Sunday, June 10, 2018

Kampus Radikal



Oleh : Retno Hanifah


Bun, sudah dengar belum kalau Menristekdikti Mohammad Natsir menyatakan ada 7 kampus  negeri ternama yang terpapar radikalisme menurut BNPT ?   7 kampus itu diantaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Brawijaya (UB).  

.

.

Wah, itu kan kampus-kampus bonafide yang selalu menjadi impian calon mahasiswa untuk bisa masuk kesana....

.

.

Diantara bunda adakah yang merasa khawatir dengan berita ini?  “Waduh,  anak saya kuliah disitu tuh.  Jangan-jangan ikut terserang virus radikal.”

.

.

Saya termasuk alumni salah satu kampus tersebut.  Sekitar tahun 2003 ada seorang teman dari kampus Islam di Lamongan yang berkunjung ke kampus kami.  Mereka kemudian mengatakan, “Masya Allah ITS jauh lebih islami daripada kampus kami.  Di kampus kami, mahasiswi biasa melepas kerudung ketika keluar gerbang kampus.”  

.

.

Hal yang menarik saya alami saat pengkaderan  (ospek) di kampus.  Kakak angkatan yang laki-laki menjaga diri untuk tidak menyentuh para peserta perempuan dalam kondisi apapun.  Penghormatan terhadap prinsip-prinsip beragama pun sangat terasa.  

.

.

Namun, mengapa ya kampus-kampus ini malah dilabeli radikal?  Memangnya  radikal itu apa sih?  

.

.

Menurut www.kbbi.we.id, radikal adalah 1.  Secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip) 2.  Amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan), 3.  Maju dalam berpikir atau bertindak.  Jadi kalo menurut kbbi kata radikal sebenarnya tidak berkonotasi negatif.

.

.

Beda lagi dengan pengertian radikal menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).   Kalo menurut  Ketua BNPT, Ansyad Mbai seperti yang dilansir oleh Tribunnews.com, yang dimaksud radikal  adalah kelompok yang bertujuan mendirikan khilafah di Indonesia.  

.

.

 Adapun Direktur Wahid Institute, Yenni Wahid menyebutkan bahwa mahasiswa yang direkrut ini gencar mengekspresikan kepedualiannya, misalnya tanggap mengumpulkan dana dukungan atau bakti sosial untuk Palestina dan sebagainya.   Nah lho... 

.

.

Khilafah Ajaran Islam

.

.

Pembahasan Khilafah memang sedang booming di Indonesia belakangan ini.  Dulu orang masih susah menyebut Khilafah, khilafiah dan khofifah.  Namun sekarang sudah fasih menyebutkan kata khilafah terlepas pada persepsi positif atau negatif yang melingkupinya.  

.

.

Memangnya apa sih khilafah itu? Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia.  Khilafah adalah sebuah model negara yang menerapkan aturan islam dalam seluruh aspek kehidupan.  

.

.

Masalah kewajiban menerapkan Islam secara kaffah banyak disebutkan dalam Alquran dan hadist Rasulullah saw.  Salah satu diantaranya adalah :

.

.

Rasulullah saw bersabda, “Dulu Bani Israel diutus dan dipelihara oleh para nabi.  Setiap kali seorang nabi meninggal, nabi  yang lain menggantikannya.  Sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku dan akan ada para Khalifah, yang berjumlah banyak.“  Para sahabat bertanya, “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?”  Rasulullah saw bersabda, “Penuhilah baiat yang pertama, yang pertama saja dan berikanlah kepada mereka hak mereka.  Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa yang mereka urus.” (HR Bukhari Muslim)

.

.

Jadi menuduh orang atau kelompok yang memperjuangkan Khilafah adalah radikal, tentu sangat tidak relevan.  Karena masalah Khilafah jelas ada dasar hukumnya dalam Islam.  Adapun konsep Khilafah diterapkan di indonesia atau tidak, itu masalah lain.

.

.

Lagi pula kalo kita perhatikan, kelompok yang menyuarakan khilafah ini tidak pernah menempuh jalur kekerasan.  Penyebaran pemikiran mereka, dilakukan secara terbuka dalam ruang-ruang diskusi yang bisa diikuti siapa saja.  Dan yang perlu kita ingat, ini adalah wacana dakwah.  Bagi kelompok-kelompok ini, diskusi mereka diterima ya Alhamdulillah, ditolak ya sudah.  Tidak kemudian memaksakan kehendak untuk bisa menerima pendapat ini.  

.

.

Kalopun ada yang menyimpang,  memperjuangkan khilafah dengan kekerasan, mereka biasanya berafiliasi dengan ISIS.  Dalam sebuah forum, Hillary Clinton pernah menyatakan bahwa ISIS adalah buatan amerika.  Maka bisa dipastikan metode dakwahnya menyimpang dari apa yang dicontohkan Rasulullah saw.

.

.

Radikal Hanya DiSematkan Pada Islam

.

.

Jika kita lihat, makna radikal yang cenderung negatif, hanya disematkan pada muslim yang ingin memegang teguh agamanya.  Jika halal dikatakan halal, jika haram dikatakan haram.  Tidak ada kasus penyebutan radikal terhadap instansi yang nyata-nyata melakukan kekerasan, jika dia bukan berasal dari komunitas muslim.  

.

.

Mereka mengatakan jika memiliki paham radikal (baca : taat agama secara total), akan memicu tindak terorisme.  Maka bunda bisa melihat bagaimana perlakuan aparat dan masyarakat terhadap orang-orang yang terlihat taat beragama.  Seperti dalam video yang menggambarkan seorang santri yang dipaksa membongkar isi kardus yang dibawanya dan seorang muslimah berniqob yang diamankan di terminal bus.  

.

.

Opini tentang radikalisme dan terorisme ini akhirnya menghembuskan penyakit Islamophobia di tengah masyarakat.  Rasa takut terhadap Islam.

.

.

Ah, yang benar saja.  Masa sebagai muslim, kita justru takut melaksanakan aturan agama sendiri.  Atau bahkan berfikir, biarlah anak saya jadi anak biasa-biasa saja.  Nggak perlu memakai jilbab, biarlah mereka pacaran, nggak usah ngaji, nggak usah terlalu taat agama.  Nanti malah direkrut teroris.  

.

.

Na’uzubillahi min zalika.  Semoga meluapnya informasi yang menyudutkan Islam dan kaum muslimin tidak menggoyahkan ketaatan kita pada Allah SWT.


-----------------------------


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!