Saturday, June 16, 2018

GENERASI MUDA ZAMAN NOW MENJALIN SILATURRAHMI: Garis Keturunan K. Arba’ dan Ny. Arba’ (Hamina)


Desa Muangan, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.


Pagi yang cerah tidak menyurutkan langkah generasi dari Garis Keturunan K. Arba’ dan Ny. Hamina untuk melangkahkan kaki berduyun-duyun menghadiri undangan Fauzy Desa Muangan Saronggi Sumenep. Saya memanggilnya nom Usy. Yang penting enak di mulut  He he he… acara ini dilaksanan tanggal Sabtu, 16 Juni 2018 di rumah Fauzi dan Sahyati.

Awalnya mendapat undangan seperti ini. Senang sekali karena selama ini meskipun katanya saudara tapi tidak tahu kenapa kok bisa jadi saudara. Sudah dijelaskan beberapa kali oleh para tetau. Tapi tetap saja belum bisa paham seutuhnya.  Ini akan menjadi jalan memahami silsilah keluarga secara utuh. Terima kasih atau jazakallah atas ide ini. He he maaf belum Tanya menyeluruh siapa yang merancang ide ini pertama kali. Informasinya belum setajam silet.

Ketika melihat generasi ini datang berduyun-duyun. Sempat bertanya kepada seseorang yang ada di dekat saya. Memangnya mereka saudara ya? Serasa seperti bukan saudara. Itu yang bisa saya rasakan awalnya. Owh…. Begini ya rasanya kalau sudah  tahu tentang seseorang yang merupakan bagian dari saudara kita. Meskipun tak begitu dianggap seperti saudara yang ini atau yang itu. Tetap saja mereka adalau saudara kita yang berada di Garis Keturunan K. Arba’ dan Ny. Hamina. Nama Arba’ itu mengambil dari nama anak pertamnya. Jadi saya belum benar-benar sidak tentang nama siapa K. arba’ karena orang yang saya tanyakan juga tidak tahu namanya. Yang sudah saya ketahui masih istri dari K. arba’ yang katanya Ny. Hamina. Inipun ketika sidak lagi kepada generasi yang lebih tua. Katanya Hamina itu nama orang tua beliau. Jadi yang pasti belum tahu???????? He he he….

Kalau masih tanya sana-sini maka akan memakan waktu yang cukup panjang, sehingga takut basi dan tak akan layak muat. Ini hanya bagian dari kesenangan saya sering menulis setiap acara kegiatan yang itu ingin dan akan saya jadikan kenangan. Karena dengan tulisan, ketika kita lupa maka akan kita buka lagi dan akan diingat serta akan menceritakannya kepada siapapun yang bertanya. Seperti meminjam bahasanya Sayyidina Ali bin Abi Thalib salah satu sahabat Nabi Muhammad serta beliau juga adalah generasi yang ditunjuk menjadi pemimpin setelah Rasulullah wafat, pada kepemimpinan khalafaur rasyidin yang ke empat. Katanya pengikat ilmu adalah buku dan pena.

Setelah berkumpul dari berbagai sanak saudara. Akhirnya acara mulai dibuka. Meskipun masih ada yang memang tidak bisa datang sesuai dengan jenis rintangan yang menghambat perjalanan mereka.

Acara selanjutnya setelah pembukaan yaitu pembacaan tahlil secara bersama-sama yang di pimpin K. Munir. Acara selanjutnya pembacan Silsilah Keluarga yang di pimpin oleh Ust. Fauzi katanya tapi saya memanggilnya Nom usy. Ternyata K. Arba’ dan Ny. Hamina punya putra lima. Subhanallah! Keren sekali banyak. Yang pertama, Arba’/B. Asri. Kedua, Patrah/ P. Enna. Ketiga, Abdul Razak/ P. Sari. Keempat, Sunami/B. Masti. Kelima, Enek. Selanjutnya ketika  Ny. Hamina meninggal, K. Arba’ menikah lagi yang kemudian punya anak namanya. keenam, Ny. Runi. Ketujuh, K. Taha. Kedelapan, K. Shiddiq. Dan saya termasuk dari keturunan atau putra yang kedua yaitu Patrah/P. Enna. Dari semua silsilah ini yang masih hidup hingga saat sekarang ini berjumlah 150 orang. Sedangkan yang meninggal tidak terhitung jumlahnya. 

Saya mendengar kasak-kusuk dari tetua yang ternyata beliau juga turunan dari Patrah/P. Enna, katanya keturunan Patrah/P. Enna adalah keturunan paling miskin diantara saudara lainnya. Sempat tak nyaman mungkin itu fakta yang terjadi. Namun diantara tujuh bersaudara itu, keturunan Patrah/P. Enna yang paling banyak. Memecahkan rekor mury.  Subhanallah! Meskipun demikian keturunan termiskin tapi banyak dari kami keturunan Patrah/P. Enna yang lulus sarjana atau termasuk salah satu keturunan yang sangat menghargai pendidikan. Itu sekilas yang bisa saya lihat. Tapi tidak terpikir untuk menjelekkan yang lain. Itu hanya pandangan pribadi saya sebagai manusia dan mendengar cerita tetua, he he he…. Dan maaf sekali, bukan yang lain berarti tak menghargai pendidikan. Insyaallah semuanya sama. Hanya ngeyel karena dikatakan keturunan termiskin.

Dan ada juga di generasi yang pertama jadi Dosen di UTM Universitas Trunojoyo Madura namanya Faidhal. Subhanallah! Dan yang lainnya juga keren. Ada yang ahli dalam berdagang keturunan yang nomer empat. Dan keturunan yang nomer tiga juga sudah jadi PNS, namanya Totok. Dan masih banyak yang lainnya yang tak kalah hebatnya juga. 

Selanjutnya pembentukan pengurus dan penawaran apakah pertemuan kali ini akan dilanjutkan seterusnya ataukah hanya sampai saat ini. Semuanya setuju bahwa acara keluarga ini akan diadakan tiap tahun agar jalinan silaturrahmi ini tetap terjaga dengan baik. Dan yang terakhir yaitu penutup. Dan dilangsungkan dengan foto bersama sesuai dengan keturunan dari tujuh orang bersaudara. Berlanjut saling bersalaman untuk bermaaf-maafan dan yang terakhir sebelum bubar, ada acara makan bersama. Begitulah silaturrahmi, banyak mendatangkan rezeki. Tunggu reportase kami selanjutnya ya… di tahun-tahun selanjutnya. Semoga rukun dan tetap menjalin silaturrahmi.

Penulis: Titik Hidayati, M.Pd

Aktif di oraganisasi kepenulisan. (FLP Cabang Pamekasan: Berbagi berkarya Berarti)

Termasuk generasi dari Patrah/P. Enna.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!