Sunday, June 3, 2018

Cantik Ala Remaja Muslim


Oleh : Eka Suwitaningsih

(Anggota Akademi Menulis Kreatif)


“Cantik itu relatih, jelek itu mutlak”,  anekdot semacam ini nampaknya melekat di masyakat.  Memberikan labelisasi terhadap sosok wanita dilihat dari ciri-ciri fisik, biasanya  mereka yang putih mulus, tinggi semampai, langsing bak biola, merekalah sosok wanita dengan sebutan cantik. Bahkan ajang pencarian putri-putrian, atau ratua-ratuan pun tak lepas dari standar semacam ini. 


Industri periklanan pun dibanjiri artis-artis yang menonjolkan tampilan fisik setiap adegannya, tak jarang tidak memiliki relevansi produk dengan pemeran pada iklannya, cenderung mengexploitasi kecantikan guna meraup keuntungan yang lebih besar. 


Remaja dalam proses pencarian jati diri pun kemudian latah, ingin menjadi seperti para idolanya, memiliki tampilan seperti artis di iklan-iklan yang sering mereka lihat, baik di televisi ataupun media informasi lainnya. Kemudian rela dengan berbagai cara agar bisa seperti mereka, operasi plastik menjadi pilihan, diet ketat pun dilakukan, keluar masuk salon agar terjaga aset dalam dirinya berupa kecantikan fisik adalah hal yang lumrah bagi mereka.


Hal semacam ini jelas sebuah kesalahan cara pandang remaja muslim. Karena ciri fisik seseorang adalah anugrah dari Allah SWT, yang diberikan kepada tiap-tiap insan, yang tampilan fisik menarik, putih mulus, tinggi semampai, tubuh bak biola, rambut lurus, ataupun berkulit kecoklatan, hitam, pendek, rambut kriting atau kribo tetap sama di sisi Allah SWT, ia adalah seorang hamba. Yang membedakannya  hanyalah keimanan dan ketakswaannya.


So siapa pun kita, yang mengaku remaja muslim, yuk  jadi cantik ala remaja muslim jangan salah memaknai cantik kecuali dari Islam ya?.


Pertama, cantiknya kita karena pakaian taqwa, menutup aurat, sesuai dengan yang Allah SWT perintahkan kepada para wanita, bisa di lihat di dalam al-Quran surat An Nur [24] : 31, kewajiban untuk mengenakan kerudung/khimar , dan al-Ahzab [33] : 59, kewajiban mengenakan jilbab (pakaian longgar dari atas ke bawah, tidak ketat dan menerawang seperti sebuah terowongan).


Kedua, cantik dengan kecerdasan, mengamalkan al-quran dan al-hadist yang sudah kita pahami, termasuk juga dengan banyak menghafalnya.


Ketiga, cantik dengan akhlak yang mulia, sebaik-baik contoh tauladan bagi kita adalah Baginda Rusulullah Muhammad SAW, dengan akhlak yang terpuji senantiasa menghiasi setiap tingkah dan laku kita.


Keempat, cantik dengan taat beribadah, karena ibadah adalah wasilah taqarab (mendekat) kita dengan Rabb tuhan kita, Allah SWT. Maka, senantiasa kita menghadirkan Allah SWT dalam setiap amal perbuatan, niscaya kita akan terhindar dari perbuatan yang akan menyalahi perintah-Nya.


Kelima, cantik dengan mengamalkan ilmu yang bermanfaat, salah satu amalan yang akan senantiasa mengalir tidak akan terputus saat  kita telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat.  Orang lain mendapat manfaat dari ilmu yang kita bagikan kepada mereka.


Gampang kan jadi remaja cantik kalau standar nya Islam, karena siapa saja bisa jadi cantik, tinggal kita mau cantik yang mendapatkan pahala atau cantik yang mengundang siksa. Nah pastinya semua kembali kepada pilihan kita. Seperti dalam kitab Nizham al-Islam yang di karang oleh Syekh Taqyudin an-Nabhani, di dalam bab Qada’ dan Qadar. Dipahami bahwasanya tampilan fisik kita adalah Qada’ (ketetapan) Allah SWT yang telah ditentukan oleh nizhamul wujud (sunatullah), dalam hal ini akan di angkat pena artinya kita tidak akan di hisab karena rupa kita, namun yang akan di minta pertanggung jawaban oleh Allah SWT adalah dengan perbuatan kita, terkait dengan tubuh kita, apakah kita gunakan dalam rangka taqarab ilallah atau justru menjauh dari perintah-perintah-Nya. 

Wallahu ‘alam




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!