Wednesday, June 13, 2018

Di Penghujung Ramadhan


Oleh: Murlianti


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Ramadhan yang kemarin rasanya baru disambut kini tinggal hitungan hari hendak meninggalkan kita. Semakin dekat dengan waktu perpisahan dengan Ramadhan bukannya tambah lebih kencang amalan Ramadhan nya tapi malah lebih sibuk mempersiapkan lebaran yang notabene hukumnya mubah. Sibuk belanja kue, baju lebaran, pergi keswalayan- swalayan dan pasar. Tidak disadari hal itu menyita waktu yang justru waktu yang tadinya  digunakan untuk membaca AlQur'an, mengkaji Islam, tarawih menjadi terabaikan dan terlalaikan dengan mengatasnamakan sibuk untuk mempersiapkan lebaran. Memang semua itu tidaklah dilarang dalam Islam tapi bukan berarti hal itu menjadi alasan untuk mengesampingkan amalan-amalan Ramadhan. Inilah ujian di penghujung Ramadhan.


Di penghujung Ramadhan ini harusnya kita bisa lebih fokus bermuhasabah diri. Serta memanfaatkan momen-moment ini untuk lebih dekat dengan Ramadhan dan menyempurnakan ketaqwaan kita.  Bermunajat kepada Allah, meminta ampunan, rahmat,  untuk dijauhkan dari api neraka serta dipanjangkannya umur kita untuk bertemu lagi dengan Ramadhan. Sudahkah kita meraih amalan-amalan terbaik di bulan Ramadhan ini? Sudah berapa banyak amalan-amalan yang kita kumpulkan di Ramadhan ini? Tentu waktu terus berlalu dan Ramadhan pun juga. Mirisnya, berulang kali kita bertemu dengan Ramadhan tapi amalan kita hanya itu-itu saja tanpa ada peningkatan kualitas.


Jika di Ramadhan ini kita sudah mengoptimalkan amalan-amalan terbaik kita, ya alhamdulillah semoga amalan-amalan itu dditerima di sisi Allah SWT. Dan harapannya hal ini bisa kita amalkan di bulan-bulan selanjutnya. Karena masih banyak bulan-bulan mulia selain Ramadhan. Akan tetapi jika kita masih belum optimal untuk mengerjakan amalan-amalan terbaik di bulan Ramadhan, tidak usahlah sedih. Kita masih punya kesempatan beberapa hari dipenghujung waktu Ramadhan dan beberapa bulan setelah Ramadhan untuk kita amalkan amalan-amalan terbaik kita dengan optimal. Selama kita masih hidup, InsyaAllah, Allah masih membuka lebar-lebar pintu ampunan bagi kita. Harapannya kita benar-benar bermuhasabah diri dan ada perubahan ke arah kebaikan. Semoga kita semua mendapatkan ampunanNya.


Menjadi muslim di era sekarang ini memang tidaklah mudah untuk mendapatkan  nuansa Islami sehingga menjadikan umat sadar betapa pentingnya Ramadhan ini. Kalaupun ada yang menganggap Ramadhan penting itupun hanya beberapa. Jadi marilah kita sadarkan diri bahwa Ramadhan pun berhak mendapatkan persembahan yang terbaik dipenghujung Ramadhan. Jika kita menyambut Ramadhan dengan baik maka berikanlah pula persembahan yang terbaik pula untuk berpisah dengan Ramadhan. Karena belum tentu tahun depan kita bisa bertemu dengan Ramadhan. So, sempurnakanlah amalan-amalan terbaik kita untuk memberikan kado terbaik dalam perpisahan  dengan Ramadhan kali ini. 


Wallahu a'lam bish Showab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!