Tuesday, June 5, 2018

Ikhlas Dalam Berjuang


Oleh: Ana Nazahah


Bagi mereka yang melakukan perniagaan di jalan Allah, telah berazam bahwa dakwah adalah poros hidupnya. Berusaha semaksimal mungkin dalam berbuat. Karena mereka sadar, betapa urgentnya aktivitas yang mereka lakukan. 


Di tengah gaya hidup rusak jauh dari Islam. Sekulerisme menjerat seperti lintah menghisap darah. Aktivitas dakwah semakin berat. Ujian datang silih berganti, siap mematahkan harapan dan cita-cita suci. Satu persatu para pejuang berguguran. Mereka menyerah sebelum benar-benar berperang. Hanya orang-orang ikhlaslah yang bisa bertahan.


Orang ikhlas ini disebut Mukhlis, yaitu mereka para pejuang yang tak kenal kata menyerah. Karena beramal semata-mata karena Allah. Jangan terjebak frame Ikhlas itu sederhana, sebaliknya ikhlas justru menuntut lebih, berkualitas dan total.


Jadi jangan heran jika mereka tetap berjuang meski terus dipersekusi. Tetap menasehati meski tak sedikit yang mencaci. Tetap bertahan di jalan ini meski tanda-tanda kemenangan tak dijangkau mata, cukup iman di hati yang meyakini Allah tidak pernah menyalahi janji.


Mereka memiliki kredibilitas tinggi terhadap dakwah. Berusaha keras mengerahkan segala upaya. Pemikiran, harta benda. Bahkan seluruh hidupnya pun didedikasikan di jalan agama Allah semata.  


Begitulah seharusnya sikap pengemban dakwah Islam. Harus ikhlas dalam berjuang. Meraka bukanlah orang yang mengeluh dalam setiap amanah dakwah, melempar amanah ke teman dengan alasan tak berlandas.  Bermalas-malasan dalam dakwah, mudah putus asa dan menyerah jika dihadapkan dengan rintangan.


Dengan merenungi, tentunya kita bisa menilai sudah ikhlaskah kita selama ini? Sudahkah dakwah menjadi poros hidup kita? Sudah seriuskah selama ini kita berdakwah, atau hanya menjadikannya permainan belaka? Merasa tak bisa lepas dari jamaah sekaligus enggan total. Renungi lagi! Kenapa kita memilih berada di jalan ini.


Allah SWT berfirman: 


قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَإِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ


Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.


Semoga kita bisa menjadi pribadi yang Mukhlish. Yang senantiasa ikhlas dalam beramal. Dengan mempersembahkan amalan terbaik saja untuk Allah. Bukan amalan biasa ala kadarnya di waktu sisa.


Wallahua'lam bishawab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!