Tuesday, June 5, 2018

DI JALAN DAKWAH KU INGIN SETIA (Part 6)



Oleh: Ratu Ika Chairunnisa


Saat awal dakwah menyapa indah, hati ini rasanya  terbuka sekali tuk menerima. Bahwa apa yang temanku sampaikan itu benar. Konsekuensi iman adalah terikat dengan seluruh hukum syara', semua syari'at-Nya. Dan syari'at-Nya kini tak bisa sempurna diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Hanya Khilafah satu-satunya institusi yang bisa menerapkan syari'at Islam seluruhnya. 

.

.

Maka, wajib bagi kita tuk berjuang menegakan kembali Khilafah agar aturan Islam menyempurna di semesta. Itu janji Allah dan kabar gembira Rasul-Nya. Yap, kabar gembira itu harusnya buat hati kita penuh suka cita, bukan justru didera ketakutan yang tak semestinya ada.😅

Dan aku mudah sekali tuk percaya, dengan dalil-dalil yang menyertainya. Nurani pun bicara tuk tunduk pasrah. Akal mengamini dengan mudahnya. 

.

.

Sebelum benar-benar mantap berhijrah, ikut aksi pertama kali bersama HTI pun bahagia yang menggelora. Ooh gini tuh rasanya aksi. Nggak kaya demo di tv kok yang anarkis. Ini aman. Damai. Tertib banget. Peserta banyak tapi rapih. Nggak ada sampah, nggak juga merusak fasilitas umum. Ini sih kaya dengerin ceramah aja. Tapi tempatnya di jalanan. 

.

.

Bahkan tak terasa air mata ikut menetes. Haru. Membayangkan diri tengah berada di medan jihad. Panas yang membakar justru buat hati makin syahdu. Duh nikmatnya berjuang untuk agama Allah. Pikirku.


Menyeruput ilmu Islam buatku candu. Haus bercampur semangat yang semakin menggebu. Nikmat sekali rasanya memburu ilmu. Merasa diri begitu bodoh. Sudah kuliah tapi pemahaman Islam setingkat PAUD? Malu.

.

Namun, semua proses hijrah tak berjalan mulus. Semenjak propaganda negatif merembes di otakku. Bersemayam lama. HTI itu radikal. Islam garis keras. Ekstrim. Dan beragam opini negatif lainnya yang terus menjajah isi kepala. Benturan pemikiran terus berebut saling hantam.  Bahkan, ku putuskan tuk menjarak dengan teman kelas yang telah suka rela menjadi penyambung hidayah dari-Nya. (Aah maafkan aku winda)

.

.

Namun, alhamdulillah. Allah maha baik. Ia masih membuka sedikit celah, hingga hidayah mampu menelusup terangi hati yang kalut. Jernihkan pikiran yang mulai kusut. Benderangkan jalan yang semula samar berkabut.

.

.

Awal mengkaji kitab saja sudah beragam rantai tanya terputus. Cerah rasanya. Nutrisi bergizi sehatkan hati. Darinya ku tahu. Tingkah laku seseorang bisa berubah karena di awali dari pemikirannya. Pemikiran yang diyakini kebenarannya akhirnya berubah jadi pemahaman. Dan pemahaman ini yang mempengaruhi tingkah laku seseorang terhadap segala sesuatu.


Jadi, jika ingin mengubah tingkah laku seseorang, ubah dulu pemikirannya. Ooh pantas saja, aku sempat menghindar dari jalan dakwah. Ternyata propaganda negatif itu telah berhasil ubah pemikiranku. Dan itu sangat efektif tuh ubah tingkah laku dan tindakanku. Wah.. pantes aja musuh-musuh Islam fokus tuk propagandakan negatif tentang Islam. Rela bayar mahal tuk menangkan opini bahwa Islam itu teroris. Penyeru syari'at itu radikal. Garis keras. Dan beragam stigma negatif lainnya.


Afwan bersambung dulu yaa lagi ada benturan aktivitas macem2 hari ini. Semua diburu deadline..masih panjang pengen ceritanya😁


#SarapanKata

#KMOIndonesia

#KMOBatch13

#Day7


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!