Tuesday, June 12, 2018

Amalan Yang Selalu Hidup


Oleh : Asma Ridha


Berapa lama manusia hidup di dunia ini? 40 thn, 50thn, 60 thn. Namun yang pasti tidak ada manusia yang berumur 1000 tahun bukan ? 

Mengapa 1000 tahun. Karena inilah perbandingan kehidupan dunia dan akhirat. Sebagaimana yang Allah SWT berfirman :


وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ


“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47).


Ada dalam firman Allah SWT yang lain menegaskan pula bahwa kehidupan manusia ini 1 hari di dunia sama dengan 50.000 tahun lamanya di hari akhirat kelak


فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ


“Dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (QS. Al Ma’arij: 4


Secara usia, tidak akan ada yang mampu menjangkau lamanya hari di akhirat. Namun secara amal sholeh, Allah SWT banyak sekali memberi amal yang usianya lebih panjang dan lama dari pada kehidupan manusia itu sendiri.

Misalkan saja  keutamaan malam lailatul qadar

Allah SWT berfirman,


لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ


“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3).


Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا


“Barangsiapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan pada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun.” (HR. Bukhari no. 2840)


Amalan  lainnya Rasulullah SAW mengggambarkan keutamaan shalat di masjidil haram lebih baik dari 1000 shalat dari tempat lainnya. 


"Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik dari seribu (shalat) daripada yang lain kecuali Masjidil Haram, dan shalat di Masjid haram itu lebih baik dari seratus ribu (shalat) daripada yang lain.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).


Amalan lainnya sebagaimana sabda Rasulullah SAW :


"Barangsiapa yang berangkat ke masjid dia tidak menginginkan kecuali untuk belajar sesuatu kebaikan atau mengajarinya maka baginya adalah seperti pahala orang yang beribadah haji dengan sempurna.” (HR. Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Albani).


Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:


“Barangsiapa Puasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari di Bulan Syawwal maka (pahalanya) seperti puasa setahun.” (HR. Muslim).

Yakinkah setahun itu kita masih hidup? Tapi amalan puasa ramadhan dan syawal ini, Allah SWT berikan pahala setahun.


Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:


“Barangsiapa puasa tiga hari dari setiap bulan maka itulah (pahalanya seperti) puasa setahun.” Kemudian Allah menurunkan firman-Nya sebagai pembenaran dalam kitab-Nya yang artinya: “Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al An’am:160). Satu hari sama dengan sepuluh hari (HR. at-Tirmidzi).


Begitu banyak masih karunia Allah SWT berikan kepada kita hamba-Nya. Umur bisa saja pendek, tapi jangan lupa amal yang di panjangkan. Dan amalan ini selalu membersamai si pemilikinya. Sekalipun telah hancur tulang belulang namun mampu mengalir pahala hingga hari kiamat tiba.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih” (HR. Muslim no. 1631)


Inilah hakikat dari amal sholeh, dan tentu masih banyak amalan lainnya yang pahalanya Allah SWT berikan jauh dari batas kehidupan manusia. Manusia secara fisik dia telah mati. Namun secara amalan, terus menerus mengalir pundi-pundi pahala  bagi manusia itu sendiri. Teruslah beramal, dan menebar kebaikan. Carilah dan kejarlah amalan yang selalu hidup membersamai si pemiliknya.


Semoga Bermanfaat


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!