Saturday, June 30, 2018

Islamophobia melanda kaum muslimin?

Islamophobia melanda kaum muslimin?


Oleh : Muthi’ah Winarti (Muballighoh, praktisi pendidikan)

Islamophobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminatif pada Islam damn muslim. Istilah ini sudah sejak tahun 1980 an, tetapi menjadi popular setelah peristiwa serangan 11 September 2001.  Pada tahun 1997, Runnymede Trust seorang Inggris mendefinisikan Islamophobia sebagai “ rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim,” dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktik diskriminasi terhadap muslim dengan  memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, social dan kemasyarakatan bangsa. (https://id.m.wikipwdia.org).

Pada era saat ini kita sering temukan, Islamophobia yang menjangkiti Amerika dan Eropa rupanya merambah ke tanah air dengan sangat halus nya bak debu.  Pandangan negative tentang Islam dan symbol-simbol Islam di negeri ini sangat terasa tetika muslimin yang membela agamanya dianggap fundamental.  Pun ormas Islam yang menyuarakan dakwah dianggap radikal. 

Misalnya yang terjadi baru-baru ini, menurut pakar sastra : Puisi Sukmawati merupakan bentuk Islamofobia.  Menurut Prof Sukron Kamil, Guru besar Sastra Bandung dan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta puisi yang ditulis Sukmawati tidak tepat apabila harus menyandingkan antara budaya nusantara dengan syariat Islam. 

“ada kecenderungan Islamofobia ketika dia membandingkan antara kidung Indonesia dengan azan.  Ini problematic secara antologi seni Islam atau kebudayaan Islam.  Itu Nampak sekali di dalam soal itu,” ujar Sukron kepada Repiblika.co.id, Selasa (3/4/2018).

Bahkan symbol-symbol Islam yang bertuliskan kalimat lla illaha illalloh, wanita muslimah yang menggunakan cadar, aksi terorisme selalu dilekatkan dengan Islam dan jihad, dan lain-lain.  Bahkan islamophobia juga menghadang dakwah Islam. Misalnya ditolaknya Ustad Abdul Somad saat menyampaikan ceramah di wilayah Provinsi Bali (Tribun-Timur.com),  ustadz Bachtiar Nasir dilarang ceramah dibeberapa kampus ungkapnya saat mengisi Tabligh Akbar di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, Yogyakarta, Ahad (28/5) (Portal-Islam), pembatalan pengajian ustadz Felix Siauw di Malang (29/4/2017) (Detiknews, 1 Mei 2017). 

Rencana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, akan melarang  penggunaan cadar di kampus.  Sekitar 42 mahasiswi yang memakai cadar telah dikumpulkan dan diminta menvabut cadarnya.  Meski terakhir terpaksa menunda rencana tersebut akibat tekanan publik Muslim yang kuat.  

Mengapa Islamophobia? 

Mengapa Islamhopobia juga melanda di negeri-negeri kaum muslimin yang penduduknya mayoritas muslim? Tak sedikit pula sebutan anti NKRI disematkan kepada beberapa tokoh Islam.  Moordiningsih dalam artikelnya “Islamofobia dan Strategi Mengatasinya” (Buletin Psikologi, Desember 2004) menuturkan, segala kecemasan ataupun ketakutan akan Islam dan muslimin bermula dari pandangan tertutup dan lebih mendahulukan prasangka.  Beragam streotip negative muncul dam membuat banyak orang tak memandang Islam secara terbuka. Fenomena Islamofobia di Indonesia, lanjutnya, mirip dengan sejarah Rasulullah SAW ketika pertama kali datang mendakwahkan Islam.  Saat itu ketakutan kaum Quraisy karena mereka khawatir munculnya kekuatan baru yang akan berkuasa. Merekapun akhirnya menentang Rasulullah SAW dan menghalangi segala penyebaran agama Islam.  Saat itu muncul ketakutan di kalangan kaum Quraisy kaena mereka khawatir muncul kekuatan baru yang akan berkuasa,” tulis Moordiningsih. (muslimahdaily.com).

Pakar Sejarah dan penelitian INSIST, Dr Tiar Anwar Bachtiar menuturkan bahwa”Indonesia ini, semenjak kedatangan Belanda (kolonial), Belanda ini sudah menanamkan pemikiran ke masyarakat, bahwa Islam itu jahat, jelek dan buruk”.  Ia mengatakan bahwa Islamophobia disebarkan dengan tujuan men’demonisasi’ Islam agar masyarakat takut dengan ajaran Islam dan tak mendalaminya secara lebih serius.(usaha penciptaan nama buruk terhadap suatu komunitas yang dilakukan  secara massif (skala besar) dan sistematis, biasanya melalui media dengan teknik rekayasa citra)

Republika.co.id, Jakarta. Ustadz Adnin Armas menyebutkan bahwa indikasi islamophobia sudah muncul di Indonesia. Orang -orang ynag ingin berkontribusi dan mencintai agama ini bisa dituduh konservatif, fundamentalis, radikal, anti kemajuan, anti Barat, anti NKRI, dan fitnah-fitnah yang serupa. 

Apakah Islam adalah agama atau ideologi yang yang menakutkan?  Islam sangat menakutkan  hanya bagi para kelompok liberal (pengusung kebebasan) dan islamophobia.  Tetapi bagi kaum muslimin yang ingin menjalankan Dien yang Allah SWT turunkan untuk seluruh manusia adalah sebuah keharusan.  Karena bukti keimanan dan tauhid kita kepada Allah SWT pemilik jagat raya ini adalah wajib menerapkan semua Syari’at yang Allah peruntukkan untuk hambaNya yang beriman.  

Allah SWT berfirman : “Apabila dikatakan kepada mereka,”Marilah kalian( tunduk) pada hukum yang Allah telah turunkan dan pada  hukum Rasul”, niscaya kalian lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya agar tidak (mendekati) kalian (TQS. An-Nisa (4):61).

Bahkan tujuan dari keimanan seorang muslim adalah takwa.  Apa itu  takwa? Menurut Imam ath-Thabari, saat menafsirkan QS. A-lbaqarah [2]:2 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang terdahulu agar kalian bertakwa”.  Kata al-muttaqin, beliau antara lain mengutip pernyataan Imam al Hasan. “Mereka-kaum yang bertakwa, adalah yang takut atas apa saja yang telah Allah haramkankan atas mereka dan menuaikan apa yang telah Allah wajibkan kepada mereka.”

Sesungguhnya yang mereka tuduhkan bahwa cadar, azan, Islam kaffah, jihad, sholat, khilafah semua adalah ajaran Islam.  Seorang muslim wajib menjalankan semua syari’at yang dibawa Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.  Seorang muslim wajib beriman kepada semua semua isi kandungan Al-Qur’an.  Apabila ia ingkar kepada satu saja ayat yang ada dalam Al-Qur’an maka sama saja ia ingkar kepada ayat-ayat yang lain. 

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT Yang Maha Benar dan Yang Maha Pembuat Aturan. Dalam praktiknya selama lebih dari 13 abad, Islam mampu mengayomi dan mensejahterakan rakyatnya, baik itu Muslim maupun Non Muslim dengan penerapan Islam Kaaffah.  Oleh karena itu kita sebagai seorang muslim sangat ingin membuktikan keimanan kita kepada Allah SWT, keimananan kita kepada Rasulullah utusan Allah SWT yang membawa risalah Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah yang wajib kita terapkan di dunia ini.  Wallahu ‘alam bishowab. 










Kebebasan Pers dalam Belenggu Demokrasi

Kebebasan Pers dalam Belenggu Demokrasi


Oleh: Ratna Dewi Putika Sari, S.Pd, M.Pd


Kebebasan Pers Terancam

Baru-baru ini terjadi peristiwa yang menyita perhatian banyak pihak. Pasca kebijakan Jokowi yang akan memberikan rapelan hak keuangan dengan nilai yang fantastis bagi tokoh-tokoh yang ada dalam Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), muncullah berbagai reaksi di tengah masyaraka, tidak terkecuali media. Radar Bogor memuat berita dengan headline "Ongkang-Ongkang Kaki, Dapat 112 Juta". Hal ini memicu sejumlah kader PDIP menggeruduk kantor Radar Bogor karena tidak terima dengan pemberitaan tersebut.


Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Nawawi Bahrudin menyatakan, penggerudukan menggunakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota PDIP Bogor sudah melanggar hukum dan mengancam kebebasan pers. Pihaknya mengecam tindakan premanisme kader PDIP yang mengakibatkan pemukulan terhadap staf Radar Bogor, pengrusakan alat-alat kantor dan perbuatan intimidasi lainya. Nawawi mengatakan hal itu merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikategorikan perbuatan pidana yang sangat mengancam demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. Lebih jauh lagi, sikap tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila yang notabene Ketua Umumnya adalah sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (Republika, 31/5/18)


Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam organisasi menggelar aksi solidaritas terhadap Radar Bogor di Sepanjang jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu 2 Juni 2018. Peristiwa penggerudukan pada Rabu 30 Mei lalu, terdapat aksi pemukulan dan perusakan properti. Sementara itu, Jumat 1 Juni yang bertepatan dengan Hari Pancasila, dilakukan kembali oleh massa PDIP di kantor Radar Bogor. "Hari ini kita menggelar aksi solidaritas, kita mencoba mengingatkan teman-teman di PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) untuk menempuh cara-cara hukum dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh negara,” kata Korlap Aksi, Sasmito. Dia menyesalkan adanya tindakan persekusi dan intimidasi maupun segala bentuk kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Forum pekerja media juga menginginkan Kepolisian mengusut tuntas agar tidak terjadi kembali. (Viva, 1/6/18)


Pada Jumat (1/6) lalu, sejumlah kader dan simpatisan PDIP kembali mendatangi kantor Radar Bogor untuk memprotes masalah yang sama. Sementara itu, Forum Pekerja Media mengecam pernyataan politisi PDIP yang mengancam akan meratakan kantor Radar Bogor apabila terjadi di Jawa Tengah. Hal ini menurut mereka adalah pernyataan yang bernada kekerasan dan menimbulkan rasa tidak aman bagi pekerja media lainnya. "Ini kan pernyataan yang memicu kekerasan pada teman-teman Radar Bogor di wilayah lainnya," kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen, Sasmito di lokasi aksi, Sabtu (2/6). Pernyataan tersebut, ia menambahkan, adalah pernyataan anti demokrasi kebebasan pers. Selain itu pernyataan tersebut sangat berpotensi memicu kekerasan lanjutan yang dilakukan oleh kader atau simpatisan kepada media-media yang berbeda pendapat. (Republika, 3/6/18)


Benarkah Demokrasi Menjamin Kebebasan Berpendapat? 


Media memegang peranan penting dalam memberikan informasi n edukasi yang membangun di tengah masyarakat. Media juga menjadi sarana untuk menyampaikan pendapat dan kritik terhadap pemerintah atas kebijakan-kebijakan yang diambil. Dalam konsep demokrasi dinyatakan adanya jaminan bagi rakyat termasuk media untuk menyampaikan pendapat atau kritik terhadap penguasa. Nyatanya hari ini kita saksikan bahwa kenyataan tidak seindah konsep yang ditawarkan.


