Tuesday, June 12, 2018

Dakwah HTI: Selamatkan Negeri


Oleh : Endang W, S.Pd


Berbagai macam tuduhan dilayangkan kepada HTI terhadap kiprah dakwah politiknya selama ini. Mulai dari ide khilafah mengancam NKRI, merongrong kebhinekaan, ingin mengganti UUD 45 dan Pancasila serta tuduhan keji lainnya. Benarkah demikian? Sampai hati penguasa negeri ini mencabut SK BHP HTI dan sampai sekarang status HTI terkatung-katung di tangan pengadilan rezim dzalim ini. Bila kita melihat bagaimana perjalanan HTI dalam memperjuangkan kondisi umat yang tengah terpuruk saat ini, maka akan kita saksikan bahwa mereka tidak pernah sedikitpun ingin merusak negeri ini tapi justru sebaliknya yaitu ingin menyelamatkannya.


Siapa yang lantang menyuarakan penolakan ketika rezim dzalim ini merampas hak rakyat untuk bisa mendapatkan bahan bakar murah? HTI. Siapa yang lantang menyuarakan penolakan ketika rezim ini merampas hak rakyat untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan yang apik? HTI. Siapa yang lantang menyuarakan penolakan ketika rezim dzalim ini merampas hak rakyat untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak? HTI. Siapa yang lantang menyuarakan penolakan ketika rezim dzalim ini menyerahkan tambang emas Papua kepada asing? HTI. Dan masih banyak lagi penolakan yang dilakukan HTI untuk bisa menyelamatkan negeri ini dari intervensi asing disertai dengan solusi mendasar bagi problematika yang ada yaiitu penereapan syariat Islam dan penegakan Khikafah.


Sehingga jelas lah bahwa HTI hanya menginginkan keselamatan negeri ini dari cengkeraman neo-kapitalis dan neo-imperialis yang dilancarkan kafir Barat untuk merusak kaum muslimin. Diterapkannya sistem Kapitalisme-Demokrasi hanya akan memantapkan kedudukan penjajah di negeri ini. Penjajah berdasi dengan balutan kerjasama-kerjaaama bilateral yang sejatinya itu hanyalah kamuflase belaka. 

Di tengah riuhnya pemberitaan HTI sebagai ormas terlarang bersamaan dengan hal itu pula terdapat gelombang dukungan terhadap HTI. Tidak hanya dari kalangan rakyat awam namun juga tokoh dan ulama. Seperti dukungan yang datang dari kyai dan pengasuh pinpes yang ada di Jawa Timur berikut:

"Saya siap andai kepala pun harus terpisah dari badan demi dakwah ini! seru Kyai Muhyidin.

Jangan takut tuduhan manusia. Benar salah bukan karena omongan manusia. Musa pun disalahkan Firaun, Ibrahim disalahkan Namrudz, bahkan Rasul Muhammad pun dipersalahkan oleh Abu Jahal dan Abu Lahab dan kawan-kawanya! Jadi kalau cuma disalahkan rezim dholim jangan mundur! pekik KH Ahmad Jauhari.

Khilafah adalah ajaran Islam, kita wajib mendakwahkannya, kita para ulama harus terus mendukung perjuangan HTI, tambah Abah Qoyyum dari Malang. (shautululama.com)

Dukungan terhadap perjuanga HTI tidak hanya datang dari ulama, tokoh dan umat pun mendukung perjuangan HTI. Seperti yang disampaikan oleh Shahibul fadhilah al mukarram Ustadz Abdus salam, juga memberikan sambutan dan mengajak seluruh jamaah untuk berikrar sebanyak 3 kali, bunyi ikrarnya sebagai berikut:

1. Kami bagian dari ummat Islam menolak rencana pemerintah untuk membubarkan HTI.

2. Hanya HTI yang betul-betul berdakwah untuk tegaknya syariah.

Ikrar tersebut disampaikan dalam acara Kajian syawal shahibul Fadhilah Al Mukarram Kiyai al Haj Abdul Hamid Adlan bersama dengan santri, dan masyarakat sekitar. Kajian syawwal tersebut bertempat di Masjid Baitul Muslimin, Kalisat Barat Sungai, Rembang Pasuruan Jatim.(sketsanews.com)

Masyaa Allah! Allahu Akbar! Begitu beaar dukungan dan kecintaan mereka kepada Islam dan Khilafah. Semoga Allah subhanahu wa ta'aalaa membalas kebaikan mereka dan meninggikan derajatnya di sisiNya. Aamiin.


Maka pantaskah ormas yang mendapat dukungan dari para ulama, tokoh dan umat Islam dikatakan sebagai ancaman bagi negeri ini? Jawabnya "Tidak."


Tak dapat terelakkan bahwa opini penerapan syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan Khilafah Islamiyah terus mencuat ke permukaan dan mengisi benak-benak umat, tokoh,  professor dan kalangan profesi lainnya. Tiada tempat yang tidak terdapat bahasan Khilafah disana. Tiapa ruang yang tidak terdapat bahasan Khilafah di sana. Tiada waktu yang tidak terdapat bahasan Khilafah di sana. Di manapun, kapanpun, oleh siapapun kesemuanya membahas, mendiskusikan Khilafah sebagai satu-satunya alternatif solusi yang tepat untuk problematika yang ada saat ini. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Khilafah adalah ajaran Islam yang akan memberikan keberkahan di bumi ini.


Bahkan dalam Simposium Nasional Peduli Negeri (SNPN 2018) yang menghadirkan  pembicara dari kalangan Prof, Dr, Ulama dan Tokoh di dalamnya pun membahasa terkait dengan Khilafah. Hal ini berarti sesungguhnya Khilafah bukanlah suatu ancaman justru dengan Khilafah kehidupan dunia ini akan menjadi stabil, mendapatkan rahmat dari Sang Khaliq, Allah subhanahu wa ta'aalaa. Layak untuk kita renungkan ayat berikut ini. 

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (Surat Al-Araaf : 96)

"Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Surat Al-Araaf : 99)

Wallahu a'lam.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!