Wednesday, June 6, 2018

Istighfar Dan Keutamaannya


Oleh : Vivin Indriani (Member Komunitas Revowriter)


Manusia tidak akan pernah bisa lepas dari dosa dan kesalahan. Mulai dari pagi hari kala dia membuka mata, hingga saat dia menutup kembali mata dimalam hari, peluang melakukan dosa dan kesalahan senantiasa ada pada dirinya. Bahkan jika terkait dengan hak anak adam lainnya, manusia berpotensi mengalirkan dosa jariyah, dosa yang tetap mengalir meski ia telah rehat menutup mata.


Islam telah memahami bahwa manusia adalah tempat salah dan lupa. Oleh karenanya maka  Islam memberikan suatu pengaturan bagi orang-orang yang berdosa hendaknya melakukan taubat. Anas Bin Malik radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ. رواه ابن ماجه

Artinya: "Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan sebaik-baiknya orang yang melakukan dosa adalah orang-orang yang bertaubat". 

(HR. Ibnu Majah, no. 4251, hadits hasan).


Membaca Istighfar adalah salah satu cara bagi anak Adam untuk melakukan pertaubatan dan memohon ampunan Allah SWT. Namun disamping sebagai sarana pertaubatan, ternyata istighfar juga meiliki keutamaan mempermudah datangnya rizki dan pertolongan di saat manusia berada dalam kondisi sempit.


Berikut ini beberapa keutamaan membaca istighfar :

1. Istighfar sebagai sebab pengampunan dan penghapus dosa-dosa. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah orang yang banyak bertaubat.(HR. At-Tirmidzi, hasan).


"Dan, barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

(QS. An Nisaa: 110)


2. Istighfar dapat melapangkan rizki seorang hamba.

Maksiat dan dosa bisa menyebabkan terhambatnya rizki seorang hamba.


Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa.


“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.


Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.


Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.


Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.


Kemudian setelah itu Al Hasan Al Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Riwayat ini disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari, 11: 98)

Istighfar juga bisa mempermudah seseorang ketika berada dalam kondisi sempit dan kekurangan. Istighfar akan menghapus dosa dan kesalahan anak Adam, dimana dosa dan kesalahan inilah penyebab penyakit hati, kesempitan hidup, serta penyebab seseorang berada dalam kesulitan tanpa ada pertolongan. 


Maka apalagi yang kita tunggu, perbanyaklah istighfar dibarengi dengan permohonan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah. Dengan keikhlasan dan rasa penyerahan diri kepada Allah akan dosa-dosa dan berazzam kuat untuk tidak mengulangi dosa dan maksiat, in sya Allah pertolongan Allah akan segera datang menghampiri kita. Bukankah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!