Hari ini, terlihat bahwa istilah kebebasan berpendapat memiliki dua sisi yang berseberangan. Hal ini tampak dari sikap penguasa dalam menyikapinya. Jika pendapat yang diutarakansesuai dengan kepentingan dan sejalan dengan kebijakan pemerintah, maka akan dibiarkan. Sebaliknya, jika pendapat yang dilontarkan adalah pendapat yang dianggap menyerang pemerintah dan partai pendukungnya maka ini dianggap tidak layak ada, tidak ada istilah kebebasan berpendapat. 


Hal yang sama juga bisa kita temui jika dikaitkan dengan kaum muslimin. Jika kaum muslimin menyuarakan pendapat atau kritik atas dasar ajaran Islam yang diyakininya, ini dianggap sebagai upaya yang bertentangan dengan Pancasila dan mengancam NKRI, dengan sigap aparat melakukan penyelesaian. Sebaliknya justru jika ada pihak-pihak yang menghina Islam dan ajarannya, seringkali lambat dalam proses dan tak jarang berujung pada pengabaian.


Tentu, layak kita bertanya, sebenarnya kebebasan berpendapat, termasuk di dalamnya kebebasan pers, ini untuk siapa? 


Istilah kebebasan berpendapat dan kebebasan pers dalam sistem demokrasi menjadi sesuatu yang mudah ditarik ulur sesuai kepentingan rezim yang berkuasa. Hari ini sudah lazim diketahui bahwa media tidaklah semuanya netral, dibalik sebagian besar media ada para pengusaha yang seringkali erat hubungannya dengan penguasa. Sehingga apa yang disajikan media pada masyarakat seringkali sarat kepentingan. Media kehilangan wajah aslinya, bahkan sebagian digunakan untuk mengangkat citra satu pihak dan menjatuhkan pihak lain.


Hari ini pemerintah dengan sistem demokrasinya, nyatanya gagal memberikan jaminan kebebasan berpendapat bagi masyarakat. Hal yang dirasakan justru pemerintah seolah makin anti kritik, karena setiap upaya melakukan kritik dan menyampaikan pendapat yang membangun seringkali ditanggapi dengan negatif. Alih-alih diterima, bahkan seringkali pelakunya dianggap menyerang, tak jarang dikriminalisai. Jika sudah begini, bagaimana rakyat bisa berperan dalam perbaikan negar. Padahal sebagai muslim, kita diperintahkan Allah amar ma'ruf nahyi munkar, setiap kali melihat kekeliruan, termasuk yang datang dari pemerintah, wajib bagi kita untuk meluruskan.


Islam Menjamin Hak Menyampaikan Pendapat


Dalam Islam, menyampaikan pendapat adalah hak rakyat yang dijamin oleh negara. Rakyat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat terhadap setiap kebijakan negara tanpa ada keberatan dan pencekalan. Penyampaian pendapat dalam bingkai dakwah dan amar ma'ruf nahi munkar dilakukan atas dasar aqidah Islam dan ketaatan terhadap hukum-hukum syariah. Dalam penyampaian pendapat rakyat terikat hukum syara dan adab-adab Islami. 


Negara wajib merespon setiap masukan dan kritik dari rakyat sesuai dengan tuntunan syariah. Rasulullah saw dan Khulafaur Rasyidin telah memberikan teladan terbaik dalam hal ini. Rasulullah saw bersedia mengikuti pendapat Hubab bin Munzir terkait posisi pasukan dalam perang Badar karena ini termasuk strategi perang yang memerlukan pendapat ahli. Beliau juga mengikuti pendapat kaum muslimin untuk keluar dari Madinah menghadang pasukan musyrik Makkah pada perang Uhud karena berkaitan dengan keamanan kaum muslimin, meskipun berbeda dengan pendapat beliau sendiri. Beliaupun tidak mencela protes para shahabat yang menolak perjanjian Hudaibiyah, beliau hanya menyatakan jika ini sesuai perintah Allah. 


Jaminan hak menyampaikan pendapat menjadikan rakyat berperan optimal dalam urusan politik, mencegah negara melakukan kezaliman, dan menjaga agar senantiasa dalam kebaikan. Mediapun dapat berperan tanpa beban, menyampaikan kebenaran tanpa tekanan dan ketakutan. Sungguh kita rindu hidup di bawah naungan Islam, saat kebebasan pendapat bukan ilusi, namun dibingkai dengan ketentuan syar'i.


Karena Menyusui Tak Sekedar Memberi ASI

Karena Menyusui Tak Sekedar Memberi ASI


Oleh: Ratna Dewi Putika Sari


Hari ini, saat Atikah berusia 6 bulan, hari pertama memulai MPASI. Teringat perjuangan sejak hari pertama kelahirannya hingga akhirnya dimampukan Allah menyusui eksklusif (bukan hanya ASI Eksklusif) selama 6 bulan. Ada kelegaan tersendiri bisa sampai di titik ini. Ada syukur yang teramat sangat karena Allah limpahkan kemudahan melalui dukungan dari orang-orang terdekat. 


Amru bin Abdullah ra, seorang sahabat Rasulullah saw pernah berkata kepada istri yang menyusui bayinya : "Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah swt."


Iya, menyusui bagi sebagian orang terlihat sederhana. Toh memang sudah alamiahnya ibu menyusui anak-anaknya. Sebagian ibupun ada yang menjalani proses menyusui dengan biasa-biasa saja, seolah tak ada yang istimewa. Bahkan ada  yang berniat dari awal ingin memberikan susu formula saja. Ada pula yang mencukupkan ASI diumur 6 bulan padahal masih mampu menyempurnakan persusuannya hingga 2 tahun.


Menyusui, bukan sekedar memberikan nutrisi pada bayi yang belum bisa dan belum siap menerima asupan selain ASI. ASI adalah nutrisi terbaik yang tidak bisa disamai oleh susu formula semahal apapun. ASI adalah keajaiban dari Allah, penyambung tali kasih sayang Allah pada hamba-Nya. Menyusui adalah keistimewaan seorang wanita yang bergelar "ibu". Ada penelitian yang menyatakan bahwa anak yang menyusu langsung memiliki ikatan yang lebih kuat dengan ibunya. Hal ini tentu akan menjadi bekal dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak ke depan. Anak yang dekat, biasanya lebih mudah untuk diajak taat.


Terlebih lagi, para ibu pasti merasakan ada bahagia saat menatap wajah si kecil dalam jarak pandang posisi menyusui. Ada keharuan saat mata indahnya menyusuri lekuk wajah kita, ibu, makhluk pertama yang dikenalinya. Ada kegembiraan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata saat tangan mungilnya menyentuh wajah kita.


Ah, kebahagiaan di dunia saja sudah seindah ini. Apalah lagi jika diniatkan menyusui dalam bingkai ibadah, penghambaan kepada Allah. Menyusui adalah perintah-Nya, bertabur pahala, menuai berkah, dan semoga berujung di Jannah. Allah muliakan ibu menyusui dengan rukhshah puasa. Allah perintahkan para ayah memenuhi kebutuhan, menjaga, dan membahagiakan para ibu saat menyusui anaknya. Bahkan jika ibu itu ditalak sekalipun, syariah memerintahkan agar si ayah membayar upah atas persusuan anaknya.


Ibu menyusui harusnya tak boleh bersedih, tak boleh tertekan, tak boleh berkekurangan. Tapi hari ini, masih ada ibu-ibu yang tidak bisa menyusui eksklusif, tidak mampu menyempurnakan persusuan hingga 2 tahun, bahkan ada yang tidak mau menyusui anaknya dengan alasan kecantikan.


Ada apa dengan para ibu? Apakah ini sekedar salah mereka? Ataukah mereka teralihkan dari fitrahnya karena godaan dunia? Ataukah mereka dipaksa keadaan karena harus bekerja? 


Jika dulu di masa Khalifah Umar bin Khattab ra, beliau memberi upah kepada ibu-ibu yang menyusui anaknya. Kemudian beliau menjadikan upah tersebut diberikan di awal persusuan karena mendengar kabar ada ibu yang menyegerakan menyapih anaknya karena ingin mengambil upah dari sang Khalifah. Sungguh kita rindu, penguasa yang memperhatikan kualitas generasi bahkan sejak awal memastikan asupan nutrisi terbaiklah yang sampai kepada mereka. Penguasa yang memperhatikan kesejahteraan ibu agar mereka optimal dalam peran mulianya. Mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh, dan mendidik generasi terbaik, generasi pemimpin.


Generasi pemimpin hanya lahir dari asuhan ibu yang terjamin. Terjamin nafkahnya, terjamin kebahagiaannya, terjamin kualitas keluarganya, terjamin kebaikan lingkungannya, dan terjamin kekuatan sistem yang menaunginya.


Ah, sungguh kami, para ibu, bahkan urusan menyusui saja telah membuat kami rindu, hidup berkah dalam naungan Khilafah. Karena menyusui tak sekedar memberi ASI.[]


*) Ibu Peduli Generasi, Anggota Komunitas Muslimah Banua Menulis

Mencuat, Tik Tok pun Dihujat

Mencuat, Tik Tok pun Dihujat



Oleh: umzhafira (Akademi Menulis Kreatif)


Hi Gaes, mesti kenal dong sama aplikasi Tik Tok? Itu loh, aplikasi kekinian yang sedang digandrungi remaja macam kamu-kamu di hampir seluruh dunia termasuk di Indonesia. Hayoo ngaku!


Aplikasi asal negeri Tirai Bambu ini punya _special effect_ yang bakal bikin video kamu semakin keren dengan kemampuannya untuk mendeteksi wajah, lalu membuatnya secara otomatis berekspresi lucu, konyol bahkan memalukan. Si doi juga dilengkapi background musik yang terbilang lengkap dari berbagai _genre music_. Keren kan?


Pemakainnya pun cukup gampang lho. Gag perlu ribet. Sehingga dengan waktu singkat kamu-kamu bisa bikin video keren sesuka hati. Terus upload deh ke semua akun sosmed yang kamu punya! 


Dari sini nih, para pengguna termasuk kamu. Ups! Akhirnya berlomba-lomba berekspresi lewat berbagai kreasi dalam video Tik Tok yang kamu buat. Ya kaaan?


Awalnya sih lucu-lucuan aja. Sekedar seru-seruan untuk menghibur diri dari kejenuhan rutinitas sekolah, ngampus atau kerjaan. Dari sekedar gaya bebas, joget-joget gag jelas sampai video gag pantas yang menuai hujatan dari para netizen.


Seperti halnya sebuah video yang mempertontonkan sekelompok anak-anak cewek sedang sholat lengkap sama mukenanya. Eeh secara tiba-tiba mereka berjoget-joget gag karuan di waktu sholat berlangsung. Apa coba maksutnya? Dimana letak serunya?


Ada lagi seorang anak remaja yang  mengunggah video Tik Toknya, berjoget-joget di depan jenazah sang kakek yang baru saja wafat. Whaat???


Terus ada juga nih, sepasang anak remaja dengan sang cewek yang berkerudung sedang mesra-mesraan  layaknya sepasang kekasih. Tiba-tiba aja gitu sang cowok menarik kerudung sang kekasih yang ternyata cowok juga. Dan mereka pun ketawa-tawa. Gubrakk!!


Platform yang katanya  bakal bikin daya kreatifitas dan imajinasi melejit ini, nyata-nyatanya justru bikin anak-anak muda ini bertingkah kebablasan dan super gag jelas.


