Saturday, June 9, 2018

Ikhlas


Oleh : Fatur


Ikhlas adalah seorang muslim menjadikan semua amalnya karena Allah subhaanahu wa Ta’ala, yakni karena mencari keridhaan-Nya, bukan agar dilihat dan disebut namanya, ia tidaklah beramal agar diliha manusia dan agar mereka membicarakan tentang amalnya, memuji dan menyanjungnya.

Seorang muslim wajib mengikhlaskan nianya dalam setiap amal yang ialakukan agar diterima Allah, karena Allah subhaanahu wa Ta’ala tidak menerima amal selain yang ikhlas karena mengharapkan wajah-Nya. Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya, “ padahal mereka tidak disuruh kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus” (Al- Bayyinah : 5) 

  Allah Ta’ala juga berfirman, “ ingatlah, milik Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)” (Az-Zumar)

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ sesungguhnya Allah tidak menerima amal selain yang ikhlas karena-Nya dan mencari keridhaan-Nya.” (HR. Nasa’i dihasankan Syaikh Al Albani dalam Shahihul jami’ no. 1856)

Ikhlas merupakan sifat yang mesti ada pada seorang muslim, baik ia pekerja, pedagang, penuntut ilmu maupun yang lainnya. 

Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Musa ‘alaihis salam, “ Dan ceritakan (wahai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al kita (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang ikhlas dan seorang Rasul dan Nabi.” (Maryam: 51)

Dalam niat pun kita harus ikhlas, suatu ketika pada saat perang tabuk, datang 3 orang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, mereka meminta untuk mengikuti perang, namun mereka tidak memiliki perlengkapan dan senjata, pada saat itu Beliau juga tidak mempunyai perlengkapan, akhirnya 3 orang itupun disuruh pulang, mereka pun pulang dengan sedih dan mencucurkan airmata. Ketika Rasulullah shallallhu alaihi wa sallam telah berangkat perang, Beliau bersabda kepada para sahabatnya: “Sesungguhnya di Madinah terdapat beberapa orang yang kita tinggalkan, dimana tidaklah kita melewati bukt maupun lembah, kecuali mereka bersama kita (maksudnya, mendapatkan pahala seperti kita), namun mereka terhalang oleh uzur” (HR. Bukhari)

Dalam ibadah kita pun harus ikhlas, karna Allah Ta’ala menerima ketaatan dan ibadah seseorang  kecuali apabila ikhlas kepada-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda meriwayatkan firman Allah Ta’ala dalam hadits qudsi, “Aku adalah tuhan yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa yang mengerjakan amal dengan menyekutukanku yang lain bersama-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya.” (HR. Muslim)

Balasan bagi orang-orang yang ikhlas adalah, seorang muslim yang ikhlas akan dijauhi oleh setan dan tidak dibisiknya, mendapatkan pahala yang besar



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

1 comments:

Hamka Assiddiq said...

Semoga bisa menambah wawasan ya....😀

Mohon komentarnya santun dan sopan!