Thursday, May 24, 2018

Ustman bin Affan Pemilik dua Cahaya di bulan Ramadhan


Oleh : Siti Rahmah


Kisah Dzun Nurain (pemilik dua cahaya) Utsman bin Affan yang melewati Ramadhan dengan penuh duka lara namun berujung bahagia. Ramadhan yang mubarok yang disambut dengan kebahagian oleh kaum muslimin berubah menjadi duka bagi Ustman bin Affan. Pasalnya bertepatan dengan bulan suci ramadhan Ustman bin Affan di tinggalkan oleh Istri tercintanya Rukoyyah binti Muhammad saw. Duka mendalam menyelimuti Utsman, hari - hari yang dilewati menjadi menjadi berat tanpa kehadiran istri tercinta.


Kesedihan yang merundung Utsman bin Affan begitu dalam sampai ketikapun sahabat tercintanya hendak menghibur dan mengobati lukanya, Utsman bin Affan tak bergeming dan tak mampu menerimanya. Dikala Utsman masih dalam kondisi duka Umar bin Khattab datang menemuinya untuk menawarkan putri tercintanya Hafshah, yang kala itu sedang menjanda karena ditinggal suami tercintanya yang gugur saat ikut bertempur memerangi kaum kafir Quraisy dalam Perang Badar. Namun Utsman yang masih duka pun tak mampu menerima tawaran sahabatnya.



Secercah Cahaya Kebahagian


Pada saat memasuki bulan suci Ramadhan tahun ke 2 setelah Hijrah, bertepatan dengan terjadinya Perang Badar, Rukoyyah mengalami sakit. Kondisi yang sudah memprihatinkan, membuat Rosululloh tidak mengijinkan Utsman ikut berperang, Utsmanpun terus menjaga Istrinya dan ternyata itu adalah kebersamaan terakhirnya bersama istri tercintanya. Rukoyah wafat bersamaan dengan datangnya kabar gembira dari kaum muslimin berkenaan dengan kemenangannya dalam Perang Badar.


Waktupun terus berlalu namun duka yang menyelimuti Utsman pun tak kunjung pergi, sampai akhirnya Rasululloh mengabarkan bahwa, "Utsman pun akan menikah dengan seseorang yang lebih baik daripada Hafshah.”  


Tentu saja apa yang disampaikan Rasululloh ibarat secercah cahaya dikegelapan malam, menjadi pelipur lara pengobat duka itu ternyata wanita terbaik dari nasab terbaik pula yaitu Ummu Kultsum bintu Muhammad  saw saudara kandung dari Rukoyyah ra. Rukoyyah dan Ummu kultsum tumbuh beriringan bak dua kuntum bunga, berhias keindahan. Lepas dari belenggu ikatan, bertabur kemuliaan. Berlabuh di sisi kekasih nan dermawan, sang pemilik dua cahaya.



Keutamaan Putri Rasul


Utsman akhirnya menikah dengan Ummu Kultsum di bulan Ramadhan (namun sebagian riwayat mengatakan di bulan Rabiul awal), karena itulah Rasululloh menggelarinya dengan Dzun Nurain pemilik dua cahaya yaitu dua putri nabi tercinta. Dua orang putri yang lahir dari rahim ibunda yang utama, Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza radhiallahu ‘anha. Menyandang nama Ruqayyah dan Ummu Kultsum radhiallahu ‘anhuma, di bawah ketenangan naungan seorang ayah yang mulia, Muhammad bin ‘Abdillah bin ‘Abdil Muththalib shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Rukoyah dan Ummu Kultsum adalah saudara seibu sebapak yang usianya tidak terpaut jauh, merekapun memiliki perangai yang sangat cantik dan sangat mirip, seperti saudara kembar. Sejak kecil mereka senantiasa bersama, bermain bersama  dan melakukan segala hal secara bersama. Sampai akhirnyapun mereka menikah, dengan memiliki mertua yang sama yaitu Abu Lahab. Namun pernikahan yang tidak berlangsung lama karena turunnya Surat Al Lahab akhirnya Abu Lahab memerintahkan kedua putranya menceraikan kedua putri Rasululloh sebelum mereka digauli. Tidak lama berselang akhirnya Rasululloh menikahkan Rukoyyah dengan laki - laki yang memiliki keutamaan dalam mata Allah dan RasulNya yaitu Utsman bin Affan sampai akhirnya Rukoyah wafat dan dinikahkan kembali dengan ummu kultsum. 


Di dalam Islam, keluarga Rasulullah ﷺ memiliki kedudukan yang istimewa. Umat ini menyebut keluarga mulia ini dengan ahlul bait. Anak dan istri Rasulullah ﷺ, keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga Abbas, merekalah ahlul bait itu. Beliau ﷺ berpesan, “Dan terhadap ahli baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah tentang ahli baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang ahli baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang ahli baitku.” (HR. Ahmad, No.18464).


Wallahu alam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!