Sunday, June 10, 2018

Latah Tiktok Melanda Generasi


Oleh : Salsabila Maghfoor

Koordinator Penulis


Sudah menjadi fenomena yang viral hari ini, dimana anak-anak muda di sekitar kita semakin intens terpapar trend tiktok yang sedang booming. Adalah suatu kekhawatiran yang wajar, manakala virus ini semakin meluas, berikut dampak dan pengaruhnya yang juga berisi konten-konten yang nampak kurang sesuai untuk anak-anak. Kebanyakan anak-anak kita memanglah masih memandang hal ini sebagai suatu hiburan dan aktivitas yang iseng-iseng saja. 


Tidak hanya tiktok, sebelumnya telah bertengger banyak aplikasi serupa yang bertujuan untuk hiburan di mata anak-anak muda. Sebut saja musically, smuule, snapchat, dan lain sebagainya. Di satu sisi, ini adalah bisnis yang menguntungkan bagi para founder dan pembuatnya. Bisnis yang menjanjikan, dimana pasarannya sangatlah menjanjikan. 


Kita tidak bisa menyalahkan pembuat aplikasi tersebut secara mutlak, karena memang tujuan pembuatan aplikasi itu pastilah didasari banyak pertimbangan. Namun persoalannya kemudian manakala ia dijadikan ajang munculnya perilaku yang kurang pantas bahkan menyimpang, agaknya ini yang mengkhawatirkan. 


Batas pemahaman anak-anak kita mestilah dikuatkan. Apa yang memang mubah/ diperbolehkan ini bisa saja menjadi haram untuk digunakan manakala ia ternyata menjauhkan kita dari pondasi kebenaran sebagai seorang muslim. Kita tentu pernah menemui, aplikasi ini kemudian dijadikan sebagai ajang untuk menyelewengkan ajaran agama seperti sholat misalnya, dengan diiringi musik dan sebagainya mereka merasa dengan bebas mempermainkan gerakannya. Hal yang juga membuat miris secara moral, adalah manakala pengambilan video tiktok itu dilakukan saat momen ketika ada orang yang meninggal, atau dalam momen musibah yang mendalam, misalnya. Hal ini sudah barang tentu menimbulkan kegeraman para warganet yang melihatnya.


Perlu kita ketahui bersama, negara kita saat ini telah sedang dan akan menghadapi lonjakan demografi yang cukup meningkat. Dimana, usia pemuda dan usia produktif masyarakatnya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah usia lanjut. Hal ini tentu tidak bisa memberikan dampak positif dan juga negatif tergantung pada penyikapannya. 


Bila pemerintah secara serius memahami ini sebagai suatu potensi yang memungkinkan untuk dikembangkan dan diberdayakan, maka kita sudah pasti akan mampu meraih banyak kesempatan perubahan yang lebih baik lagi dalam segala bidang. Kita bisa mempersiapkan generasi muda ini sebagai sosok-sosok pemimpin masa depan yang akan menduduki tampuk kekuasaan, lantas memimpin dengan sebaik-baiknya seorang pemimpin. 


Namun sebaliknya, bila pemerintah tidak serius mengambil peranan ini, maka sudah pasti kesempatan serupa akan diambil alih oleh para korporat yang juga ingin memanfaatkan keadaan. Terbukti dengan banyaknya kemunculan hal-hal yang baru dalam dunia entertaint yang mana ini semua ditujukan untuk generasi muda. Memang, secara kasat masa mereka menginginkan keuntungan secara materi, namun lebih jauh lagi ternyata ada semacam upaya pelumpuhan generasi yang secara sistemastis dilakukan. 

Banyaknya hiburan yang ditujukan bagi generasi muda seringkali juga disisipkan paham-paham yang rusak dan merusak. Sebut saja gaya hidup bebas liberális, gaya hidup sekuleris, hedonis, dan lain sebagainya. Tentu para Ibu muslim di luaran sana begitu mengkhawatirkan ancaman ini. Semua yang dipaparkan ini lama-kelamaan akan mampu mengikis keimanan para pemuda muslim.


Ini yang mesti kita sadari saat ini. Harus ada semacam upaya penyadaran yang sistematis untuk menangkal virus bebas yang dipaparkan saat ini. Kesadaran ini mesti dimiliki oleh setiap mereka yang mengaku pejuang dakwah di akhir zaman, untuk semakin tergerak melakukan perbaikan dan mengambil peranan yang mendominasi ditengah Ummat. Menyeru kepada yang ma’ruf serta mencegah dari yang munkar merupakan keharusan setiap muslim.


Terakhir, Rasulullah pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, beliau berkata : “Tiada lurus iman seorang hamba, hingga lurus terjaga hatinya. Dan tiada lurus hatinya, hingga terjaga lidahnya” Dan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat”.


Hadanallah waiyyakum Shaalihul A’mal



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!