Friday, June 8, 2018

BBM Naik Lagi


Oleh : Rindoe Arrayah


       Sudah menjadi suatu tradisi BBM naik lagi di negeri ini. Seolah jika tidak dinaikkan harganya akan menyalahi tradisi yang ada sebelumnya.


Badan usaha penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi telah mengusulkan kenaikan harga. Namun PT Pertamina (Persero) baru akan mengajukan kenaikan harga BBM pasca Lebaran 2018. 


Direktur Jenderal Minyak dam Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, sampai saat ini Pertamina memang belum mengusulkan kenaikan harga BBM non subsidi.


"Pertamina sampai hari ini belum mengajukan," kata dia di Jakarta, Sabtu (liputan6.com 3/6/2018).


Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memberi sinyal kenaikan harga BBM dan elpiji 3 kilogram (kg) pada 2019. Opsi ini harus dilakukan seiring lonjakan harga minyak mentah dunia dan mengurangi beban subsidi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


Indonesia merupakan negeri yang kaya raya dengan sumber daya alamnya, tak terkecuali hasil minyak buminya yang begitu melimpah. Sangat disayangkan, pengelolaannya diserahkan kepada pihak asing yang sekaligus mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dengan mengangkutnya ke negaranya. Hal ini bertentangan dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 disebutkan, "Bumi,  air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat." Pasal ini merupakan salah satu prinsip mendasar bagaimana seharusnya sumberdaya alam yang ada dikelola oleh negara demi kesejahteraan rakyatnya. Akan tetapi dalam faktanya justru diabaikan. 


Kemakmuran rakyat semakin menjauh dari jangkauan. Kemakmuran hanya dimiliki oleh para pemilik modal, kaum elit, kaum borjuis, serta  penguasa politik dan militer. Seringkali mereka mengatakan, kami juga bagian dari rakyat Indonesia yang memiliki hak yang sama dijamin konstitusi. Benarkah demikian? Siapakah rakyat itu? Apakah sekelompok elit 5% penduduk Indonesia yang menguasai hasil pembangunan 80%, di mana 95% penduduk Indonesia memperebutkan 20% hasil pembangunan.


Rasulullah SAW bersabda, "Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal yaitu air, padang dan api." (HR Abu Dawud). Para fuqaha terdahulu memahami lafadz hadits ini, yaitu an-nar sebagai cahaya yang dihasilkan dari api. Imam as-Syaukani, di dalam kitab Nailul Author menyatakan, hadits dalam bab ini secara keseluruhan menunjukkan adanya hak bersama (isytirok) dalam 3 hal di atas secara mutlak, tak ada satupun dari ketiganya keluar dari hukum ini kecuali dengan dalil (Al Imam as-Syaukani, Nailul Author, VI/38). Oleh sebab itu, semua jenis energi yang bersumber dari api termasuk dalam kategori ini, termasuk di dalamnya listrik dan BBM. 


Islam hadir tidak hanya sebagai agama, tetapi juga sebagai sistem kehidupan yang mampu memecahkan seluruh problematika kehidupan termasuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Di dalam Islam SDA adalah bagian dari kepemilikan umum yang wajib dikelola oleh negara dan hasilnya diserahkan untuk kesejahteraan rakyat. Sebaliknya haram hukumnya menyerahkan pengelolaan kepemilikan umum kepada individu apalagi kepada pihak asing. 


Sistem kehidupan kapitalis sekuleris yang diterapkan di negeri ini telah melahirkan jiwa-jiwa materialistik. Sehingga tidak mengherankan jika didapati para pejabat yang punya kuasa justru menyalahgunakan kekuasaan yang diembannya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya tanpa mempedulikan penderitaan rakyatnya. Sungguh, suatu sistem kehidupan yang telah nyata kerusakannya. 


Hanya ada satu solusi agar negeri ini diberkahi, yaitu kembali pada kehidupan Islami dengan menerapkan syari'at Ilahi Robbi.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!