Wednesday, June 13, 2018

Al Qur'an Dokumen Sejarah, Benarkah?


Oleh : Nabila Zidane 


Astagfirullah sakit rasanya PAS dibulan suci Ramadhan,bulan diturunkannya Alquran dia mengatakan bahwa Al Qur'an hanyalah Dokumen Sejarah. 


Apa itu Dokumen sejarah?? 

Dokumen adalah surat-surat atau benda-benda yang berharga, termasuk rekaman yang dapat dijadikan sebagai alat bukti untuk mendukung keterangan supaya lebih meyakinkan.


Jenis-Jenis Dokumen Berdasarkan Kepentingannya


Dokumen pribadi, yaitu dokumen yang menyangkut kepentingan perorangan. Contohnya: KTP, SIM, dan ijazah.

Dokumen niaga, yaitu dokumen yang berkaitan dengan perniagaan. Contohnya: cek, obligasi, dan saham.

Dokumen sejarah, yaitu dokumen yang berkaitan dengan sejarah. Contohnya: fosil, tugu, dan naskah proklamasi.

Dokumen pemerintah, yaitu dokumen yang berisi tentang informasi ketatanegaraan suatu pemerintahan. Contohnya: Keppres dan UU.


Emak sangat terkejut mendengar seorang yang dianggap cerdas bisa mengatakan bahwa Al qur'an adalah dokumen sejarah,bagaimana keimananmu selama ini kepada kesempurnaan Al Qur'an dan kebenaran  Al Qur'an yang senantiasa dijaga sendiri oleh Allah kebenaran isinya.... Bukankah sejarah itu tidak bisa dijadikan tolak ukur sebuah kebenaran karena penulisan sejarah tergantung siapa yang sedang berkuasa saat itu. 


Boleh jadi dalam sejarah Belanda pangeran Diponegoro adalah pemberontak yang wajib dibasmi mereka, atau Tuanku Imam bonjol adalah kaum Radikal dengan syariat islamnya tetapi dalam sejarah Indonesia mereka tertulis sebagai pahlawan bangsa.


Jangan pernah mengatakan kitab suci umat islam sebagai Dokumen sejarah karena Al Qur'an lebih dari itu, Al Qur'an adalah salah satu mukjizat Rasulullah,warisan Rasulullah dan Al Qur'an adalah kitab suci,pandangan hidup, pembawa peraturan, keselamatan bagi kami kaum muslimin diseluruh dunia. 


Allah SWT telah menentukan dan mewajibkan kaum Muslim untuk menjadikan al-Quran dan as-Sunnah sebagai pedoman dan pegangan hidup mereka. Siapapun yang berpegang teguh pada al-Quran dan as-Sunnah tidak akan tersesat. 


Ibnu Abbas ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw., saat berkhutbah pada Haji Wada’, antara lain bersabda:


«يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّى قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَلَنْ تَضِلُّوا أَبَدًا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ»


Wahai manusia, sungguh telah aku tinggalkan di tengah-tengah kalian suatu perkara yang jika kalian pegang teguh niscaya kalian tidak akan tersesat selamanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan Malik).


Menjadikan al-Quran dan as-Sunnah sebagai pedoman dan pegangan hidup meniscayakan antara lain: 


Pertama, menjadikan al-Quran dan as-Sunnah sebagai rujukan. 


Kedua, menjadikan al-Quran dan as-Sunnah sebagai standar (tolok ukur). 


Ketiga, memberlakukan semua hukum yang terkandung di dalam al-Quran dan as-Sunnah.


Tanyakan kepada Hatimu jangan pada rumput yang bergoyang.... Apakah Dokumen sejarah bisa memberikan syafaat saat di akherat kelak??? 


Alquran sendirilah nanti di akhirat meminta kepada Allah agar bisa memberi syafaat kepada siapa yang membacanya. Sebuah hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menyatakan bahwa Alquran meminta kepada Allah, “Ya Tuhanku aku mencegahnya tidur (karena membaca Alquran) di waktu malam, maka berikanlah syafaatku kepadanya.”


Adakah sebuah Dokumen sejarah berisikan petunjuk aturan dan laranganNya sebagaimana yang terdapat didalam Al Qur'an beserta ke 5 hukumnya yaitu Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh dan Haram??? 


Bacalah dengan penuh keimanan,Alquran sebagai pedoman hidup memberikan petunjuk lengkap terhadap aturan-aturan hidup manusia yang dapat menciptakan kehidupan yang nyaman, bahagia dan sejahtera. Aturan yang paling inti adalah kewajiban kepada setiap individu untuk menjaga keselamatan agama,  jiwa (nyawa), akal, keturunan, dan harta.


Al Qur'an juga pembeda antara yang haq dan yang batil. 


Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk, bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang haq dengan yangn batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)


Penjelasan ayat-ayat tersebut hampir setiap hal yang dibutuhkan petunjuk oleh manusia. Misalnya bagaimana manusia hidup berkeluarga. Hal ini diatur mulai dari hubungan bersuami istri, kehidupan dengan anak-anaknya, mulai dari kewajiban mendidik sampai pada harta warisan. Bagaimana manusia agar hidup bermartabat, selain keharusan berakhlak yang baik, Alquran juga memerintahkan agar manusia belajar untuk meningkatkan kualitas hidupnya (QS. Al-Qalam: 1-5 dan Al-Mujadalah: 11).


Adakah sebuah Dokumen sejarah berisikan semua itu???....TIDAK

Dokumen sejarah Mana yang bisa memberimu syafaat di akherat??? ....


Lalu bagaimana dengan berita akan adanya surga dan neraka serta kehidupan sesudah mati,apa juga dikatakan Dokumen sejarah??? (terjadi aja belum) 


Gambaran neraka dalam Al-Qur’an. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala:


هَذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ


“Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.” (QS. Al-Hajj: 19)


Para penghuni neraka akan dikenakan untuk mereka pakaian dari aspal yang lalu dibakar dengan api neraka . Tidak cukup itu saja, al-hamim (air yang sedang mendidih dan sangat panas) akan disiramkan ke atas kepala mereka, kita berlindung kepada Allah dari menjadi ahli neraka!


 Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya.” (QS. Faathir: 36) Yakni, dia tidak mati dan tidak akan diringankan adzabnya. Berbeda dengan siksa manusia di dunia, berapa tahun dan seberapa hebat mereka menyiksa sesama manusia? Penyiksanya bisa bertaham menyiksa paling hanya satu atau dua jam secara berturut-turut lalu istirahat. Pun dia masih butuh makan, minum, buang air dan kebutuhan lainnya sehingga siksa akan berkurang atau dihentikan sementara. Dan ujung dari siksaannya adalah kematian. Sedangkan di neraka, adzab tidak akan dihentikan barang sejenak, karena yang menyiksa adalah para malaikat yang sudah Allah bekali dengan kekuatan luar bisa dan sangat menyeramkan. Mereka tidak mengenal lelah atau capek sehingga tidak ada istirahat dari siksa bagi penghuni neraka. Setiap detik, setiap menit dan setiap jam penghuni neraka disiksa tanpa henti dan mereka tidak bisa mati. “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (QS. Al-Nisa’: 56)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!