Thursday, June 21, 2018

Degup Juang Sang Pemenang


Oleh : Arinta Kumala Verdiana


Sebulan sudah Ramadhan menemani hari-hari kita. Sekuat tenaga kita berusaha menjadikan Ramadhan sebagai sarana semakin mendekatkan diri dengan Sang Penguasa semesta. Dalam rangka menyambut seruan Allah kepada hamba-Nya yang beriman,  kita seoptimal mungkin melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan. Dan tak lupa kita memperbanyak ibadah-ibadah sunnah untuk menumpuk pahala sebanyak-banyaknya. Dengan harapan predikat takwa bisa kita sematkan pada diri kita sebagai bukti penghambaan total pada Rabb kita.

Dan setelah sebulan kita berjibaku menahan hawa nafsu, tentunya selangit asa yang terbentang agar kita menjadi bagian dari para pemenang di hari yang fitri. Pemenang karena telah berhasil berperang melawan deru nafsu yang memburu. Mengikat segala macam keinginan dan hasrat yang meski di halalkan di waktu lain, tapi menjadi larangan saat puasa Ramadhan sedang kita jalani. Semoga puasa kita di Ramadhan tahun ini tidak hanya sekedar menahan lapar, dahaga,  amarah dan hasrat saja. Tetapi benar-benar sebagai pembuktian keimanan kita untuk meraih gelar takwa. Sehingga saat berpisah dengan Ramadhan kita benar-benar menjadi sang pemenang.

Lalu apakah jika kita sudah menjadi sang pemenang kita bisa berleha-leha setelah  Ramadhan ini beranjak pergi ?. Tentu tidak. Justru predikat takwa ini akan diuji pada sebelas bulan berikutnya. Apakah kita benar-benar akan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya ?. Apakah ketundukan kita benar-benar total pada Sang Penggenggam hidup kita?. Apakah perintah untuk berislam secara kaffah dalam QS. Al Baqarah ayat 208 benar-benar akan kita penuhi ?. Nah,  pada bulan-bulan setelah Ramadhan itulah waktunya 'panggung' pembuktian akan digelar.

Agar kemenangan terus senantiasa terpatri sebagai prasasti, maka kemenangan yang kita raih harus kita buktikan secara nyata. Bagaimana pembuktian tersebut ?. Yaitu dengan memompa degup juang kita. Perjuangan agar kita bisa takwa secara total. Jika kita telusuri,  takwa secara total ini tidak mungkin kita lakukan tanpa adanya sistem yang menerapkan seluruh syari'at Allah dalam semua aspek kehidupan. Sementara sejak runtuhnya sistem Islam (Khilafah)  yang menerapkan aturan Allah pada tahun 1924 yang lalu,  hingga detik ini kaum muslimin terlantar dalam sistem yang menjauhkan dari ketakwaan.

Maka sangat logis, usaha yang perlu kita lakukan adalah berjuang untuk mendirikan lagi sistem yang mampu mengakomodasi aturan-aturan Allah yang akan mengantarkan kita pada ketakwaan. Degup juang Sang pemenang ini harus senantiasa berdenyut kencang. Tidak boleh kita bersantai sementara tiap detik dosa semakin menggunung karena terabaikannya banyak hukum-hukum Allah. So, denyutkan degup perjuaanganmu wahai sang pemenang !.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!