Sunday, June 17, 2018

Demo dulu, baru dapet THR


Oleh : Febi Faliha (Member Akademi Menulis Kreative)



Sumber : KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Ratusan perangkat desa di Kabupaten Kebumen menggeruduk gedung DPRD setempat, Rabu siang (6/6/2018). Mereka menuntut Pemkab mengalokasikan Tunjangan Hari Raya alias THR.


Tunjangan Hari Raya (THR) yang paling dinanti oleh semua orang yang menjadi pegawai. Dalam Undang-undang pun sudah diatur. Namun lagi-lagi, pengalokasian tak sesuai dengan aturan. 


Mereka selalu menuntut Rakyat untuk taat, sekentara yang menuntut tak lain adalah pelanggar terbaik. Kalau kata orang Jawa, JARKONI (Wis ngajar, dilakoni). Entah apa yang tengah terjadi, namun rasanya setiap kasus selalu mendapatkan perlakuan berbeda. Kasus yang sama perlakuan berbeda pada setiap individu. 


_Sulitnya mencari keadilan di Negeri ini, bagaikan mencari jarum disetumpuk jerami._ Istilah itu sangat cocok dengan apa yang terjadi baru-baru ini. 


Segala macam kasus yang menimpa orang-orang biasa, yang tidak terlalu berpengaruh. Selalu cepat digarap, seolah mereka ingin menciptakan statment, bahwa mereka begitu adil dan cepat tanggap. 


Namun lihatlah ketika yang tertimpa kasus adalah orang yang memiliki pengaruh. Banyak uang misalnya. Diulur-ulur sampai begitu oanjang, membuat Rakyat merasa bosan dan akhirnya melupakan kasus. 


Seperti halnya kasus Ahok, harus demo dulu baru mendapat respon dan Ahok diadili. Coba kalau tak ada demo? Apakah sekarang Ahok sudah diadili? Kan tidak. 


Begitu juga dengan kasus yang baru ini. Kalau disebut kasus sebenarnya bukan sih.... Namun ini termasuk hal yang harus diluruskan kan? 


Tentang THR yang sudah diatur dalam UU, namun tak sampai pada penerima. Para pegawai non ASN, yang harusnya juga berhak atas THR. Namun lagi-lagi mereka harus demo dulu, agar mendapat respon posistif dari Para Petinggi. Hal yang paling diharapkan oleh Para Karyawan di seluruh Indonesia, yang harusnya menjadi hak mereka. Namun akhirnya mereka mengabaikan Hak itu. Lagi-lagi pelanggaran itu dilakukan oleh para petinggi Negeri. 


Mereka gunakan janji sebagai bunga segar dipagi hari,membuat semua orang seolah menikmatinya. Namun apalah daya kejahatan sebagai lebah yang ada dalam bunga itu. Suatu saat akan menyengat siapa saja yang mengusiknya. 


Lagi dan lagi, janji itu tak berarti. Dan diabaikan. Hingga demo, mereka buru-buru menyelesaikan urusan, berniat agar mereka cepat. Merasa terusik mungkin. 


Demo dulu baru dapet THR. Yah bagaimana lagi? Kalau tidak demo mereka tidak akan mendapat. Haknya kembali. 


Kilasan Negeri Demokrasi yang malang. 

Solusi seluruh masalah yah hanya 1, yaitu Islam. Tanpa harus berteriak HAM. Islam akan menjaga HAK selutmruh individu. Tanpa harus berteriak Harga mati, mereka rela mati demi Bangsanya. Tanpa harus berteriak paling ideologis,  Negara sudah menjaga Ideologi agar tetap sesuai fitrah manusia. 


Begitulah adanya. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin  


Salam Ukuwah Fillah....  

#AMK5

#YukNgaji

#YukHijrah

#KhilafahAjaranIslam



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!