Tuesday, June 5, 2018

Islamophobia Kian Meraja, Kini Menyasar Mahasiswa



Oleh : Iyatia Yulian (Komunitas Revowriter) 


Direktur dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli mengatakan, hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) sudah terpapar paham radikalisme. (cnn.indonesia)


Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Radikal berarti mendasar atau mengakar. Sementara Isme adalah suatu faham.  


Sebenarnya istilah Radikal ini bisa disematkan pada siapa saja, ras ataupun agama mana saja. Tapi, hebatnya hari ini, framing buruk Radikalisme dilekatkan pada islam dan para aktivisnya.


Berbagai julukan di sematkan pada islam. Islam agama teror, islam sarang teroris dan sejenisnya. 


Di negri mayoritas muslim dengan jumlah muslim terbesar di dunia, islam menjadi tertuduh. Ironis.


Setelah beberapa waktu lalu para ulama dibidik dan dikriminalisasi, kini giliran aktivis dakwah mahasiswa yang diawasi. 


Efeknya, dakwah islam makin ditakuti dan aktivisnya di jauhi. Dengan framing buruk akan Islam, akhirnya semakin banyak orangtua yang melarang anaknya mengikuti kajian-kajian keislaman. 


Sangat disayangkan, padahal kebutuhan mahasiswa amat sangat besar akan pembinaan keislaman. Seperti yang kita ketahui, mahasiswa adalah remaja yang notabene mudah terpapar budaya hedonis hingga pergaulan bebas. 


Seharusnya pemerintah merasa terbantu dan berterimakasih kepada para aktifis dakwah yang telah meringankan tugas pemerintah dalam pembentukan karakter generasi bangsa (yang baik).


Memberikan apresiasi berupa dukungan dan kepercayaan. Bukan malah menyematkan framing negatif kepada ajaran islam dan pengembannya.


Sebagaimana firman Alloh SWT. 


"Dan hendaknya ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebajikan dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung" (Qs. Ali Imran 104) 


Waullohu a'lam bishowab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!