil. 


"Tujuh ribu, tapi kalo ambil tiga boleh duapuluh,"ujar paman penjual. 


"Ibu mau yang inikah?" tanyaku sambil membantu karena beliau kerepotan sambil pegang tongkat nya. 


"Iya, "jawabnya singkat. Lalu kubantu memasukkan  dua buah toples ke kantong plastik. 


"Aku perlunya satu aja, " ujar beliau sambil meraba benda yang dipegangnya. 


"Biar bu saya yang bayarin buat ibu, "sahutku. Tapi tak terduga jawabannya, "Terimakasih bu sudah dibayarkan tapi saya ngambil satu aja karena memang perlunya satu, "balas beliau. 


Masya Allah dalam hati aku memuji beliau karena tidak maruk alias tidak serakah saat barang yang diinginkan bisa didapatkan lebih dan gratis lagi, beliau tetap mengambil sesuai kebutuhan.... Tidak lebih! 


Di Ramadan yang mulia ini sanggupkah kita mengendandalikan diri atas pemenuhan kepuasan terhadap apa yang kita butuhkan atau apa yang kita inginkan kadang hanya sekedar pemenuhan gengsi saja kita tak sanggup menahannya. 


Baju baru untuk lebaran tak perlu tapi demi sebuah gengsi maka terbeli hingga koleksi baju makin menyesaki lemari. 


Kue-kue kering lebaran yang berlebihan karena gengsi kalo lebaran tak banyak tersaji hidangan yang wah atau wow.... Ntar kalah sama si ibu anu... Ah demi sebuah gengsi kadang harus dibayar dengan mahal


Akankah juga sanggup diluar Ramadan mengendalikan diri atas apa saja pemenuhan keinginan diri tanpa diliputi keserakahan dan mengatasnamakan gengsi. 


Bahkan untuk memenuhi keinginan kita tak perduli cara halal atau haram yang harus ditempuh. Naudzubillah! 


Ya Allah terimakasih atas pelajaran yang diberikan padaku pagi ini.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!