Biar makin viral dan populer maka mereka-mereka ini, berlomba-lomba bikin video yang fenomenal. Yang pasti belum dilakuin sama netizen manapun.


Muncullah ide-ide gila gag masuk akal seperti yang udah dijelasin di atas. Sampai-sampai ada yang harus berurusan sama pihak berwajib karena bikin video Tik Tok di jalan raya. Helllooow?!?


Fiuuh... Remaja saat ini emang cenderung ikut-ikutan tanpa tujuan yang gag jelas. Iya gag sih? Asal seneng bisa dikenal banyak orang meski harus mempermalukan diri sendiri. PLAK!!


Walhasil kecaman dan hujatan terpaksa mendarat ke aplikasi terlaris yang mengalahkan aplikasi Whatsapp ini.


Bahkan banyak warga net mencapnya sebagai aplikasi alay dan meminta untuk menutup aplikasi yang satu ini. Soalnya penggunanya memang kebanyakan adalah anak-anak alay.


Hemh... Harusnya kan sebagai generasi zaman now kita punya standar dalam menentukan sikap dong. Gag cuma sekedar membebek sama apapun yang sedang trend di dunia saat ini.


Kita juga mesti tahu bahwa usia muda seperti kita ini merupakan usia dimana kita bisa melakukan banyak hal. Dan tentunya berlomba dalam beramal sholih adalah prioritas utama generasi muslim macam kita. Setuju ya?


Soalnya gaes, masa muda ini harus kita pertanggungjawabkan disisi Allah SWT lho. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ


“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).”[1]


So, gaes. Yuk cerdas manfa'atin tiap detik yang Allah kasih ke kita buat ngamanin sebuah tempat terindah di syurgaNya kelak.


Jangan siakan waktumu cuma buat kesenangan sesaat yang menipu. Atau bahkan di dunia saja  menuai hujatan karena saking kebangetannya. Hei! Hidup ini sekejap. Goreskan tinta terbaik untuk mengukir akhir yang indah nanti. Mari berkarya generasi mulia! []


Waspada Zona Nyaman Dalam Dakwah

Waspada Zona Nyaman Dalam Dakwah


Oleh: Farhah Aafiyah


Dakwah adalah aktivitas utama. Para nabi dan rasul pun menjadikan dakwah sebagai aktivitas utama. Bahkan para ulama menempatkan dakwah sebagai mahkota kewajiban. 


Dakwah adalah aktivitas mulia dihadapan Allah SWT yang diwajibkan secara syar'i bagi umat Islam baik Muslim atau Muslimah. 


Dakwah itu ibarat darah dalam tubuh manusia. Dia harus terus mengalir, dan tidak boleh berhenti, walaupun sesaat. Berhenti aliran darah pertanda kematian telah tiba. Oleh karena itu, dakwah harus tetap bergerak dan hidup. Dengan dakwah manusia mengenal Rabb-nya,  mengetahui syariat-Nya dan dengan dakwah mengetahui jalan hidup yang sohih, sehingga hidup tetap dalam ridho-Nya. 


Ruh dakwah adalah perubahan. Mengubah kondisi buruk menjadi baik dari sesat menjadi petunjuk, dari kufur menjadi Islam, dari kondisi baik,  menjadi lebih baik. Ruh dakwah ini tidak akan ada jika para pengemban dakwahnya menderita penyakit sebagai berikut:


Pertama penyakit TIPUS (tidak punya selera) pengemban dakwah tidak boleh nyaman dengan penyakit ini karena pengemban dakwah yang menderita penyakit ini akan menganggap dakwah seperti menu makanan,  saat lagi doyan, baru mau bergerak. Bahkan dakwah hanya dilakukan saat waktu luang.


Ke-dua penyakit MUAL (mutu amat lemah), seorang pengenmban dakwah adalah pejuang revolusi yang menjadi tempat umat bertanya dan mencari solusi dari permasalahan yang mereka hadapi. Oleh karena itu,  pengemban dakwah harus memaksakan diri untuk meningkatkan pemahamannya sehingga kualitas pemahamannya bermutu tinggi dan memiliki strategi jitu menyelesaikan persoalan umat.


Ke-tiga penyakit KUDIS ( kurang disiplin. Datang paling lambat,  pulang paling cepat, jika penyakit ini diderita, pengemban dakwah akan binasa dalam arus kehidupan yang tidak mengenal belas kasihan. Imam syafi'i berkata,  "bukan kematian  yang kutakuti,  tapi menyia-nyiakan waktu yang kutakuti. Karena kematian hanya memutuskanku dengan dunia. Tapi,  menyia-nyiakan waktu memutuskanku dengan Allah dan Surga-Nya". 


Sudah saatnya pengemban dakwah memaksakan diri keluar dari penyakit zona nyaman yang disebutkan di atas. Pengemban dakwah harus memiliki sikap ikhlas,  sabar dan Istiqomah dalam mengemban dakwah.

Semoga perjuangan kita diberkahi Allah SWT. Allahu Akbar!

Betapa Allah Merindukan HambaNya

Betapa Allah Merindukan HambaNya


Oleh : Lilik Yani - Praktisi Pendidikan


Di dalam menjalankan aktivitas hidup, tidak selamanya kita mendapatkan kemudahan dan kesuksesan. Dalam menapaki perjalanan hidup itu, terkadang kita menemui kerikil-kerikil bahkan batu tajam yang menghalangi langkah kita. 


Kadang sehat kadang sakit, kadang sukses kadang gagal, kadang mendapat kemudahan kadang menemui kesulitan. Semua itu silih berganti tersaji dalam kehidupan kita. 


Allah tidak selalu menuruti apa yang kita inginkan. Karena Allah yang lebih tahu, apa yang terbaik buat hambaNya. 


Allah pencipta dan pengatur seluruh alam ini yang paling tahu terhadap makhluk ciptaanNya. Allah akan mencukupi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. 


Jadi saat hasil tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, jangan pernah menyalahkan Allah. Apapun yang menimpa kita, tetap qusnudzon pada Alah. Evaluasi diri, renungi apakah ada yang salah dari diri kita. 


" Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan- kesalahanmu )" QS Asy Syura : 30.


Jika masalah dan ujian datang silih berganti. Jangan pernah menyalahkan orang lain, jangan pula menyalahkan alam, apalagi menyalahkan Allah. Karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang pasti menyayangi hambaNya. Tidak mungkin Allah menganiaya hambaNya. 


Sekali lagi, lakukan introspeksi diri masing-masing. Adakah hak-hak Allah yang tidak kita tunaikan? Dahulukan hak Allah, pasti Allah akan membalas dengan kebaikan berlipat ganda. 


Jangan-jangan bukan kepada Allah kalian berharap dan berdoa? Jangan-jangan bukan karena Allah kalian beribadah? 


Padahal Allah begitu merindukan hambaNya. Sehingga saat kita datang ke Allah dengan berjalan, maka Allah akan mendatangi kita dengan berlari. 


Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda : " Allah berfirman : Aku sesuai prasangka hambaKu kepadaKu. Aku bersamanya ketika ia berdzikir kepadaKu........  Barangsiapa yang mendekat kepadaku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barangsiapa mendekat kepadaKu satu lengan, maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia menghadap kepada Ku dengan berjalan maka Aku menemuinya dengan berlari" ( HR Bukhari Muslim).


Maka dari itu, jika kita mengalami ujian, masalah bahkan musibah sekalipun, itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya. 

Allah merindukan hambaNya, agar kembali ke jalan yang benar dan akan diampuni dosa-dosanya. 


"Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit yang tidak kunjung sembuh, rasa capek, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni. (HR. Muslim no 2573 ).


Dari Mu'awiyah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda :  "Tidaklah suatu musibah menimpa jasad seorang mukmin dan itu menyakitinya melainkan akan menghapuskan dosa-dosanya" ( HR Ahmad ).


Andai semua manusia bisa menyadari bahwa semua karunia Allah itu baik. Apakah itu berupa hadiah, prestasi, jabatan tinggi, harta melimpah, kesehatan, dan yang lainnya. Atau berbentuk ujian, masalah, rasa sakit, kekurangan harta, kehilangan pekerjaan, kelaparan, musibah, dan sejenisnya.


Jika semua itu diterima dengan lapang dada dan rasa ikhlas maka Allah akan membalas dengan karunia yang lebih banyak, termasuk pengampuan atas dosa-dosanya.  Karena sungguh, Allah sangat merindukan hambaNya agar kembali ke haribaanNya dengan kondisi bersih. 


Ya Allah, ajari kami bersyukur atas semua karuniaMu.  Berikan kami pemahaman, untuk bisa menerima semua karunia itu dengan penuh kerelaan. 


Ya Allah, sungguh akan terasa berat hati ini untuk bisa menerima karunia yang berupa ujian, tanpa Engkau menurunkan perasaan ikhlas dan ridlo di hati kami. 


Ampuni kami Ya Allah, jika masih suka mengeluh dan cenderung berprasangka buruk kepadaMu.  Itu disebabkan kurangnya pemahaman kami dan tidak adanya kesadaran di hati kami. 


Padahal itu semua adalah tanda sayangMu kepada kami dan betapa Engkau sangat merindukan kami untuk bisa kembali ke haribaanMu dalam keadaan yang baik.  

Aamiin.

Tunjangan Harian Rakyat

Tunjangan Harian Rakyat


Oleh: Nor Aniyah, S.Pd


Kontroversi pemberian tunjangan hari raya atau THR dan gaji ke-13 kepada pegawai negeri sipil (PNS), prajurit TNI, anggota Kepolisian RI, pejabat negara, penerima pensiun dan penerima tunjangan masih belum selesai. Salah satu di antaranya karena besar anggaran yang melonjak ketimbang tahun lalu tak disertai dengan kapasitas ruang fiskal daerah yang mencukupi.


Anggaran untuk pembayaran THR sesuai dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2017 tentang APBN 2018 dipatok Rp 35,76 triliun. Nilainya meningkat 68,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu karena saat itu pensiunan tidak memperoleh THR.


Adapun tujuan pemerintah menaikkan THR dan gaji ke-13 ini dengan PNS, TNI, Polri, dan pensiunan agar dapat meningkatkan perekonomian pada kuartal kedua. Untuk gaji ke-13, Sri Mulyani menuturkan pengajuan permintaan pembayarannya oleh satuan kerja kepada kantor pelayanan perbendaharaan negara dilakukan akhir Juni dan dibayarkan awal Juli. Sehingga, gaji ke-13 baru akan diterima bulan Juli untuk membantu para PNS, Polri, dan TNI membiayai kebutuhan anak mereka yang bersekolah. (https://fokus.tempo.co/read/1093886/kontroversi-kenaikan-thr-pns-pemerintah-harus-waspadai-hal-ini).


Wakil Ketua DPR Fadli Zon menganggap ada motif politik secara implisit dalam pengesahan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tunjangan Hari Raya ( THR) serta Gaji Ke-13 untuk PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan. Menurutnya, hal itu juga biasa dilakukan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya saat tahun politik. Ia mengatakan, setiap perpres semestinya mengacu pada undang-undang yang berlaku.


