Saturday, June 30, 2018

Benarkah Melemahnya Rupiah Bukan Masalah Besar?


 Oleh : Ummu Rahman


Semakin melemahnya rupiah pasca pilkada serentak hingga menyentuh angka Rp.14.404/USD pada (29/6/2018). Menurut Menko bidang kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bukan sebuah masalah besar, karena melemahnya rupiah disebabkan faktor global. Dan jika kita lihat depresiasi rupiah masih lebih baik dibandingkan mata uang negara lain.


Mengapa rupiah melemah?


Ekonom Indef Bima Yudhistira menyebutkan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kejatuhan rupiah. Diantaranya karena tekanan global yang diakibatkan perang dagang AS dan China berlanjut. Kenaikan harga minyak karena Trump menyerukan boikot import minyak dari Iran mengakibatkan Indeks dolar loncat ke 95 yang artinya dollar AS menguat terhadap mata uang dominan lainnya. 

Selain itu, melemahnya rupiah juga bisa disebabkan prinsip permintaan dan penawaran. Semakin banyak permintaan terhadap rupiah, maka nilai tukar akan menguat. Sebaliknya, jika semakin banyak permintaan terhadap dollar AS, maka nilai tukar rupiah semakin melemah.

Pemicu dari permintaan dan penawaran ini beragam, mulai dari kebutuhan membayar deviden dan bunga hutang luar negeri yang jatuh tempo pada Juli mendatang, jumlah import Indonesia yang jauh lebih besar dari nilai eksport, kebijakan suku bunga Indonesia dan AS hingga jumlah investor asing yang masuk ke Indonesia yang sangat dipengaruhi kayakinan terhadap kondisi perpolitikan di Indonesia ( misal Isu pilkada dan pemilu di tahun 2019 sedikit banyak berpengaruh terhadap jumlah investor asing yang masuk ke Indonesia)


Betulkan melemahnya rupiah tidak berpengaruh besar terhadap ekonomi Indonesia?


Melemahnya nilai tukar rupiah sedikit banyak akan berpengaruh pada pelaku industri di tanah air, daya saing produk Indonesia domestik maupun eksport menjadi melemah, karena beberapa sektor industri masih bergantung bahan baku dan modal import. Jika dollarnya mahal, maka biaya produksi akan naik dan harga barang menjadi mahal, dan berpengaruh pada konsumsi masyarakat serta profit pengusaha juga semakin rendah.

Masalah yang lain adalah beban pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri  pemerintah maupun swasta akan makin besar. Indonesia sebagai negara importir minyak mentah sangat sensitif terhadap pergerakan dollar, jika dollar naik harga BBM subsidi dan non subsidi diprediksi akan ikut menyesuaikan.

Dampak yang paling besar pelemahan nilai rupiah adalah memicu terjadinya inflasi. Harga barang di dalam negeri akan meningkat, terutama untuk barang atau produk yang diolah dari bahan baku import.


Akar Masalahnya


Melemahnya nilai tukar rupiah sebagaimana halnya mata uang lain, telah menjadi pemandangan biasa dalam sistem keuangan saat ini, yakni sistem ekonomi kapitalis yang menjadikan riba sebagai tumpuan perekonomian negara dan digunakannya sistem uang kertas ( Fiat money) yang tidak di jamin oleh emas dan perak.


Solusinya: Kembali kepada Islam


Satu-satunya solusi agar Indonesia terbebas dari krisis moneter tahunan adalah menanggalkan sistem ekonomi kapitalisme yang terbukti hanya membawa kerugian dan kesengsaraan bagi masyarakat dan beralih pada sistem Islam dibawah naungan negara Khilafah melalui penerapan Sistem ekonomi Islam yang jelas-jelas mengharamkan riba ( QS. Al Al Baqarah : 278 yang artinya : " Hai orang yang beriman, bertakwalah kalian dan tinggalkan sisa riba, jika kalian orang- orang yang beriman ) dan ditetapkannya emas dan perak sebagai alat tukar. Sebab emas dan perak memiliki banyak keunggulan diantaranya : a. Suatu negara tidak bisa mencetak uang sesukanya lalu diedarkan ke pasar, uang yang beredar hanya akan bisa ditambah ketika negara menerima sejumlah emas baru dari luar dan emas akan berkurang ketika ada orang menukar sebagian uangnya dengan emas. b. Sistem emas dan perak akan mempunyai nilai tukar yang stabil antar negara. Karena mata uang masing-masing negara akan mengambil posisi tertentu terhadap emas dan perak.

c.  Sistem mata uang emas dan perak anti Krisi karena berapapun jumlah uang yang ada, cukup untuk membeli barang dan jasa yang ada di pasar baik jumlah uang itu sedikit atau banyak.


Karena itu kurang bijak jika kita mengatakan bahwa melemahnya nilai rupiah hingga menyentuh angka yang tertinggi sejak 2015 tidak berpengaruh besar terhadap ekonomi masyarakat, karena realita apa yang terjadi tidaklah sederhana dan untuk bisa lepas dari ancaman krisis ekonomi yang jatuh secara berkala, haruslah ada kebesaran hati dari penguasa di negeri ini bahwa saat ini realitanya ekonomi kita terpuruk dan harus segera ada upaya sungguh-sungguh untuk lepas dari semua itu, jika sistem ekonomi kapitalisme terbukti tidak mampu memberi solusi maka sudah sepantasnya kita kembali kepada aturan dari sang pencipta yakni diterapkannya sistem ekonomi Islam melalui tegaknya institusi Khilafah.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!