Sunday, June 3, 2018

Kebrutalan Dalam Peperangan, Adakah Dalam Peradaban Islam?


Oleh : Siti Roikhanah


Setiap peperangan selalu membawa korban. Tapi wajarkah jika korban perang itu sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak? Wajarkah jika serangan nuklir itu di arahkan ke pemukiman penduduk dan fasilitas umum? Wajarkah peperangan yg menutup semua akses bantuan untuk korban perang?


Peradaban siapa yang mngijinkan kebrutalan ini terjadi???


Korban perang di Ghouta-Suriah sejak pecah tahun 2013 telah menelan korban 470.000 jiwa tmasuk prmpuan dan anak-anak, 5 juta orang melarikan diri, 12 juta mengungsi, 400.000 warga Ghouta terperangkap tidak bisa memperoleh makanan, minuman dan obat- obatan (data SCPR). Jelas ini bukan sekedar perang tapi termasuk  pemusnahan.


Islam sepanjang peradabannya hampir 14 abad, tdk pernah melampaui batas dalam peperangan.Tidak semata-mata di pimpin oleh komandan perang yang bertakwa, lebih dari itu karena Islam memiliki adab dalam peperangan.


Sebagaimana sabda Rasul Saw. saat melepas pasukan perang: "Jangan membunuh orang tua, perlakukan tawanan dg baik, anak-anak kecil dan perempuan".


Dalam hadis lain dilarang merusak bangunan, tempat ibadah, pepohonan juga hewan ternak, Subhanallah.


Tercatat dalam sejarah tentang keindahan peradaban Islam, salah satunya penaklukan Konstantinopel.


Saat Muhammad Al Fatih mendapatkan kemenangan dari peperangan itu, apa yg beliau lakukan? Beliau menemui penduduk konstantinopel yang mayoritas umat Kristen, mereka para perempuan, anak-anak juga para pendeta bersembunyi dalam Gereja dengan penuh ketakutan. Saat Al Fatih mendekat apa yang beliau katakan?


 "Jangan takut, kita adalah satu bangsa, satu tanah dan satu nasib, kalian bebas  meyakini agama kalian" ujarnya ramah dan disambut oleh penduduk dengan gembira.


Mereka tidak menyangka akan selamat dari pasukan sang penakluk. Seperti itulah kebahagiaan yang dirasakan saat di sentuh oleh orang-orang yang hidup dalam peradaban Islam. Ini juga dirasakan penduduk Mekkah -berupa rasa aman- saat Rosul melakukan Fathu Mekkah, saat Sholahudin Al Ayubi menaklukkan Yerussalem, dan dalam peperangan-peperangan yang lain.


Adab perang hanya di miliki peradaban Islam bukan peradaban yang lain.


Tidakkah ini semakin mnguatkan kita untuk segera mencampakkan peradaban Kapitalis? Dan tidakkah ini semakin menguatkn kita untuk terus berjuang mengembalikan Khilafah yang darinya bisa  terbangun kembali peradaban Islam?

Penulis : Siti Roikhanah



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!