Monday, June 4, 2018

Jika Mudikmu Tak Kembali



Oleh: Nayla Sosro


Lebaran masih separuh perjalanan di ramadhan tahun ini, namun tak sedikit yang sudah memulai untuk mudik, dengan berbagai alasan, harga tiket yang masih terjangkau, tidak mau berdesak – desakan, menghindari macet, biar lama di kampung, dan seribu satu alasan yang lainnya.


Semua mulai di persiapkan, mulai dari menghitung jumlah anggota keluarga yang mudik, berapa lama di kampung, akan ke mana saja selama di sana dan lain sebagainya, hal  tersebut akan berpengaruh terhadap, tas yang akan di bawa, cukup satu yang kecil, sedang atau yang malah yang super besar, hingga mampu menampung seluruh pakaian keluarga yang mudik.


Yang paling penting untuk menyiapkan berapa lembar kira – kira baju yang akan di bawa ketika mudik, dan segudang persiapan  yang lain, yang akan menunjang kenyamanan saat mudik dan saat berada di kampung nanti, semua di persiapkan  dengan matang, sebaik mungkin.


Bahkan bagi emak – emak, saat akan mudik, saat yang agak rempong, emak- emak sudah menyiapkan baju plus pernak perniknya, dengan warna yang senada, dari ujung rambut sampai ujung kaki,  agar tetap tampil cantik dan mempesona saat lebaran nanti, tak peduli puasa atau tidak, tak mau tahu sudah berapa juz alquran di baca, yang penting cantik. Dan tentu  tak ketinggalan  untuk baju lebaran anggota keluargapun sudah tersedia,  dan sudah di setrika dengan wangi sepanjang waktu, padahal lebaran masih lama.


Masalah dana jangan di tanya, sudah di sisihkan jauh – jauh hari, tersimpan rapi dan aman di tempat yang layak  dan tak terjamah apalagi tersentuh, ya..semua di siapkan dengan matang dan sesempurna mungkin.


Itu untuk belakal kita mudik sesaat saja, ketika kita msih hidup di dunia, kita sudah berusaha mati-matian menyiapkannya, agar ketika kita mudik tidak ada hambatan yang berarti, apalagi lagi ketika kita mempersiapkan bekal untuk kita pulang ke akherat nanti, kampung halaman yang abadi, yang tidak akan kita bisa kembali lagi kedunia, selayaknyalah dan seharusnya, bekal itu kita siapkan sebanyak mungki dan sebaik mungkin, jauh – jauh hari.


Ketika   kita pulang, meninggalkan dunia ini, kita berharap  berada di tempat yang terbaik, karena amal terbaiklah yang kita bawa, yanga akan membawa kita berada di syurgaNYA,  karena amal yang tidak akan pernah terputus bagi anak adam, yaitu, anak yang sholeh dan sholehah, ilmu yang bemamfaat dan amal jariyah.


Mari  persiapkan bekal itu, jauh – jauh hari, jangan menunggu usia senja, karena kita tidak akan pernah tahu, kapan kita akan di jemput malaikat maut untuk  bawa kita pulang, ya..pulang, karena pada hakekatnya kita hidup di dunia ini adalah perantau, untuk mencari bekal terbaik, untuk kepulangan kita nantinya, karena  kita yakin dan sadari sepenuhnya, kita akan kembali pulang, dan tak akan pernah kembali lagi.


 




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!