Monday, June 4, 2018

Jangan Biarkan Lailatul Qadar Berlalu Darimu


Oleh : Rindoe Arrayah

       

Terdapat suatu malam yang selalu dirindukan kedatangannya di bulan Ramadhan, yaitu malam Lailatul Qadar. Peristiwa ini terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan sebagaimana sabda  Nabi SAW, "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan." (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)


Terjadinya Lailatul Qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi SAW, "Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari no. 2017)


Kapan tanggal pasti Lailatul Qadar  terjadi? Ibnu Hajar Al Asqolani telah menyebutkan empat puluhan pendapat ulama dalam masalah ini. Namun, pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada adalah Lailatul Qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan waktunya tidak menentu, berpindah-pindah setiap tahunnya. Para ulama mengatakan bahwa hikmah Allah menyembunyikan tentang kepastian tanggal terjadinya Lailatul Qadar adalah agar umat Islam bersemangat untuk mencarinya.


Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, "Ada beberapa dalil yang membicarakan tanda-tanda Lailatul Qadar, namun semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu."


Salah satu di antara dalil itu berasal dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan." (HR. Al Baihaqi)


Oleh karena itu, tidak perlu mencari-cari tanda Lailatul Qadar karena kebanyakan tanda yang ada muncul setelah malam terjadi. Hal yang harus dilakukan adalah memperbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan agar mendapati malam penuh kemuliaan tersebut.


Malam Lailatul Qadar banyak diburu dikarenakan terdapat beberapa keutamaan di malam itu, diantaranya adalah:

Pertama, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan kemuliaan. Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al Qadar ayat 3-5 yang artinya, "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."


Abu Hurairah berkata, "Malaikat akan turun pada malam Lailatul Qadad dengan jumlah tak terhingga. Malaikat akan turun membawa kebaikan dan keberkahan sampai terbit fajar."


Kedua, malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.

An Nakho'i mengatakan, "Amalan di Lailatul Qadar lebih baik dari amalan di seribu bulan."

Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah sholat dan amalan pada Lailatul Qadar lebih baik dari sholat dan puasa di seribu bulan yang tidak terdapat pada malam Lailatul Qadar. 


Ketiga, menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan sholat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, "Barangsipa melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."


'Aisyah ra menceritakan, " Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya."

 

Menghidupkan malam Lailatul Qadar pun tidak hanya dengan sholat, bisa juga dengan dzikir dan tilawah Al Qur'an.


Terkhusus, bagi wanita yang sedang haidh tetap bisa menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh Dhohak, "Bagaimana pendapatmu dengan wanita yang sedang nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya tidak lalai dalam dzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari Lailatul Qadar?" Ad Dhohak pun menjawab, "Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut."


Berdasarkan penjelasan di atas, wanita nifas, haidh dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian malam Lailatul Qadar. Akan tetapi, karena wanita haidh dan nifas tidak melaksanakan sholat, maka mereka boleh melakukan amalan ketaatan lainnya, yaitu memperbanyak dzikir, istighfar dan do'a.


Semoga kita bisa meraih malam Lailatul Qadar yang penuh dengan kemuliaan, lebih baik dari seribu bulan. 


Wallahu 'alam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!