Tuesday, June 5, 2018

Manfaatkan waktu di 10 hari terakhir Ramadan


Oleh : Raden Ayu Ekalina Amd.Tex (IRT, Anggota Komunitas Revowriter)



Ramadan bulan mulia yang penuh keberkahan dan ampunan. Seluruh ummat islam menantikannya. 

Ketika waktu yang dinanti tiba, semua berlomba lomba dengan kebaikan. Tak lupa amalan-amalan sunnah pun dikerjakan untuk menambah timbunan pahala.


Kendati bulan Ramadan adalah bulan penuh ampunan, namun tidak semua orang bisa memperoleh ampunanNya.

Ada golongan orang yang menjumpai Ramadan namun tidak mendapatkan ampunan. 


Mereka adalah :

1. orang-orang kafir. Karena kekafirannya, mereka tidak mungkin berpuasa. Kalaupun berpuasa, puasanya juga tidak diterima.

2. Orang-orang muslim namun tidak berpuasa tanpa udzur syar’i. 

Beragama Islam, tapi tidak mau berpuasa. Padahal tidak sakit, tidak sedang dalam kondisi bepergian, tidak sedang haid dan nifas, tidak juga menyusui.

3. Orang-orang muslim yang berpuasa, namun puasanya sia-sia sehingga ia tidak mendapatkan ampunan.

Golongan yang terakhir ini terdiri dari orang yang puasanya tidak ikhlas, orang yang puasanya asal-asalan sehingga tidak sah, sekedar menahan lapar dan dahaga.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ


“Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar” (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)


Di antaranya, mereka berkata keji, suka mengumpat, dan berbuat dusta.


الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ


“Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak keras, jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa” (Muttafaq ’alaih)


مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ


“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan palsu dan pengamalannya, maka Allah tidak mempunyai keperluan untuk meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya)” 


Memang berat menjaga amalan dibulan Ramadan, karena kebiasaan yang sering dilakukan pada sebelas bulan lainnya seperti sudah mendarah daging, sulit untuk dihilangkan.

Alhasil bagi yang ingin benar benar puasanya mendapatkan ridho dan ampunan, maka ia haruslah bersungguh sungguh meninggalkan segala perbuatan maksiat, menjaga hati dan pandangan.


Bagaimana agar puasa kita berkualitas?

1. Meninggalkan hal-hal yang dapat membatalkan puasa :

a. Makan atau minum dengan sengaja. Kecuali makan dan minum dalam keadaan lupa, itu tidak membatalkan puasanya.



مَنْ نَسِىَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ


Barangsiapa yang lupa, padahal ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, hendaknya ia meneruskan puasanya. Karena ia diberi makan dan minum oleh Allah. (HR. Jamaah)


b. Muntah dengan sengaja



مَنْ ذَرَعَهُ الْقَىْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَمَنِ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ


Barangsiapa didesak muntah, ia tidak wajib mengqadha, tetapi siapa yang menyengaja muntah hendaklah ia mengqadha. 

(HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Daruquthni, dan Hakim)


c. Mengeluarkan sperma di luar bersetubuh dan mimpi. 

Jika bersetubuh ia terkena kafarat, jika karena mimpi maka tidak mempengaruhi puasanya.


d. Meniatkan berbuka. 


Karena niat merupakan rukun puasa, maka niat berbuka berarti membatalkan puasanya.


2. Meninggalkan hal-hal yang membuat puasa sia-sia.


Diantaranya adalah menjaga emosi kita, menahan diri dari perkataan keji danz dusta.


3. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat

Seperti seharian tidur, banyak nonton televisi, banyak main game, dan sebagainya. 


4. Mempuasakan seluruh organ tubuh, pikiran, dan hati :

- Mempuasakan mata dengan menahannya dari pandangan kepada sesuatu yang tercela dan dibenci syariat serta melalaikan Allah SWT.

- Mempuasakan lidah dengan memeliharanya dari berbicara tanpa arah.

- Mempuasakan telinga dari mendengarkan segala sesuatu yang haram dan makruh.

- Mempuasakan tangan dari mendzalimi orang lain, mengambil sesuatu yang bukan haknya, serta melakukan perbuatan yang dilarang syariat.

- Mempuasakan kaki dari berjalan ke arah yang diharamkan oleh Allah SWT.

- Mempuasakan hati dari penyakit-penyakit ruhiyah seperti dengki, iri, marah, kecintaan pada dunia.

- Menjaga pikiran dari membayangkan hal-hal yang disenangi syahwat dan dibenci syariat.


5. Memperbanyak amal shalih 


Mengisi hari dengan aktifitas-aktifitas positif yang bernilai ibadah seperti memperbanyak tilawah Al-Qur’an, berdzikir kepada Allah, shalat sunnah, tafakur, mengkaji ilmu-ilmu agama, memperbanyak infaq, dan lain sebagainya.


2/3 Ramadan sudah berlalu, masihkah kita berleha leha mengulur waktu hingga ramadan berlalu tanpa bekas dan tanpa arti?

Jika tak ingin merugi, belum terlambat segera memperbaiki diri. Masih ada 10 malam terakhir yang penuh perjuangan guna meraih ampunan, diantaranya lailatul qadar. 


Semoga di akhir Ramadan kita termasuk orang orang yang memperoleh ampunan.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!