Wednesday, June 13, 2018

Inspirasi Ramadan #9 Kisah Teladan


Hadiah Lebaran Dari Surga Untuk Cucu Rasulullah SAW

oleh : DiNie PraNaningrum


Sedih, berapa hari lagi Ramadan akan meninggalkan kita. Mengakhiri Ramadan dengan kebaikan tentunya menjadi harapan setiap Muslim. Namun diiringi bahagia yang membuncah karena Lebaran yang dinanti-nanti segera menjumpai. Semua orang bersuka-cita menyambut kedatangannya. Ada yang mulai membersihkan rumah dengan mengecatnya agar terlihat baru, membuat aneka macam kue lebaran, mudik ke kampung halaman, menyiapkan baju baru dan lain sebagainya.


Benar, datangnya Lebaran / Hari Raya Idul Fitri, seolah sepaket dengan semua tradisi tersebut, salah satunya mengenakan busana terbaru untuk memberikan penampilan terbaik di hari kemenangan. Hingga kini tradisi mengenakan baju baru ini masih berlaku disemua kalangan umat Muslim, terutama bagi anak-anak. 


Namun tahukah Sahabat, bahwa dahulu putri Nabi Muhammad SAW, Fatimah Az Zahra ra sempat bersedih karena tidak bisa membelikan busana baru untuk Lebaran bagi kedua putra tercintanya, yakni Hasan bin Ali ra dan Husain bin Ali ra.


Kala itu, Hasan dan Husain yang masih kanak-kanak merasa sedih karena hanya mereka berdua yang belum memiliki busana terbaru untuk dipakai di hari Lebaran yang penuh suka cita. Tambahlah rasa sedih keduanya, karena keduanya melihat anak-anak di seantero Madinah sudah bersiap menyambut Idul Fitri dengan busana terbaru terbaik mereka masing-masing. 


Hingga akhirnya keduanya memberanikan diri bertanya kepada sang Ibunda, mengapa mereka berdua belum memiliki pakaian Lebaran padahal Idul Fitri sudah di depan mata. 


 “Wahai Ibunda, teman-temanku telah menyiapkan baju baru untuk menyambut datangnya hari Raya, mengapa ibunda belum menyiapkan untuk kami?”

Sang Ibunda, Fatimah Az Zahra menjawab dengan tersenyum, “Sesungguhnya baju kalian sudah ibu siapkan, sekarang masih berada di tukang jahit.”

Mereka berdua kemudian memeluk sang ibunda dengan bahagia.


Hari demi hari terus berjalan, hingga malam Hari Raya telah tiba. Namun, pakaian baru untuk Hasan dan Husain pun belum juga nampak. Mengalami kondisi seperti itu, sontak Fatimah pun hanya bisa menangis karena pada kenyataannya ia sendiri tidak memiliki uang untuk membeli baju Lebaran untuk kedua putra tercintanya tersebut. 


“Wahai Ibunda,  apakah baju baru kami sudah siap?” Ucap Hasan Husain


Fatimah hanya terdiam dan berusaha menenangkan mereka. Hati beliau sangat sedih melihat keduanya putranya.

Namun, pertolongan Allah tentunya selalu bersama hamba-hamba-Nya yang beriman. Tidak lama kemudian, secara tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Fatimah.


 “Tok tok tok”.  Fatimah pun bergegas menuju pintu, sambil berkata, “Siapa?” Kemudian, Fatimah pun menghampiri pintu seraya bertanya bingung melihat tamu yang datang karena ia merasa tidak kenal dengan tamu yang datang tersebut.

 

“Wahai putri Rasulullah, saya adalah tukang jahit. Saya datang membawa hadiah pakaian untuk kedua putramu,” ujar sang tamu misterius dengan membawa sebuah kotak yang telah dihias rapi lalu diberikan kepada Fatimah. 


Fatimah segera membuka kotak tersebut dengan bahagia. Beliau melihat di dalamnya terdapat dua setel baju gamis, dua celana, dua mantel, dua sorban dan dua pasang sepatu hitam yang semuanya terlihat indah. Sontak, hati Fatimah pun berbunga dan memanjatkan syukur. Lalu memanggil kedua putera tercintanya dan memakaikannya kepada mereka.


Keesokan harinya Rasulullah saw. datang berkunjung dan melihat kedua cucunya sangat ceria dengan busana baru mereka yang indah. Rasulullah pun tentu merasa senang melihat kedua cucu tercintanya, tampak rapi dan gembira dengan busana baru tersebut. Rasulullah saw. mendekati mereka lalu menggendong dan menciumi mereka. 


Kemudian Rasulullah saw. bertanya kepada Fatimah, 


“Apakah engkau melihat tukang jahit tersebut?”


Fatimah menjawab, “Ya, aku melihatnya.”


Lalu Rasulullah saw. menjelaskan kepada putrinya, “Dia bukanlah tukang jahit, melainkan Malaikat Ridwan penjaga surga yang datang membawakan hadiah busana untuk Hasan dan Husain.”


Fatimah ra berbahagia mendengarnya, karena kedua puteranya tidak hanya menggunakan baju baru, tapi busana terbaik dari surga yang dibawa oleh malaikat.”


***************************************************************

Masya Allah, bahkan malaikat pun ikut bersedih ketika cucu Rasulullah tak bisa memakai busana baru di hari Lebaran. Namun Sahabat, esensi Lebaran Idul Fitri bukan pada busana atau segala hal serba baru. Namun pada ketaatan dan ketaqwaaan yang semakin tunduk dan patuh kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.


Sahabat, tetap bersyukur dan penuh ketaqwaan ketika dihari nan fitri bisa mengenakan busana baru. Pun tetap bersabar dan qona’ah ketika busana lama masih menghiasi diri di hari nan fitri. 


Gudeg City, Malam 29 Ramadan 1439H


Sumber Referensi :

https://m.liputan6.com/ramadan/read/3003056/kisah-baju-lebaran-cucu-rasulullah-pemberian-malaikat

https://lifestyle.okezone.com/read/2017/06/20/194/1721088/kisah-cucu-rasulullah-saw-bersedih-tak-punya-baju-baru-untuk-lebaran


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!