Dalam perpres tersebut, Fadli belum melihat pertimbangan tersebut. Menurut Fadli, semestinya dalam memberikan THR, pemerintah mempertimbangkan keberadaan tenaga kerja honorer yang telah mengabdi kepada negara. Fadli menilai bahwa mereka juga layak memperoleh THR meskipun status pengangkatan kepegawaiannya belum jelas. (http://jabar.tribunnews.com/2018/05/24/kontroversi-perpres-thr-fadli-zon-kenapa-tidak-digunakan-untuk-bereskan-masalah-honorer).


Tunjangan hari raya (THR) merupakan tambahan penghasilan yang diberikan oleh Pemerintah untuk para Pegawai Negeri dan Perusahaan untuk Pegawai Swasta, menjelang Hari Lebaran. Sebagian kalangan memandang THR seolah menjadi "penyelamat" sejenak dari kekurangan, khususnya ber-hari raya. Benarkah demikian? 


Sudahlah biaya hidup sehari-hari yang tinggi. Mahalnya membayar harga tarif listrik, membeli gas, BBM, beras dan lain-lain. Hingga pendidikan dan biaya kesehatan yang tidak terjangkau. Begitulah yang sebenarnya terus harus dihadapi dalam sistem kapitalisme. 


Kesejahteraan dalam sistem kapitalisme seperti hanya utopi. Rakyatlah yang harus berjuang menghidupi dirinya dan keluarganya bahkan menghidupi negara dengan melalui pajak. Setiap barang, jasa sampai gaji harus ada pajaknya. 


Padahal kalau menurut Islam tidak boleh memungut pajak kecuali negara dalam keadaan terdesak. Itupun hanya bagi kalangan yang kaya saja. Tidak dipukul rata. Tidak pula dipungut pada perempuan dan orang non-Muslim. 


Kehidupan saat ini yang semakin sulit dan tak menentu. Kasihan sekali para pekerja yang berpenghasilan pas-pasan. Sekadar menghidupi anak istri. Harus hutang sana-sini. Mau lebaran, akhirnya menanti-nanti dan berharap tambahan dari THR. Seadar untuk membeli baju baru atau bahan makanan untuk dihidangkan saat berlebaran pun menjadi pikiran. 


Banyak yang menilai terlalu naif jika hanya dengan THR, akan terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Pasalnya, THR hanya bisa meningkatkan konsumsi rumah tangga dalam jangka waktu sesaat. Sedangkan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya diukur dengan konsumsi rumah tangga saja. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Iklim dunia usaha, neraca perdagangan luar negeri, nilai tukar rupiah, industri, dan yang lainnya perlu mendapat perhatian penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


Selain itu, semata-mata pertumbuhan ekonomi, tidak secara otomatis memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Selama ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di kisaran 5%, namun angka kemiskinan tetap saja besar. Berdasarkan data Kementerian Sosial tahun 2017 terdapat 26,58 juta penduduk miskin atau sekitar 10,12 persen.


Setelah habis THR, rakyat susah lagi. Semmua kembali menghadapi mahalnya biaya hidup yang ada. Ekonomi yang semakin sulit. Sistem kapitalisme telah nyata sekali terus memiskinkan jutaan jiwa dan keluarga. 


Adakah THR dalam sistem Islam? Dalam Islam THR tidak dikenal sebagai tunjangan hari raya. Namun, THR sebagai tunjangan harian rakyat, telah dijamin. Kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan yang lainnya diberikan secara berkualitas dan gratis. Sebab, sudah ada dananya dari kas negara berupa kekayaan alam kaum Muslim. 


Sistem Islam menjamin kesejahteraan seluruh rakyat orang per orang dengan mekanisme ekonomi yang menutup celah ketidakadilan. Pertama, Islam memerintahkan setiap kepala keluarga untuk bekerja (TQS 62: 10) demi memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Islam telah menjadikan hukum mencari rezeki adalah fardhu (TQS 2: 233).


Kedua, negara wajib menyediakan lapangan pekerjaan kepada rakyatnya, yang terkategori mampu bekerja. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan sebidang tanah pertanian untuk bertani, bagi yang tidak mempunyai tanah. Bisa dengan memberikan modal pertanian, bagi yang mempunyai tanah, tetapi tidak mempunyai modal. Bisa juga memberikan modal usaha, bagi yang mempunyai kemampuan, tetapi tidak mempunyai modal. Bisa juga dengan memberikan pelatihan dan pembinaan, sehingga bisa mengelola harta dengan benar, dan memenuhi kebutuhan dasar dan sekundernya dengan baik. Termasuk pelatihan keterampilan dan skill yang dibutuhkan, baik di dunia industri, bisnis, jasa maupun perdagangan.


Ketiga, negara Khilafah bisa pula menempuh mekanisme non-ekonomi, khususnya bagi anak-anak telantar, orang cacat, orang tua renta dan kaum perempuan yang tidak mempunyai keluarga, dengan mewajibkan ahli waris dan kerabat yang mampu untuk memberi nafkah kepada kalangan yang tidak mampu ini (TQS 2: 233).


Ya, jaminan THR, tunjangan harian rakyat itulah yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hanya sistem Islam yang mewajibkan negara menjamin kebutuhan hidup warganya sepanjang tahun, tidak hanya sekali setahun. Tentunya, dengan pengelolaan kekayaan alam yang berlimpah oleh pemimpin yang amanah, akan sangat cukup untuk menjamin kebutuhan hidup rakyat dengan berkah.[]



*) Penulis dari Komunitas Muslimah Banua Menulis. Berdomisili di Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel.

Kecanduan Gadget Bikin Greget

Kecanduan Gadget Bikin Greget


Oleh : Salman Hanif Syihabuddin (siswa kelas 5 MI Nurul Huda 2 kota Mojokerto)


Hallo teman teman... Apa itu kecanduan gadget? Kecanduan gadget adalah kita memakai gadget terus menerus secara berlebihanhingga lupa waktu.


Haaah? Lupa waktu?... Iya..Lupa sholat, lupa ngaji dan lain lain. Apakah 

itu boleh...? Tentu saja tidak !!!

Dalam islam kita tidak diperboleh menggunakan sesuatu secara berlebihan...


Hai teman teman...  Sifat menggunakan sesuatu secara berlebihan tidak disenangi oleh Allah SWT. Karena hal itu termasuk perbuatan setan..'Tul kan...?


JADI ....... Kita harus menggunakan gadget dengan bijak dan disiplin. Menggunakan gadget dengan bijak dan disiplin. CONTOHNYA................!     Menggunakan gadget dengan batasan waktu..1atau2 jam sehari, tidak lebih.


Jika kita melakukan itu kita sudah melakukan langkah langkah agar tidak kecanduan gadget.

Terus.. Aoa dampak kecanduan gadget?

Dampaknya kalo kita kecanduan gadget menggangu saraf otak dan mata.


Bahkan, ada berita yaitu orang yang meninggal karena bermain gadget. Dia bermain gadget bah kan  sampai 8 jam sehari. 


Jadi, teman teman kita tidak boleh berlebihan bermain gadget agar saraf otak dan mata tidak rusak ....


Bahkan ada tulisan menarik yang pernah aku baca.. Tulisannya seperti ini" Ada orang tua yang marah karena anaknya merusak hpnya, tapi tidak ada orang tua yang marah, karena HP telah merusak anaknya".

Benarkah Melemahnya Rupiah Bukan Masalah Besar?

Benarkah Melemahnya Rupiah Bukan Masalah Besar?


 Oleh : Ummu Rahman


Semakin melemahnya rupiah pasca pilkada serentak hingga menyentuh angka Rp.14.404/USD pada (29/6/2018). Menurut Menko bidang kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bukan sebuah masalah besar, karena melemahnya rupiah disebabkan faktor global. Dan jika kita lihat depresiasi rupiah masih lebih baik dibandingkan mata uang negara lain.


Mengapa rupiah melemah?


Ekonom Indef Bima Yudhistira menyebutkan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kejatuhan rupiah. Diantaranya karena tekanan global yang diakibatkan perang dagang AS dan China berlanjut. Kenaikan harga minyak karena Trump menyerukan boikot import minyak dari Iran mengakibatkan Indeks dolar loncat ke 95 yang artinya dollar AS menguat terhadap mata uang dominan lainnya. 

Selain itu, melemahnya rupiah juga bisa disebabkan prinsip permintaan dan penawaran. Semakin banyak permintaan terhadap rupiah, maka nilai tukar akan menguat. Sebaliknya, jika semakin banyak permintaan terhadap dollar AS, maka nilai tukar rupiah semakin melemah.

Pemicu dari permintaan dan penawaran ini beragam, mulai dari kebutuhan membayar deviden dan bunga hutang luar negeri yang jatuh tempo pada Juli mendatang, jumlah import Indonesia yang jauh lebih besar dari nilai eksport, kebijakan suku bunga Indonesia dan AS hingga jumlah investor asing yang masuk ke Indonesia yang sangat dipengaruhi kayakinan terhadap kondisi perpolitikan di Indonesia ( misal Isu pilkada dan pemilu di tahun 2019 sedikit banyak berpengaruh terhadap jumlah investor asing yang masuk ke Indonesia)


Betulkan melemahnya rupiah tidak berpengaruh besar terhadap ekonomi Indonesia?


Melemahnya nilai tukar rupiah sedikit banyak akan berpengaruh pada pelaku industri di tanah air, daya saing produk Indonesia domestik maupun eksport menjadi melemah, karena beberapa sektor industri masih bergantung bahan baku dan modal import. Jika dollarnya mahal, maka biaya produksi akan naik dan harga barang menjadi mahal, dan berpengaruh pada konsumsi masyarakat serta profit pengusaha juga semakin rendah.

Masalah yang lain adalah beban pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri  pemerintah maupun swasta akan makin besar. Indonesia sebagai negara importir minyak mentah sangat sensitif terhadap pergerakan dollar, jika dollar naik harga BBM subsidi dan non subsidi diprediksi akan ikut menyesuaikan.

Dampak yang paling besar pelemahan nilai rupiah adalah memicu terjadinya inflasi. Harga barang di dalam negeri akan meningkat, terutama untuk barang atau produk yang diolah dari bahan baku import.


Akar Masalahnya


Melemahnya nilai tukar rupiah sebagaimana halnya mata uang lain, telah menjadi pemandangan biasa dalam sistem keuangan saat ini, yakni sistem ekonomi kapitalis yang menjadikan riba sebagai tumpuan perekonomian negara dan digunakannya sistem uang kertas ( Fiat money) yang tidak di jamin oleh emas dan perak.


Solusinya: Kembali kepada Islam


Satu-satunya solusi agar Indonesia terbebas dari krisis moneter tahunan adalah menanggalkan sistem ekonomi kapitalisme yang terbukti hanya membawa kerugian dan kesengsaraan bagi masyarakat dan beralih pada sistem Islam dibawah naungan negara Khilafah melalui penerapan Sistem ekonomi Islam yang jelas-jelas mengharamkan riba ( QS. Al Al Baqarah : 278 yang artinya : " Hai orang yang beriman, bertakwalah kalian dan tinggalkan sisa riba, jika kalian orang- orang yang beriman ) dan ditetapkannya emas dan perak sebagai alat tukar. Sebab emas dan perak memiliki banyak keunggulan diantaranya : a. Suatu negara tidak bisa mencetak uang sesukanya lalu diedarkan ke pasar, uang yang beredar hanya akan bisa ditambah ketika negara menerima sejumlah emas baru dari luar dan emas akan berkurang ketika ada orang menukar sebagian uangnya dengan emas. b. Sistem emas dan perak akan mempunyai nilai tukar yang stabil antar negara. Karena mata uang masing-masing negara akan mengambil posisi tertentu terhadap emas dan perak.

c.  Sistem mata uang emas dan perak anti Krisi karena berapapun jumlah uang yang ada, cukup untuk membeli barang dan jasa yang ada di pasar baik jumlah uang itu sedikit atau banyak.


