Monday, June 11, 2018

BBM ohh BBM



Oleh: Saadah, S.Pd

(Pemerhati Masalah Remaja dan keluarga

Anggota Komunitas Muslimah Banua Menulis)


Berita mengejutkan kembali diterima oleh masyarakat terutama bagi para ibu dan ayah, di tengah himpitan beban hidup dimasyarakat dengan berbagai hal diantaranya kemiskinan, sulitnya mendapat pekerjaan, pengangguran meningkat, biaya hidup juga mahal dengan naiknya harga-harga, seperti naiknya harga beras, listrik, BBM, biaya pendidikan, kesehatan, dan lainnya. kemudian sekarang lagi dan lagi kini ditambah dengan Menteri Keuangan (Menku) Sri Mulyani Indrawati memberi sinyal pemerintah akan menaikkan lagi harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan elpiji subsidi 3 kilogram (kg) pada 2019. Hal ini mengikuti kenaikan harga berbagai komoditas terutama harga minyak dunia.


“Perlu kami sampaikan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia mendorong kenaikan ICP (harga minyak mentah Indonesia) yang secara langsung akan meningkatkan komponen biaya produksi BBM (Solar), dalam hal ini termasuk elpiji. Peningkatan biaya produksi ini tentu saja akan menyebabkan naiknya harga keekonomian” ujarnya di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Kamis (31/5/2018).


Kebutuhan akan BBM diantaranya bensin, solar, minyak tanah, gas, termasuk bagian vital masyarakat, artinya sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan untuk industri tarsnportasi umum seperti taksi, jasa mengantar barang, maupun sebagai transportasi pribadi pergi bekerja, kesekolah, menjenguk keluraga dan kebutuhan rumah tangga yang sangat urgen serta lain sebagainya.


Keberadaan BBM termasuk bagian yang akan mempermudah dan mengefektifkan aktivitas kehidupan manusia, kemudian mempercepat penghidupan jalannya perekonomian masyarakat dan negara. 


Naiknya BBM akan berimbas kepada kenaikan harga-harga kembali. seperti naiknya tarif tarnsportasi, pangan, listrik, dan lainnya. Tentu saja akan menambah deretan panjang beban berat hidup masyarakat banyak terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.


Alasan kenaikan BBM dikarenakan naiknya harga minyak dunia, membuktikan saat ini pemerintah ketiadaan kemampuan yang mandiri dalam mengelolan SDA.


Di negari Indonesia yang sangat kaya dan melimpah SDA, sangat riskan jika masyarakat harus membayar mahal untuk mendapatkan haknya yaitu memperoleh jaminan kebutuhan hidupnya, terutama BBM. Harapan umat kembali pupus dalam sistem demokrasi kapitalis saat ini. Keberpihakan untuk mensejahterakan masyarakat takkan bisa terealisasi. Sekarang ataupun nanti tetap pasilitas SDA yang Allah berikan untuk manusia hanya akan dinikmati segelintir orang saja, tidak lain swasta nasional dan internasional.  


Setetes harapan. Manusia manapun akan mengharapkan hidupnya sejahtera, tentaram, nyaman, damai, mudah, tidak sulit. Muslim ataupun non muslim. Semua harapan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam segala aspek tidak akan dapat dirasakan. Bahkan kebalikannya. Khususnya keadilan BBM.


Islam memandang persoalan pemenuhan kebutuhan umat termasuk bagian tugas negara untuk mengurusinya. Mengedepankan peri’ayahan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Tanggung jawab negara menjamin kebutuhan rakyat terutama mudah mengakses BBM.


Menjamin kebutuhan masyarakat adalah bagian dari pengurusan negera dengan sistem ekonominya. Penerapannya berkaitan dengan dua hal yaitu pertama, berkaitan dengan pengumpulan harta dari rakyat untuk mengatasi persoalan masyarakat. kedua, berkaitan dengan bagaimana mekanisme distribusinya. 


Persoalan pertama pengumpulan harta, Islam memberikan kejelasan bagi kita dari mana saja pendapatan negara (APBN) yang akan mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Sumber pendapatan negara diantaranya dari zakat, harta milik umum dan harta milik negara. Berkaitan dengan BBM hal ini sebenarnya termasuk harta milik umum yang harusnya dinikmati seluruh masyarakat secara umum.


Islam menetapkan sumberdaya alam, khususnya energi sebagai salah satu kekayaan milik umum. Rasulullah saw. bersabda yang artinya:

“Umat Islam berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api.” (Hr. Ahmad)


Sebagai pemilik, maka seluruh rakyat harus bisa menikmati hasil dari sumberdaya alam tersebut. Karena itu, negara wajib mengelola sumberdaya alam itu dengan sebaik-baiknya, bisa melalui semacam perusahaan milik negara (BUMN), untuk kesejahteraan rakyat. Negara tidak boleh sama sekali menyerahkan aset sumberdaya alam kepada pihak swasta. Sebab, tindakan ini sama saja dengan menyerahkan sesuatu yang bukan miliknya kepada pihak lain, yang tentu akan merugikan sang pemilik, yaitu rakyat.


Berkaitan dengan mekanisme penditribuisannya negara akan memastikan bahwa rakyat bisa mendapatkan keuntungan dari sumber-sumberdaya alam miliknya itu, khususnya sumberdaya energi, dengan jalan memberikannya secara gratis atau dengan harga yang terjangkau bagi seluruh warga negara.


Bahkan tidak hanya terpenuhinya akses BBM secara murah atau bahkan gratis, tetapi hasil SDA tersebut juga bisa digunakan negara untuk kebutuhan masyarakat secara umum seperti pembangunan pasilitas jalan, menyediakan alat trasportasi umum yang berkualitas, menjamin terpenuhinya listrik, pendidikan, kesehatan dan sebagainya dangan kualitas terbaik.


Inilah solosi real yang akan memberikan setetes kesejukan bagi seluruh umat atau masyarakat bahkan akan membawa rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana dalam ayat al-Quran yang artinya:


“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (al-A’raf: 96).[]




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!