Saturday, June 9, 2018

Berkah Di Balik Ujian


Oleh : Tuti Rahmayani, dr

praktisi kesehatan di Surabaya


Semua orang yang hidup pasti akan diuji oleh Allah SWT. Baik yang kaya atau yang msikin. Baik yang muda ataupun yang tua. Semua tak luput dari ujian yang menimpa.


"Ujian itu akan selalu menimpa seorang hamba sampai Allâh membiarkannya berjalan di atas bumi dengan tidak memiliki dosa." (HR at Tirmidzi).


Berbahagialah bagi mereka yang sedang diuji. Ini berarti Allah SWT hendak memyempurnakan kualitas kita sebagai hamba. Dengan ujian, bisa jadi Allah SWT pun hendak mencabut kesombongan sehelai demi sehelai yang menancap dalam diri kita. 


Adakalanya ujian berupa kesengsaraan. Namun, tak jarang ujian juga berupa kesenangan dan kenikmatan. Qorun, seorang hamba di masa nabi Musa a.s, saat miskin rajin beribadah. Namun ketika Allah SWT memberi kekayaan melimpah, malah jadi jumawa. Dan akhirnya Qorun terkubur bersama hartanya akibat kesombongan. 


Rasulullah saw. bersabda: Allah SWT berfirman, sifat sombong itu selendang-KU, dan keagungan itu pakaian-KU. Barangsiapa yang menentang-KU dari keduanya, maka AKU masukkan ia ke neraka Jahannam. (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ahmad).


“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim)


Kenikmatan yang Allah berikan hendaknya tidak membuat kita merasa lebih dari orang lain sehingga membuat kita merendahkan orang lain. Kekayaan, kecantikan, segudang prestasi, piala, penghargaan dan segala apa yang kita miliki akan menjadi ujian bagi diri kita. Karena sejatinya semua itu adalah pemberian dariNya dan sewaktu-waktu bisa kembali kepadaNya. Suka atau tidak suka, siap atau tidak. Pun ujian dariNya harus dimaknai sebagai bentuk kasih sayangNya. Tak ingin kesombongan menghinggapi diri kita sehingga memperdaya kita. Dan akhirnya diharamkan surga atas kita. 

Naudzubillahi min dzalik..


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!