Wednesday, June 6, 2018

Jika Aku Tanpa Hidayah


Oleh: Mira Rahmatul Jannah, S.Pd.I


Kompas dan peta. 

kebayang apa yang terjadi jika sebuah perjalanan tanpa itu?


Iya, pasti perjalanan akan ambul radul dan kacau balau. Rentetan musibahpun menambah daftar inventaris. 


So, bisa kebayang kan sobat, bagaimana hancurnya hidup tanpa Islam? dengan hidayah Al Qur an sebagai petunjuk or rambu-rambu lalu lintas samudera kehidupan yang panjang? 


Alhamdulillah, Tsumma Alhamdulillah. 


Anugerah terindah, nikmat tak terkira, ketika hidup bersama Kompas Ilahi itu.


Karena berbicara tentang hidayah berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan setiap insan. 


Betapa tidak, hidayah adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. 


Sehingga barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorangpun yang mampu mencelakakannya.


Allah Ta’ala berfirman:


{ ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﻬُﻮَ ﺍﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻱ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮُﻭﻥَ }


“ Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat) ” (QS al-A’raaf: 178).


Walau hidup ini penuh dengan onak dan duri, tantangan dan rintangan terus datang silih berganti, tapi selalu ada solusi Islam untuk dijalani.


Hidayah Allah berupa tuntunan dari Alquran bukanlah untuk mengekang dan menghambat aktivitas. Tapi Allah ingin mengatur hajatul udhowiyah (kebutuhan jasmani) dan gharizah (naluri) yang Allah ciptakan ada pada diri ini agar tidak salah jalur. 


Apalagi hidup di jaman ini yang notabene episode terakhir kehidupan. Jika tidak punya pegangan yang kuat, Pasti akan tergelincir dalam kubangan maksiat. Seperti menggumbar aurat, pergaulan bebas, riba, durhaka pada kedua orang tua,  dll yang mendatangkan murka Allah. 

Na'uudzubillahi min dzalik.


Tak luput diri ini terus dan terus memanjatkan puji dan syukur kepada-Nya. Yang dengan cahaya hidayah-Nya menyelamatkan diri dari fatamorgana dunia ini. 

Subhanallah wa Alhamdulillah. 


Sobat! 

Hidayah tidak mungkin datang jika ia hanya dinanti. Karena Allah tidak akan memberikan hidayah, tanpa manusia itu mencari sebab-sebab datangnya hidayah tersebut. 


Bersegeralah Sobat, menjemput hidayah yang Allah sediakan untuk hamba-Nya dalam meraih kemuliaan. Mumpung kita masih diberi kesempatan berada di bulan ramadhan ini. 


Jika sobat sudah mengambil hidayah itu, jangan berbalik arah ya sobat! 


Ingat pesan Imam Syafi'ie 

"Ketika engkau sudah berada di jalan yang benar menuju Allah, maka berlarilah. Jika sulit bagimu, berlari kecillah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Jika itu tidak mampu, merangkaklah. Namun jangan pernah berbalik arah atau berhenti.


Adalah nikmat berharga bersama Hidayah-Nya. Yang menjadikan diri bagai Mutiara permata di dasar samudera, memiliki Izzah menggapai Syurga. 


Syukur pada-Mu Ya Rabb 'Alamiin 


Wallahu A'lam bish-shawwab



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!