Thursday, June 7, 2018

6 Hal Yang Bisa Dikerjakan Saat Berhalangan Di Akhir Ramadhan


Oleh : Vivin Indriani (Anggota Komunitas Revowriter)


10 hari terakhir Ramadhan adalah hari-hari paling krusial bagi pecinta ibadah. Ragam ibadah wajib maupun sunnah begitu populer dikerjakan di waktu-waktu ini. Tidak ada lain kecuali para ibadah lovers ini memahami betul kualitas ibadah dan ganjaran berlipat-lipat yang akan diperoleh bagi siapapun yang berlomba memperbanyak ketaatan.


Namun bagi muslimah, keinginan berburu nikmatnya ibadah di 10 hari terakhir ramadhan ini kadang terkendala beberapa hal. Diantaranya wanita yang sedang haid, nifas atau di masa-masa memiliki tanggungan merawat bayi yang masih kecil. Tentu ada rasa sayang melewatkan hari-hari paling sakral di bulan penuh kucuran pahala dari Allah SWT.


Oleh karenanya Islam memberikan banyak alternativ ibadah bagi mereka yang berhalangan hadir dalam aktivitas ibadah akhir Ramadhan. Baik kendala beri'tikaf dimasjid, ibadah sholat, puasa dan memperbanyak membaca Al-Quran. Ibadah pengganti ini tentu akan tetap bernilai di sisi Allah SWT selama dikerjakan dengan ikhlas semata-mata mengharapkan keridhoan Allah SWT.


Diantara ibadah-ibadah pengganti tersebut adalah :

1. Berdzikir, menyebut asma Allah melalui bacaan-bacaan dzikir pada umumnya. Seperti membaca kalimat tahlil(Laa ilaha illa Allah), membaca tahmid(Alhamdulillah), tasbih(subhanallah), takbir(Allahu Akbar), dan sebagainya.


Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kaum Mukminin untuk banyak berdzikir kepada-Nya dan Allâh memuji orang-orang yang banyak berdzikir. Allâh Azza wa Jalla berfirman :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا


“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allâh, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” [ QS: al-Ahzâb [33]:41-42]


Allâh Azza wa Jalla juga berfirman, yang artinya, “… Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“[QS: al-Ahzâb [33]:35]


Para sahabat berkata, “Siapa al-Mufarridûn wahai Rasûlullâh?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kaum laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allâh.”


Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu dan dia memarfu’kannya ” Tidak ada amal yang dilakukan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari adzab Allâh, selain dari dzikir kepada Allâh Azza wa Jalla 


2. Bersholawat kepada Nabi Muhammad saw. Allah sendiri telah memerintahkan kita bershalawat pada Rasul,


إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا


“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)


3. Memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman,


“فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً”


Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)


Rasul saw. dalam salah satu hadits menyampaikan keutamaan membaca istighfar yaitu sebagai pembuka pintu rizki. Bunyi haditsnya sebagai berikut :


“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”


“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

 

4. Memperbanyak sedekah. Sedekah merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Apalagi jika dikerjakan pada bulan Ramadhan. Diriwayatkan dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas radiyallahu anhuma, ia berkata:

(( كَانَ النَّبِيُّ r أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِيْ رَمَضَانَ، حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ وَكَانَ جِبْرِيْلُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَكَانَ رَسُوْلُ الله r حِيْنَ يَلْقَاهُ أَجْوَدَ بِالخَيْرِ مِن الرِّيْحِ المُرْسَلَةِ ))

“Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang amat dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan padanya Al-Qur’an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan padanya Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ditemui jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.”


 “Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946).


“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”) 


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696).


5. Memperbanyak amalan kebajikan. Islam adalah agama yang sempurna. Berbagai aktivitas dalam kehidupan kita bisa bernilai ibadah jika dikerjakan dengan benar. Yakni sesuai dengan perintah Allah dan RasulNya dan dikerjakan dengan ikhlas. Maka di bulan Ramadhan pun demikian. Kita bisa menambah amal pahala berlipat ganda melalui aneka kebajikan dalam aktivitas kita sehari-hari. Misalnya mengatur rumah agar terlihat nyaman untuk ibadah seluruh penghuni rumah. Menggencarkan dan mengajak keluarga berbuat kebajikan dan memperbanyak ibadah di hari-hari terakhir Ramadhan. Bersabar terhadap ujian keluarga. Membantu mempermudah pekerjaan salah satu anggota keluarga. Menyiapkan buka puasa atau takjil untuk peserta tadarrus di mushola atau masjid. Memberikan kembalian uang belanja kepada tukang sayur. Memberi tips lebih banyak kepada tukang parkir. Atau yang paling sederhana, menyambut angggota keluarga, tetangga dan orang-orang di sekitar kita dengan senyuman dan sapaan ramah menyejukkan.


“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955).


“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan buka kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.”


Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai buka orang yang berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan buka dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah (no. 1887) dan Al Ash-habani dalam At Targhib (178). Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits seperti Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib (2/115), juga oleh Dhiya Al Maqdisi di Sunan Al Hakim (3/400), bahkan dikatakan oleh Al Albani hadits ini Munkar, dalam Silsilah Adh Dhaifah (871).


6. Berdakwah menyampaikan risalah Islam. Bagi para muslimah, aktivitas dakwah memang tidak sebanyak kaum pria dalam menjalankannya. Namun balasan yang baik dan berlipat akan di dapatkan oleh para muslimah selama dikerjakan dengan baik dan dalam kondisi yang disyariatkan oleh agama. Banyak wasilah dakwah hari ini yang bisa dilakukan muslimah dengan mudah. 


Diantaranya bisa melalui tulisan dakwah maupun tausiyah di media sosial dan media cetak. Membagikan status ajakan kebaikan dengan catatan jelas sumber dan kredibilitas penulisnya terjamin. Mengajak ibu-ibu atau para muslimah di sekitarnya mengkaji Islam atau menderaskan Al Quran. Bahkan melakukan aktivitas dakwah berjamaah sebagai bagian dari sunnatullah kemenangan dan kekuatan ummat Islam pun bisa menjadi jalan mengalirnya pahala berlipat di bulan Ramadhan.


Sehingga dari sini tidak ada lagi alasan bagi muslimah yang sedang mengalami halangan dari ibadah puasa dan qiyam Ramadhan untuk berleha-leha. Atau mungkin merasa tidak ada aktivitas apa-apa lagi yang bisa dikerjakan karena sedang berhalangan. Justru disinilah kesempatan untuk memperbanyak sisi ibadah yang lain yang mungkin tidak akan sempat kita kerjakan jika kita tersibukkan dengan ibadah wajib bulan Ramadhan lainnya.


Sungguh hanya mereka yang beruntung yang bisa merasakan kenikmatan jamuan Allah di bulan Ramadhan. Keberkahan hanya hadir pada mereka yang menikmati kekhusyuan ibadah dan muamalah di bulan mulia ini. Semoga kitalah salah satu yang beruntung mendapatkan kemuliaan itu. Wallahu 'alam bish showab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!