Karena itu kurang bijak jika kita mengatakan bahwa melemahnya nilai rupiah hingga menyentuh angka yang tertinggi sejak 2015 tidak berpengaruh besar terhadap ekonomi masyarakat, karena realita apa yang terjadi tidaklah sederhana dan untuk bisa lepas dari ancaman krisis ekonomi yang jatuh secara berkala, haruslah ada kebesaran hati dari penguasa di negeri ini bahwa saat ini realitanya ekonomi kita terpuruk dan harus segera ada upaya sungguh-sungguh untuk lepas dari semua itu, jika sistem ekonomi kapitalisme terbukti tidak mampu memberi solusi maka sudah sepantasnya kita kembali kepada aturan dari sang pencipta yakni diterapkannya sistem ekonomi Islam melalui tegaknya institusi Khilafah.

Friday, June 29, 2018

Jeritan Emak Sebab Melon Nonsubsidi

Jeritan Emak Sebab Melon Nonsubsidi



Oleh Fajrina Laeli (Mahasiswi Insan Pembangunan)


Lagi-lagi masyarakat dibuat pusing dengan harga BBM yang naik. Sejak Maret 2018, pemerintah telah mengubah skema penyaluran subsidi elpiji 3 kg. Subsidi akan disalurkan langsung kepada masyarakat tidak mampu lewat kartu khusus.


Tahun ini, keluar elpiji 3 kg tidak disubsidi. Masyarakat miskin tak perlu menanggung harga mahal karena bisa membayarnya dengan kartu subsidi untuk membeli melon bersubsidi. Sedangkan masyarakat yang tak memiliki kartu subsidi sebab tergolong mampu mesti gigit jari dan menjerit. Karena terhitung 1 Juli 2018, Pertamina mulai memasarkan elpiji 3 kg non subsidi teruntuk masyarakat golongan menengah ke atas.


Wah, sepertinya emak-emak harus siap berpusing ria mengatur uang belanja ya. Padahal dengan harga elpiji bersubsidi saja masih sulit untuk mengatur berbagai macam kebutuhan. Loh ini kok subsidinya harus dicabut segala?


Jadi, menurut Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang,  pemerintah memberikan subsidi terhadap Elpiji 3 kg dinilai tidak tepat sasaran dan rentan penyelewengan.


"Sekarang kita bicara keadilan. Seharusnya yang pakai elpiji 3 kg itu yang miskin, makanya kita harus mulai pembatasan," kata Bambang dalam Forum LPG Indonesia di Hotel Shangri La, Jakarta (wajibbaca.com, 08/01/2018).


Hm.. jadi gitu. Elpiji 3 kg hanya untuk orang miskin. Padahal kalau kita kaji ulang, bukankah negara seharusnya mensejahterakan rakyatnya? Ini kok rakyatnya malah dipaksa punya mental miskin ya temen-temen. Seolah-olah rakyat itu mengemis bantuan ke negara. Padahal seharusnya negaralah yang wajib memenuhi kebutuhan rakyat.


Secara dari elpiji nonsubsidi ini, pemerintah akan menghemat anggaran belanjanya. Kira-kira dari penghematan ini, apa saja yang akan dihasilkan untuk mayarakat?


Faktanya kebijakan meniadakan subsidi untuk elpiji ini bukan kebijakan yang efektif. Karena bagaimana membuka kemungkinan ada rakyat kurang mampu yang tidak mendapat kartu subsidi tersebut. Belum lagi timbulnya konflik di tengah masyarakat akibat dipicu kecemburuan sosial. Ditambah munculnya kecurangan oleh oknum-oknum nakal.


Sebab sebaik apa pun kebijakan buatan manusia pasti ada celah untuk manusia lain dalam berbuat kecurangan. Sebab dalam sistem kapitalisme, di mana semua orang hanya mementingkan keuntungan pribadi. Rentan terjadi kecurangan dan keculasan.


Maka tidak heran kalau kebijakan sebagus apapun akan tetap ada kecurangan. Sepertinya tagar #2019GantiPresiden harus diganti dengan tagar #2019GantiSistem nih temen-temen. Soalnya dari jaman ke jaman presiden kita terus-menerus berganti, tapi emak-emak masih aja pusing mikirin uang belanja dan uang sekolah.

Medsos dan Perubahan Peradaban

Medsos dan Perubahan Peradaban


Oleh: Sunarti


Perjalanan kemajuan teknologi layaknya air hujan yang sudah jatuh dan tidak bisa dibendung lagi. Salah satunya adalah telepon genggam, atau yang dikenal dengan _handphone_(HP). Pesona benda imut ini sudah merambah ranah generasi tua hingga anak-anak. Merayap dari kota hingga pelosok desa. Hampir setiap orang memiliki HP. Dan satu orang bisa saja memiliki beberapa HP.


Dengan banyaknya aplikasi HP,  semua bisa berinteraksi dari jarak jauh. Memang interaksi manusia atau hubungan sosial tidak berlangsung hanya di dunia nyata. Dengan bertatap muka di depan layar HP seseorang atau lebih, bisa saling berhubungan. Namun sayang, karena rasa enggan, sibuk atau berbagai alasan lain menbuat interaksi secara langsung menjadi pilihan terakhir. Yang dekat jadi tampak jauh dan yang jauh jadi tampak dekat.


Bagi sebagian orang dan sebagian yang lain akan berbeda cara pandang terhadap pemanfaatan HP. Ada yang memanfaatkan untuk komunikasi dengan keluarga, saudara dan teman. Ada yang memanfaatkannya untuk bisnis. Semua memandang punya kepentingan masing-masing dalam penggunaan HP. Inilah fenomena yang sudah lazim di tengah-tengah masyarakat. Kemajuan teknologi yang membawa sisi negatif dan positif.


Namun, tak jarang fasilitas HP justru digunakan untuk hal yang negatif. Misalkan bisnis pornografi, narkoba hingga prostitusi. Fenomena lain yang juga menyedihkan adalah, tidak sedikit kasus perselingkuhan, perceraian yang bermula dari HP. Ada juga perubahan tingkah laku sehari-hari yang berubah drastis. Akibat interaksi lebih banyak dengan HP dibanding dengan lingkungan sekitar. Pergaulan menjadi lebih dekat dengan HP dibanding  dengan orang-orang dan tetangga sekitar rumah. Hal ini perlahan namun pasti, akan mengalir pada muara pergaulan yang melulu di dunia maya. Tak ayal lagi apabila perhatian akan lebih terfokus pada teman di HP.


Era digital, begitu kata beken yang pantas disematkan. Menembus hingga individu yang tersembunyi sekalipun. Mengajaknya keluar pada kancah pergaulan luas di dunia maya. Merambah pada keinginan bertatap muka secara langsung. Keinginan yang secara naluri sebenarnya bisa dikendalikan. Namun kuatnya rayuan kalimat dalam layar HP lebih dominan. Maka muncullah budaya kumpul-kumpul dengan teman lama. Alhasil keperluan ini dianggap kegentingan yang harus dipenunuhi. Jadilah teman lebih dominan dibanding dengan keluarga (ayah, bunda anak, adik, kakak dll), bahkan tetangga. Miris.


Nampak sekali mudharat lebih sering ditemui. Meskipun tidak bisa dipungkiri yang bisa mengambil manfaat keberadaan HP juga tidak sedikit. Namun sangat disayangkan, jika peradaban pergaulan secara _face to face_ tergeser dengan percakapan dalam layar HP. Sikap acuh tak acuh dengan orang-orang di lingkungan sekitar akan muncul. Bercanda lebih asyik di HP. Berkunjung ke sanak saudara akan lebih menyenangkan berkunjung pada teman lama. Bercengkerama dengan keluarga akan tersa hambar dibanding dengan bercanda bersama mantan di HP. Bahkan bertakziyah lebih mudah lewat pesan dibanding dengan melangkah ke rumah. Ucapan selamat pada saudara lebih berat daripada ucapan selamat pada kawan. Bersilaturahim dengan orang tua terasa enggan dibanding dengan teman-teman di dunia maya. Bangga berselfi ria dengan teman dibanding sungkem dengan ibu bapak dan sanak saudara. Nyaman memajang foto makanan di sosmed, daripada dengan tetangga. Ini potret buram efek kemajuan digital.


Tetaplah bijak menghadapi kecanggihan teknologi! Ambil sisi positif dalam pemakaian HP. Berdagang barang halal, berdakwah dan menjalin ukuwah. Hindari hubungan yang mengarah pada kemaksiatan. Adab dengan orang tua, adab dengan tetangga dan pergaulan dengan teman, tetaplah sesuai norma agama. Tetap  fokus pada aktifitas kita yang juga melibatkan aktifitas orang lain di sekitar. Utamakan menyelesaikan kewajiban di dunia nyata baik urusan pribadi maupun jamaah. Dengan berinteraksi secara langsung di dunia nyata. Saling membantu secara langsung, tenaga pikiran dan materi. Untuk bisa meringankan beban saudara, tetangga dan teman. Bolehlah, lewat dunia maya, itu kalau memang kondisi terpaksa. Apabila berkesempatan bertemu secara langsung, mbantu secara langsung dan menjalin persaudaraan secara langsung ada baiknya gunakan kesempatan ini.

Agar Reunian Berbuah Keberkahan

Agar Reunian Berbuah Keberkahan


Oleh: Hany Handayani Primantara SP (Alumni SMA 1 Kramatwatu)


Reuni adalah sebuah aktivitas temu kangen yang biasa dilakukan oleh para alumnus sebuah institusi. Baik itu sekolah, perguruan tinggi, atau sebuah perkumpulan di tempat kerja maupun di lingkungan sekitar. Adanya kenangan di masa tertentu akhirnya membuat sebagian dari para alumnus ini untuk mengadakan sebuah pertemuan khusus guna mengenang masa-masa dulu yang pernah dilewati bersama.

.

Tak ayal bagi sebagian orang memandang  momen reuni adalah momen spesial. Banyak hal yang bisa didapat dari sebuah pertemuan reuni selain melepas rasa kangen tentunya. Bisa bersilahturahmi kembali adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Dengan bersilahturahmi akan menguatkan persaudaraan serta membuka pintu rezeki. Begitulah yang pernah disampaikan oleh junjungan nabi Muhammad sebagai panutan seluruh umat.

.

Namun dibalik manfaat dari sebuah reuni juga ada hal yang patut kita cermati. Tak jarang momen reuni malah jadi ajang pamer diri lantaran kini sudah sukses dari sisi materi. Ada yang sukses jadi dokter, sarjana, guru, bidan, dosen, direktur, dan segudang profesi lainnya yang mentereng. Buat para alumnus unjuk gigi dengan keberhasilan yang didapat saat ini adalah sebuah kepuasan pribadi. 

