Friday, June 8, 2018

Istimewa untuk Siapa?


Oleh: Pita Aurum

(Member Writing Class With Has)


Siapa manusia yang tidak menyukai keistimewaan  ? Di hadapan orang-orang selalu ingin tampil perfect tanpa cacat sedikitpun agar nampak istimewa. Berbagai carapun ditempuh demi pengakuan eksistensi diri. Tak ada yang salah jika ingin berusaha menjadi baik atau memberikan yang terbaik untuk orang lain, namun sebaik apapun kita pasti akan ada orang yang tidak suka. Jangankan kita manusia biasa, Nabipun yang  utusan Allah pernah ditolak dakwahnya dengan hinaan, cacian, bahkan pemboikotan selama 3 tahun

Sangatlah keliru jika hidup hanya diisi dengan cara  semata-mata untuk memperoleh gelar istimewa dimata manusia. Segala sesuatu yang diakukan baik buruknya ditimbang dengan pendapat manusia. Jika budaya maksiat dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang baik, maka diri yang mengejar penilaian manusia akan melakukannya sekalipun itu perbuatan yang dilarang agama.  Sebagaimana trend wanita berpakaian di masa kini, berhijab tapi tetap membentuk lekukan tubuh, bukannya menutupaurat tapi membungkus aurat, hal ini tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan syariat tapi tetap dilakukan karena dianggap gaul di tengah-tengah masyarakat. Begitupula budaya pacaran  kini merupakan hal yang wajib dilakukan karena menjadi joblo adalahkutukan padahal  sangatlah jelas pacaran merupakan jembatan menuju pinyu perzinahan. Sekalipun setiap pacaran tidak berujung zina tapi setiap perzinaan bermula dari hubungan pacaran. Sebaliknya ketika berupaya menentang arus menjadi taat padaNya dan hanya mengharapkan ridhoNya malah menuai hujatan sok alim,sok suci.

Lalu apa yang bisa diharapkan dari penilaian manusia? Apakah mereka bisa membebaskan kita dari siksaan api neraka?  Apakah dengan mengikuti gaya hidup maksiat akan membawa kita pada surgaNya? Karena hidup adalah pilihan maka pilihlah pilihan yang dapat membuatmu istimewa dihadapanNya. Menjadi istimewa berarti memilih menjadi minoritas karena orang yang istimewa itu sedikit, hanya sedikit orang-orang yang mau berhijrah dibanding yang belum berhijrah, hanya sedikit yang taat dibanding yang tidak taat, hanya sedikit yang mendakwahkan islam daripada yang tidak berdakwah dan lebih sedikit pula yang berjuang untuk kemuliaan islam daripada yang tidak turut berjuang. Bagitupun diakhirat kelak peghuni nerakapun sangat banyak.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ


"Dan kami (Allah) telah jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia; mereka memiliki qulub (jantung) akan tetapi jantungnya tidak mereka gunakan untuk memahami; mereka memiliki mata tapi tidak mereka gunakan untuk melihat; dan mereka memiliki telinga akan tetapi tidak mereka gunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka layaknya binatang ternak, bahkan lebih rendah daripada itu, dan merekalah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A’raaf, 179)



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!