.

Boleh berbangga diri, dengan cara menunjukan rasa terima kasih terhadap para guru terutama. Sebab andil merekalah maka para alumnus ini bisa sukses raih cita-citanya seperti sekarang ini. Melalui kerja keras mereka dalam mendidik, membuahkan kesuksesan bagi para alumnus adalah kebanggaan dari luapan kebahagiaan. Kebahagiaan yang akan terobati hanya dengan ucapan terima kasih.

.

Selain itu, kumpul-kumpul saat reuni juga tak pelak mengharuskan kita untuk bercampur baur dengan lawan jenis. Campur baur antar lawan jenis ini bernama ikhtilat dalam istilah islam. Ikhtilat (campur baur pria wanita) adalah adanya pertemuan (ijtima’) dan interaksi (ittishal) antara pria dan wanita di satu tempat. (Sa’id Al Qahthani, Al Ikhtilath Baina Ar Rijal wa An Nisaa`, hlm. 7).

.

Ikhtilat hukumnya haram, kecuali ada dalil syariah yang membolehkan ikhtilat dalam aktivitas tertentu. Dalil-dalil yang menunjukkan haramnya ikhtilat terdiri dari sejumlah dalil syar’i, yang dipahami secara dalalatul iltizam, yaitu dalil-dalil itu masing-masing mengharamkan satu hal, namun pada saat yang sama mengharamkan hal lain sebagai konsekuensi logisnya, yaitu ikhtilat antara pria dan wanita. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 2/290-291)

.

Salah satu dalil keharamannya karena Islam telah menjadikan shaf wanita di masjid berada di belakang dan terpisah dengan shaf pria. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :

.

”Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan seburuk-buruknya adalah yang paling belakang. Sebaik-baik shaf untuk wanita adalah yang paling belakang, dan seburuk-buruknya adalah yang paling depan.” (HR Muslim, no 440).

.

Dalil syar’i di atas menunjukkan bahwa secara umum ikhtilat antara pria dan wanita hukumnya adalah haram. Dengan kata lain, pria dan wanita hukum asalnya adalah wajib terpisah (infishal), tidak boleh bercampur baur. 

.

Namun keharaman ikhtilat tersebut dikecualikan dengan 2 (dua) kriteria sbb: Pertama,  jika ada dalil syariah tertentu yang membolehkan adanya interaksi pria dan wanita, misalnya berjual-beli. Kedua, jika interaksi tersebut memang mengharuskan pertemuan (ijtima’).

.

Jika dua kriteria ini terpenuhi maka ikhtilat pria dan wanita diperbolehkan. Misalnya bertemunya pria dan wanita di toko untuk melakukan jual-beli, bertemunya pria dan wanita di masjid untuk menuntut ilmu, bertemuanya pria dan wanita untuk melakukan thawaf di sekitar Ka’bah, bertemuanya pria dan wanita di rumah sakit untuk melakukan pengobatan, bertemunya pria dan wanita di rumah untuk bersilaturahim (dengan kerabat/dzawil arham) dan sebagainya.

.

Bagi kita yang muslim tentu ikhtilat ini harus dihindari. Sebab dalam Islam hukum asal wanita dan pria adalah terpisah, maka wajib bagi kita senantiasa menaati hukum syara yang merupakan bagian dari kehidupan kita. Jangan sampai kita ingin meraih sesuatu yang mubah malah menabrak yang haram. 

.

Saat reuni pun tak jarang justru buat peluang maksiat berkelanjutan. Peluang selingkuh bagi yang sudah berpasangan juga tak boleh diremehkan. Sudah berapa banyak korban reuni adalah hancurnya rumah tangga sendiri. Naudzubillah... Semoga kita dan keluaega senantiasa terhindar dari fitnah ini.

.

Lain lagi bagi yang belum berpasangan, jangan sampai reuni yang dilaksanakan juga justru jadi peluang pacaran. Dengan dalih hanya sekedar bertukar kontak no pribadi, jadi sering wa dan chat yang menjurus pada aktivitas perzinahan. Bukan berkah yang didapat melainkan dosa tak berkesudahan.

.

Jadi suatu hal yang wajib bagi penyelenggara reuni, untuk senantiasa mengkoordinir suasana agar tak jadi celah bagi pelanggaran hukum syara. Mulai dari tata letak para peserta reuni yang perempuan maupun laki-laki terpisah, namun tak mengurangi esensi reuni itu sendiri. 

.

Hingga berbagai kegiatan yang dilakukan, jangan sampai mengandung hal tak berguna serta melalaikan. Supaya makna reuni tak hilang dan keberkahan reuni pun didapat, sebab aktivitasnya  tak langgar apa yang dilarang oleh syariat. 

.

Begitu pula bagi peserta reuni, harus perhatikan rambu-rambu syar'i yakni hukum pergaulan antara perempuan dan laki-laki. Mulai dari menutup aurat secara syar'i, menjaga pandangan dari hal yang diharamkan, serta lakukan aktivitas yang dapat menambah erat tali silaturahmi.

.

Nampak ribet jika baru tau dasar hukumnya, namun jika sudah paham bukan lagi keribetan yang terbayang melainkan dosa yang akan menghadang. Maka, rajin-rajin mengkaji Islam agar jadi serba tahu segala hukum dan aturan, termasuk aturan interaksi yang dilakukan baik laki-laki maupun perempuan.

.

Jika reuni berjalan sesuai syariat maka insyaallah keberkahan yang didapat. Entah itu tali silaturahmi yang semakin kuat, rezeki berlimpah yang berlipat-lipat, hingga jodoh yang tak diduga tanpa aktivitas pacaran tentunya.

.

Ayo kawan galakkan reuni syar'i. Yakni reuni yang sesuaikan dengan aturan ilahi, tak bercampur baur antara perempuan dan laki-laki. Agar reuni berbuah keberkahan bukan reuni yang melahirkan kemaksiatan. Reuni yang hanya berisi aktivitas tak berfaedah serta melalaikan dari perintah Allah yang Maha Penyayang. Selamat reuni kawan. Wallahu a’lam

Negeri Ku Malang, Negeri Ku Salah Kelola

Negeri Ku Malang, Negeri Ku Salah Kelola


Oleh : Siti Ruaida, S. Pd


Indonesia adalah negeri dengan sejuta kekayaan alam. Baik dipermukaan bumi maupun kekayaan yang ada dalam perut bumi

Di permukaan bumi Indonesia kita punya beragam tanaman dan buah- buahan dan sayuran seperti anggur, apel, mangga,  belimbing wuluh, cermai, duku, enau, flamboyan, gandaria, honje, kecapi, labu, mangga, nanas, okra, pisang, quince, rambai, sirsak, terong ungu, vanilla, wuni, pepaya, pala, alpukat, jambu, jeruk, bangkuang, semangka, nangka, duren,rambutan,Kesemek,klengkeng , markisa dan ribuan buah lainnya. Dan ribuan jenis sayuran seperti kangkung, bayam, seledri,sawi, kol, buncis ,kacang panjang, pare, wortel, daun bawang bahkan bawangnya sendiri, semua tersedia di Indonesia. Allah sediakan cukup untuk rakyàt Indonesia.

Disamping tumbuhan dan buah-buahan kita punya jutaan spesis hewan baik didarat, udara màupun dilaut. Sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan hewani

Didalam bumi kita punya emas, batubara, timah, nikel, tembaga, alumunium, besi, perak, intan  gas dan minyai negeri ini. Anehnya ada orang kena busung lapar padahal dia tidur diatas bumi yang dibawahnya emas berton-ton setiap yang harinya di eksplorasi. Ada lagi yang tidak bisa membeli beras padahal sawah menghampar luas. Ada lagi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan  padahal tanah luas, lautan luas semua tinggal dimanfaatkan ternyata banyak kekayaan  disekitar kita bukan berarti itu milik kita. Ternyata sudah berpindah tangan menjadi milik para kapital asing maupun lokal yang berebut untuk memuaskan nafsu keserakahan tidak mau berbagi untuk kesejahteraan bersama rakyat seperti amanah undang-undang yang dibuat oleh para pendiri bangsa. Bahwa Sumber dàya alam dan kekayaan yang terkandung didalamnya  dikelola oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Kesalahan apa yang sudah kita lakukan sehingga kita bernasib seperti ini, dahulu kita dijajah Belanda  berabad- abad, mengeruk kekayaan alam kita,sekarang penjajah Belanda telah kita usir pergi dan kita sudah merdeka, tentu dengan perjuangan yang mengorbankan harta dan ribuan nyawa melayang. tapi kita tetap tidak bisa menikmati arti kemerdekaan untuk mensejahterakan rakyat.

 Penjajahan dahulu sangat nyata dan dapat dirasakan oleh pendahulu kita, sehingga mereka sepakat untuk anti penjajah dan ingin segera mengusir penjajah. 

Namun ternyata nasib kita tidak berubah menjadi sejahtera dengan sumber daya alam yang berlimpah yang kita miliki. Bahkan semuanya bukan milik kita lagi.  Ratusan bendera asing berkibàr dinegeri ini tertancap kokoh diperusahan-perusahan besar seperti freeport, newmont, Chevron,dan ratusan perusahaan asing lainnya. Mengeruk emas bertonton, mengambilb tàmbang panas bumi atau geothermal yang dijadikan sebagai sumber energi listrik dalam jumlah yang sangat besar. Tapi bukan untuk dinikmati murah apalagi gratis oleh rakyat, listrik barang mahal dinegeri ini bàhkan ada yang tidak bisa merasakan terangnya listrik dinegeri ini.

Mengapa kondisi ini bisa terjadi, mengapa kekayaan alam tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat. Hal ini karena penjajahan model baru yang tertancap kokoh.Penjajahan itu bernama Kapitalisme, mereka adàlah para pemilik modal

 yang serakah. Merongrong negeri ini berkolaborasi dengan para pemegang  kekuasaan. Merampok kekayaan negeri untuk ambisi pribadi tanpa batas. Yang tersisa adalah penderitaan dan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi alam tanpa  kendali, semua demi uang dan  uang.

Dan Indonesia menjadi negeri yang tepuruk dari semua bidang baik ekonomi pendidikan , sosial budaya, politik menjadi negara yang lemah tak berdaya dibawah hegemoni kapiitalis yang merongrong negeri. Sampai kapan kita seperti ini ada didalam cengkraman penjajah kapitalis. 

Perlu ada kesadaran untuk bangkit dari keterpurukan melepaskan cengkraman para kapital. Campakan kapitalisme kembalilah kepada aturan Allah dalam mengurus negeri ini. Allah SWT berfirman:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” [TMQ al-Maaidah (5): 50]

Dalam hal ini Islam memiliki aturan yang jelas tentang pengelolaan sumber daya alam yaitu untuk Umat bukan untuk swasta atau para kapital. Syariah Islam mengatur bahwa hutan, air dan segala energi  (SDA) yang berlimpah itu wajib dikelola negara.SDA untuk Umat

Rasûlullâh r bersabda :“Kaum muslim bersekutu dalam tiga hal; air, padang dan api” (H.R. Ahmad).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah r bersabda:

« النَّاسُ شُرَكَاءُ فِي الْمَاءِ وَالْكَلَأِ وَالنَّارِ » (رواه أبو عبيد)[14]

Rasûlullâh r bersabda: “Orang-orang (Masyarakat) bersekutu dalam hal; air, padang gembalaan dan api” (H.R. Abû ‘Ubaid).

Pengertiannya pengelolaannya tidak boleh diserahkan kepada swasta (corporate based management) tapi harus dikelola sepenuhnya oleh negara (state based management) dan hasilnya harus digunakan sebesar-besarnya untuk  kepentingan rakyat dan kesejahteraan rakyat bukan untuk segelintir orang atau swasta. Dalam hai ini Islam  mengatur sumber daya alam termasuk  terkategori sebagai kepemilikan umum sehingga harus di kuasai oleh negara  karena menguasai hajat hidup orang banyak. Seperti tambang batubara, Migas, dan sebagainya. Juga merupakan pemberian Allah SWT kepada hamba-Nya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan umat agar bisa hidup sejahtera, makmur jauh dari kemiskinan apalagi kelaparan dan busung lapar .Allah  SWT berfirman:

] هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا … (٢٩) [

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu …”. (Q.S. Al-Baqarah [2]:29)

Dengan demikian, kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dinegeri ini adalah sarana untuk memenuhi kebutuhan rakyat untuk kesejahteraan mereka dalam menopang kehidupan bahkan untuk diwariskan kepada generasi yang akan datang sehingga harus dikelola  dengan amanah oleh negara. Hingga mendatangkan keberkahan bagi mereka sebagai kabaikan, rahmat dan bermanfaat untuk manusia dalam ketaatan karena ketundukan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Maka jika ingin keluar dari cengkraman kapitalis,  tidak ada jalan lain kecuali harus  menyudahi penerapan sistem kufur dan hukum jahiliyah,   ganti dengan penerapan sistem dan syariah Islam secara totalitas  dalam sistem Khilafah Islamiyah.

Penulis adalah pengajar di MT.s. Pangeran Antasari.Martapura

Member AMK KALSEL


Membaca Arah Koalisi Keumatan

Membaca Arah Koalisi Keumatan


Oleh: Arin RM, S.Si*

Pembina Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Rizieq Shihab, mengamanahkan untuk terus mendorong terealisasinya deklarasi terbuka koalisi keumatan (republika.co.id, 03/06/2018). Amanah tersebut disampaikan pasca Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PA 212 di Cibubur, Jakarta. Di kesempatan lain,  sejumlah pihak pun menilai peluang terbentuknya koalisi keumatan dinilai terbuka lebar (nasional.sindonews.com, 04/06/2018).

Koalisi keumatan menjadi ide yang menarik, mengingat belakangan ini suara umat kian diperhitungkan. Umat Islam Indonesia bisa satu suara untuk kepentingan agamanya. Rangkaian Aksi Bela Islam I, II dan III, dalam menuntut kasus penistaan agama beberapa tahun lalu, adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa daya tawar politik umat Islam memang semakin kuat. Ia adalah capaian luar biasa di tengah derasnya pelemahan terhadap umat Islam oleh musuh-musuhnya. Kekuatan posisi politis ini memang seyogyanya diarahkan agar umat benar-benar sampai satu suara dalam urusan penerapan syariat.

Kekuatan umat dalam mengawal syariat adalah sangat penting. Sebab tanpa menjalankan syariat, umat terbukti disekap oleh Barat. Tidak memiliki kedaulatan mutlak, termasuk dalam mempertahankan setiap harta dan aqidahnya. Dan sejatinya segala problematika yang dihadapi oleh umat Islam saat ini adalah akibat jauhnya umat dari syariat. Semakin jauh, semakin tak mengenal bagaimana pengaturan syariat menyelasaikan urusan kehidupan yang beraneka ragam. Semakin dalam pula umat akan masuk pada aturan buatan manusia, yang mayoritas berasal dari Barat tadi. Bahkan hingga kini, aturan poros Barat ini eksis menancapkan hegemoninya dalam segala bidang. Sukses menyuguhkan berbagai turunan kehidupan sempit nan menyesakkan bagi kalangan bawah.

Alasan di atas mendasari perlunya kekuatan umat untuk terus dikawal. Perlu dipastikan agar umatlah yang mendesak untuk diakhirinya pengaruh Barat. Perlu diarahkan agar umatlah yang merindu untuk diatur dengan syariat dalam semua aspek kehidupan. Jangan sampai ketika mereka disatukan (dengan sebutan koalisi sekalipun) justru masuk dalam jebakan pragmatisme yang puas dengan pergantian penguasa semata. Sebab, ibarat mobil yang rusak, diganti oleh sopir sehebat apapun, laju dan kenyamanan dalam mobil tetaplah tak berubah. 

Demikian halnya dalam urusan kenegaraan, tanpa pembenahan sistem yang lepas dari pengaruh kapitalisme tentu akan sama saja rasanya. Hanya beda rupa dan warna, hakikatnya sama saja. Sama-sama bukan aturan main yang berasal dari sang Pencipta. Padahal sang Pencipta telah mengingatkan dengan firmanNya: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah kepada kalian dari Tuhan kalian dan janganlah kalian mengikuti Wali (Pemimpin/sahabat/sekutu) lainnya.” ( TQS Al-A’raf: 3).

Sehingga, sungguh sangat disayangkan apabila takaran kesuksesan kekuatan umat hanya dinilai dari dipimpinnya umat oleh penguasa yang tampak islami dan pro rakyat. Sebab, sejarah Indonesia beberapa tahun lalu pun telah mengajari kita. Bahwasannya kemenangan penguasa muslim yang tidak disertai oleh kemenangan aturan Islam sebagai satu-satunya acuan dalam kehidupan bernegara, belum tuntas menjadikan umat Islam berdaulat dan bermartabat. Umat masih sama dalam cengkeraman kapitalis. Kesejahteraan masih sebatas impian, sebab sumber kekayaan alam masih terus dijarah asing atas kongkalingkong sekelompok elit. Permainan politik masih diwarnai simbiosis kepentingan. Dan faktanya kemaksiyatan masih sulit dihentikan. 

Tentunya keadaan seperti itulah yang perlu dirubah. Kesatuan kekuatan umatlah yang memainkan peran pentingnya. Sehingga, sekali lagi koalisi keumatan sangat perlu untuk diarahkan pada pencapaian kesuksesan hakiki. Menjadikan Islam dan segenap aturannya sebagai aturan tertinggi untuk mengurusi negeri ini. [Arin RM]


*freelance author, member of TSC


Yuk Cintai Al-Qur'an

Yuk Cintai Al-Qur'an


Oleh: Fatimah N Jannah

(Siswi kelas 6 MI Nurul Huda 2 Mojokerto)


Hallo teman-teman semuanya.... gimana nich kabarnya... setelah 1 bulan Ramadhan kemarin berpuasa? gimana baca Al Quran dan tadarusnya? Semoga  tetap berlanjut meski sudah tidak lagi bulan ramadhan.


Teman-teman tau tidak apa itu Al Qur'an...?


Al Qur'an adalah kitab ummat Islam, kitab yang Agung di turunkan kepada manusia Istimewa yakni Baginda kita Nabi Muhammad solallahu alaihi wassalam... 


Kenapa sih kita harus mencintai Al Qur'an...?


Karena Al Qur'an adalah pedoman hidup bagi kita manusia semuanya...


Tanpa Al Qur'an kita tidak tahu mana yang baik/Haq dan mana yang buruk/batil...


Tanpa Al Qur'an juga kita tidak tahu mana yang halal dan mana yang haram...

Serta tanpa Al Qur'an juga kita tidak tahu apa kewajiban kita sebagai seorang muslim dan muslimah....


Oh ya mencintai al Qur'an itu tidak sekedar membaca dan menghafalkannya, tetapi kita juga harus mengamalkan kandungan di dalamNya


Caranya kita melakukan apa yang di perintahkan Al Qur'an dan menjauhi dan meninggalkan apa-apa yang di larangnya..


Contoh nya niih jika

Diperintahkan bagi kaum wanita untuk memakai khimar/ kerudung dan jilbab/jubah untuk menutupi bagian tubuh seorang wanita muslimah ketika hendak keluar rumah nya supaya aurotnya tidak terlihat....maka sebagai seorang muslimah kita wajib mentaati dan tidak boleh melanggar nya . Dan jika melanggarnya kita akan berdosa... contoh lainnya

Kita di larang untuk makan makanan yang haram dan harus makan makanan yang halal dan Thoyib...


Maka dari itu teman-teman mari kita cintai Al Qur'an dengan cara membacanya, menghafalkannya, mempelajari dan mengamalkannya.

Belajar Politik? Harus!

Belajar Politik? Harus!


Oleh : Ratna ( Member Writing Class With Has)


Hijrah adalah proses Istiqomah dalam kebaikan. Tidak hanya cara berpakaian yang berubah, namun diiringi perubahan pola pikir.


Proses menuju perubahan pola pikir memang sangatlah panjang. Salah satunya yaitu dengan mengubah apa yang menjadi tontonan, bacaan dan pendengaran. Jika sebelumnya lebih suka menonton sinetron, drama korea, mendengarkan lagu, membaca novel dan hal-hal yang bersifat hiburan lainnya. Namun kini harus beralih menonton berita dan tontonan yang bermanfaat, membaca buku sejarah islam, fiqih, tsaqofah, biografi Rasulullah dari sisi politik dan masih banyak lagi.


Semuanya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses yang tidak sebentar, usaha yang maksimal dan doa yang terus menerus. Karena hijrah bukanlah sebuah titik, melainkan perjalanan yang berkelanjutan.


Setelah berusaha mengubah kebiasaan, apakah semuanya selesai? Tidak!

Selagi mengubah kebiasaan, kita juga perlu belajar menelaah fakta (menonton berita) dan mengaitkannya dengan politik Islam. 


Tentu tidak asing di pendengaran kita bahwa politik itu kotor, penuh dengan tipu daya dan muslihat. Membuat sebagian muslim bersikap antipati dan acuh terhadap politik. Fenomena ini membuat jurang pemisah antara politik dengan agama. Banyak orang menganggap bahwa agama tidak boleh dicampur adukkan dengan politik. Agama hanya diterapkan dalam ranah ibadah mahdlah, sedangkan politik diatur dengan sistem demokrasi. Hal ini membuat agama dan politik berjalan sendiri-sendiri.


Dalam islam sendiri politik menurut bahasa adalah siyasah, yaitu pemeliharaan atau pengurusan . Menurut istilah politik atau siyasah adalah ri’ayah asy-syu’un al-ummah dakhiliyyan wa kharijiyan yaitu mengatur atau memelihara urusan umat baik urusan dalam negeri atau luar negeri. (Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustur).


Mengatur atau memelihara urusan umat ini berkaitan dengan urusan di bidang ekonomi misalnya harga cabai, harga beras, tersedianya lapangan pekerjaan dan masalah lain di bidang ekonomi. Bagaimana pergaulan dalam masyarakat dan hukum yang berlaku. Hubungan luar negeri. Urusan akses pendidikan, tekhnologi, bahkan bagaimana akidah umat terjaga.


Ketika pengurusan atau pemeliharaan umat dijalankan dengan baik dan sesuai Islam tentu kesejahteraan masyarakat terjamin. Kesehatan terjangkau semua kalangan, pendidikan dapat diakses siapa saja tanpa dipusingkan dengan mahalnya biaya. Pergaulan terjaga. Keamanan terjamin karena sanksi bagi mereka yang melanggar memberikan efek jera. 


Bagai dua sisi mata uang, politik dengan agama Islam tidaklah dapat dipisahkan. Meraka saling berkaitan satu sama lain. Sebagai umat islam, kita tidak boleh acuh terhadap politik ataupun alergi berbicara politik. Karena jika buta terhadap politik, maka kita tidak dapat mengetahui apakah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sudah sesuai syariat Islam atau belum. Hanya dengan mempelajari politik Islam lah semuanya menjadi jelas mana yang haq dan mana yang bathil.


Jika kita belum dapat memuhasabahi pemerintah. Maka belajar politik itu harus, meskipun merasa susah. Karena politik bagian dari Islam.

Waallahu a'lam bisshawab

Bowo oh.. Bowo..(Fenomena Generasi Bebek) 

Bowo oh.. Bowo..(Fenomena Generasi Bebek) 


Oleh: Siti Mariyam, S.Pd

(Pendidik dan Pemerhati Remaja)


Dunia remaja memang menyimpan pesona yang luar biasa. Ada-ada saja hal-hal baru yang muncul, yang kemudian jadi trend (kalo bahasa sekarang jadi viral namanya). Nggak peduli yang lagi viral atau trend itu baik atau buruk, benar atau salah, bermanfaat atau justru membahayakan. Yang penting lagi ngetrend, lagi viral, ayuk ikut ajah...

Salah satu fenomena yang lagi ngetrend dikalangan muda hari ini dan lagi di gandrungi banyak orang adalah aplikasi Tik Tok. Aplikasi ini saat ini semakin diminati dan digandrungi, terutama dikalangan anak-anak. Bahkan aplikasi ini yang membuat banyak anak dibawah umur akhirnya kecanduan bermain gadget.

Nah, salah satu yang lagi viral dari aplikasi Tik Tok saat ini adalah munculnya seorang anak laki-laki yang bernama Prabowo atau yang lebih dikenal dengan Bowo. Sosok Bowo inilah yang telah membius gadis2 remaja tanah air, menjadikannya sebagai idola baru mereka. Bahkan saking ngefansnya dengan Kak Bowo ini (pinjam panggilan para fans nya), mereka mau melakukan apapun untuk idolanya ini. Bisa dilihat dari banyaknya komentar di postingan-postingan yang ada, yang bikin kita geleng-geleng kepala atau ngelus dada sambil beristighfar. 

Seperti yang diposting oleh akun facebook Widdya Widdyol,  yang memposting gambar hasil screenshoot dari beberapa postingan para fans fanatik Bowo ini. Beberapa kalimatnya seperti ini:

"Buat agama yuk, kak bowo jadi tuhannya, aku jadi nabinya, kalian jadi umatnya"

"Tiada Tuhan selain kak Bowo Que"

Dan masih banyak postingan2 fans fanatik Bowo lainnya yang sungguh membikin kepala ini jadi pening sambil mulut ini beristighfar berkali-kali...

Apa yang dipikirkan oleh gadis2 remaja ini sampai rela melakukan hal aneh seperti itu? Hingga ada rela menggadaikan agamanya, ada yang rela menggadaikan kegadisannya untuk seorang Bowo yang entah idolanya ini kenal dia atau nggak. Naudzubillah...

Padahal, seharusnya masa muda itu adalah masa yang sangat berharga bukan? Karena masa muda adalah masa-masa emas, masa-masa produktif, yang harusnya diisi dengan hal-hal yang positif, yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang banyak. 

Lihatlah generasi-generasi muda Islam zaman dahulu, yang tumbuh di era kejayaan Islam saat Khilafah masih tegak berdiri. Ada Ibnu Sina yang menguasai ilmu kedokteran, ada Al Khawarizmi yang menguasai matematika, ada Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstantinopel dan masih banyak lagi. Mereka adalah pemuda-pemuda muslim yang luar biasa. Yang melakukan hal yang bermanfaat bagi orang banyak bahkan manfaat itu bisa kita rasakan sampai sekarang. 

Lalu, bagaimana dengan generasi muda Islam sekarang? Tengoklah fenomena Bowo Tik Tok tadi. Sungguh sangat disayangkan. Apa sih yang bisa diambil manfaatnya dari Bowo Tik Tok ini hingga para gadis menggandrunginya? Karena kegantengannya atau karena viralnya? Nggak ada manfaatnya bukan? Mengapa generasi muda Islam sekarang ini mudah sekali mengikuti trend tanpa menyaring terlebih dahulu? Tidak peduli benar atau tidak.

Semua itu tidak lain karena saat ini kita dikepung oleh pemikiran sekuler-liberal yang mengusung ide memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga jadilah Islam itu hanya jadi agama yang mengurusi ibadah ritual saja, seperti sholat, puasa, zakat atau haji. Diluar itu, Islam ditinggalkan sehingga hidup menjadi bebas semaunya.

 Akibat dari pemikiran sekuler-liberal inilah, generasi muda Islam saat ini diserang dan dikepung dengan contoh-contoh figur yang jauh dari Islam, tontonan-tontonan yang tidak bermanfaat, yang justru menjauhkan mereka dari identitas mereka sebagai muslim. Dan akibatnya, mereka menjadi sangat mudah mengekor, membebek apa-apa yang mereka lihat hanya karena kesenangan saja. Inilah akibat pengaruh ide sekuler-liberal yang sudah tersistem merusak generasi muda Islam saat ini. 

Padahal sebagai pemuda Islam, harusnya menjadikan Islam sebagai pandangan hidupnya, sebagai tolok ukur dalam melakukan perbuatan. Bukan mengikuti trend atau yang lagi viral. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isro' ayat 36 yang artinya:

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. (QS. Al Isro': 36)

Begitu pula Rasulullah bersabda yang artinya:

" Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk golongan kaum tersebut. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Abi Syaibah)

Oleh karena itu, sebagai generasi muda Islam, maka seharusnya kita tidak ikut arus tanpa tahu ilmunya. Jangan mudah menjadi generasi pembebek. Tapi jadilah generasi muda Islam yang tangguh dan cerdas, yang selalu menjadikan Islam sebagai tolok ukur dalam kehidupannya. Sehingga akan terwujud generasi-generasi muda Islam yang cemerlang dan mulia seperti yang diinginkan oleh Islam.

Wallaahu a'lam....


Bunda, Biarkan Anakmu Memilih

Bunda, Biarkan Anakmu Memilih


Oleh : Lilik Yani – Praktisi Pendidikan


Setiap anak memiliki keunikan. Walau dengan saudara kembarnya sekalipun, masih ada perbedaan masalah kesenangan( hobby ) maupun pemilihan profesi. Selama masih berada di area yang bebas menentukan pilihan, dan tidak menyimpang dari jalur yang ditetapkan Allah, kenapa tidak ? Biarkan anak untuk memilih. 


Evaluasi setiap akhir semester dari nilai akhir yang diraih anak-anak didik, terkadang membuat terperanjat. Setelah melalui proses panjang di kelas, dari kuliah, praktikum, pre test post test, tugas, presentasi, diskusi, hingga beberapa babak ujian yang harus dilewati. 


Dalam setiap tahapnya, saat anak-anak ada yang nilai kurang, dosen akan memanggil untuk ditanya apa ada masalah dalam belajarnya, atau mungkin ada masalah-masalah pribadi yang mengganggu belajarnya. 


Kemudian anak diberi pengarahan, solusi yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi masalahnya. Ada anak yang menurut, sehingga bisa berubah menjadi baik akhlak dan ibadahnya, sehingga prestasi juga ikut membaik seiring dengan semakin mendekatnya hubungan dengan Tuhannya. 


Tetapi masih ada juga anak-anak yang belum berubah, yang menjadikan bahan pemikiran selanjutnya. Kami terus melakukan pendekatan kepada anak-anak tersebut. Karena terkadang anak sulit mengungkapkan masalahnya. Maka kami sodorkan kertas dan pena, kami beri kesempatan anak-anak untuk menuliskan kegundahannya. 


Hasilnya, beberapa anak mengungkapkan, mereka dipaksa orang tuanya untuk masuk Fakultas Kedokteran ini. Orang tua menginginkan anaknya menjadi dokter. Sebuah kebanggaan bagi kebanyakan orang, jika memiliki anak dokter. Sehingga mereka tidak sadar membebani anak-anaknya dengan mempelajari ilmu yang berat dan tidak sesuai nalurinya. 


Bunda, biarkan anakmu memilih. Walau kedua gen orang tuanya dokter, tapi anak tidak selalu menginginkan menjadi dokter. Bisa saja mereka ingin menjadi insinyur yang mungkin terinspirasi dari bapak Habibie ingin memajukan negeri ini dari sisi IPTEK. 


Bisa saja anak ingin menjadi pengacara yang berani menyuarakan kebenaran. Jadi hakim yang menegakkan keadilan, agar mendapat naungan di syurga nanti. 


Bunda, biarkan anak memilih pendidikan dan profesi yang akan dijalani nanti sesuai minat dan keahliannya. Karena anak-anak tidak akan merasa nyaman jika menjalankan sesuatu itu karena ada unsur paksaan. 


Apalagi untuk menjadi dokter, yang akan menangani nyawa orang lain. Terasa amat berat jika tidak ada naluri sebagai dokter. Apalagi proses yang dilalui sangat panjang dan melelahkan. 


Bunda, biarkan anakmu memilih. Untuk masuk syurga tidak ada persyaratan harus menjadi dokter, walau itu prestasi bergengsi. Syurga yang luas itu bisa dimasuki siapa saja tanpa melihat wajah, kekayaan, gelar, pendidikan, maupun profesi. Karena Allah hanya melihat keimanan dan ketaqwaan dari hamba tersebut. Allah hanya melihat amalan-amalan hambaNya. 


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juga kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian (dan amalan-amalan kalian)” (Hadits Riwayat Muslim). 


Bunda, sebagai bentuk cinta kita kepada anak, ijinkan mereka memilih jalur pendidikan atau profesi yang sesuai minatnya. Kecuali, mereka menyerahkan pemilihan kepada orang tuanya, maka bunda bisa mengarahkan membantu memilihkan dengan tetap mendiskusikan pilihannya kepada anak-anak. 


Bunda, tugas kita sebagai orang tua adalah mengarahkan anak-anak ke jalan Allah. Apapun profesinya, selama tidak menyimpang dari aturan Allah, maka kita berikan kepercayaan kepada mereka. Apalagi untuk anak-anak yang sudah baligh, mereka sudah diarahkan untuk terikat dengan hukum syara, sehingga anak akan bertanggung jawab dengan pilihan-pilihannya. 


Bunda, kita pantau anak-anak kita. Kita titipkan penjagaan anak-anak kita kepada Allah, semoga anak-anak selalu berada di jalan yang benar dan setiap aktivitasnya selalu terikat dengan aturan Allah ( syariat Islam ). 


Bunda, mari kita doakan anak-anak kita, dimanapun mereka berada, semoga selalu dalam lindungan Allah, dimudahkan semua urusannya dan menjadi penyejuk hati orang tuanya. In syaa Allah. 


“ Yaa Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang bertaqwa. “ ( TQS Al Furqan : 74 ).