Wednesday, May 30, 2018

Ummu ‘Umarah : Sang Pejuang Yang Berani Berkorban


Oleh : Tri Wahyuningsih


Ummu ‘Umarah seorang sahabat wanita yang agung. Sahabiyah yang berani berkorban dan penyabar, serta terlibar dalam Bai’at Aqabah II. Ialah orang yang bersama putra-putranya, pernah didoakan oleh Rasulullah; “Ya Allah, jadikanlah mereka sebagai teman-temanku di surga.” Nama lengkapnya adalah Ummu ‘Umarah Nasobah binti Ka’b ibn Amr ibn Auf ibn Mabdzul al-Khazrajiyyah an-Najjariyyah al-Anshariyyah al-Maziniyyah al-Madaniyyah. Ia ibu dari para sahabat pejuang yang mulia; Abdullah dan Hubaib ibn Zaid ibn ‘Ashim ibn ‘Umar.


Ummu ‘Umarah adalah salah seorang wanita Madinah yang paling awal memeluk Islam dan membela Rasulullah. Beliau memeluk Islam dan meneladani akhlak kaum Muslimin. Iman telah memenuhi hantinya hingga ia persembahkan segala yang di milikinya untuk Allah, menyebarkan agama Islam dan berjuang di jalan Allah selagi ia dan keluarganya mampu. 


Ummu ‘Umarah, seorang pejuang yang berani berkorban ini, bersama kedua putra serta suaminya, Ghizyah ibn ‘Amr, terlibat dalam perang Uhud. Pada pagi hari, ia pergi dengan membawa kantung air untuk memberi minum para prajurit yang terluka. Ia tidak mampu menahan diri ketika melihat pasukan Muslimin mengalami kekalahan karena tidak mengikuti petunjuk sang penglima, Rasulullah saw. Ummu ‘Umarah turun ke medan perang, menyerang kaum kafir, dan berjuang sekuat-kuatnya hingga mengalami dua belas luka berupa tusukan tombak ataupun sabetan pedang.


Berperang dengan sungguh-sungguh karena didorong oleh Iman dan keyakinan akan kebenaran dalam membela Rasulullah saw. Pada saat itu, ia berperang dengan mengikatkan baju di perutnya hingga mengalami tiga belas luka. Ummu ‘Umarah mengatakan, “Sungguh aku tidak melihat Ibnu Qami’ah” Ibnu Qami’ah adalah orang yang telah menyabet punggungnya. Sungguh ini merupakan pengorbanan terbesar darinya. 


Hari demi hari terus berlalu. Ummu ‘Umarah, sang wanita pejuang yang berani berkorban dan beriman ini selalu mengabdi kepada Islam dan menunaikan kewajiban, baik dalam perang maupun damai, dengan sekuat tenaga. Beliau menjadi teladan sesungguhnya bagi wanita mukminah yang bersungguh-sungguh memperjuangkan dan menghidupkan agama. Wanita yang kuat dan pejuang yang mampu melahirkan anak-anak mukmin yang jujur dan saleh hingga menjadi para pejuang di jalan Allah. Semoga Allah merahmatimu wahai sahabat yang agung, memuliakan kesabaranmu atas berbagai cobaan, perjuanganmu di jalan Allah, dan harapanmu hanya kepada-Nya. 


Ummu ‘Umarah; Teladan Sejati Bagi Muslimah Pejuang

Dari kisah sahabiyah yang mulia ini, terlampau banyak pelajaran yang bisa di ambil dan dijadikan contoh untuk para muslimah. Keteguhannya, kekuatan Imannya, Keberaniannya dan paling utama cinta luar biasa yang dipersembahkannya untuk sang kekasih mulia, Rasulullah saw dan pencipta yang agung, Allah swt. Cintanya kepada Allah dan Rasul mampu mendorongnya pada pengorbanan yang mulia, harta dan jiwa hingga keluarga di ikhlaskannya untuk kemenangan Islam dan untuk membela agama Allah. 

Lalu, sudahkah muslimah zaman now yang telah Allah berikan sejuta kemudahan dalam memeluk agama sempurna ini, kemudahan menuntut ilmu agama agar mampu menjadi muslimah cerdas, memberikan semua yang dimilikinya untuk Allah dan Rasul sebagaimana Ummu ‘Umarah dan Sahabiyyah mulia lainnya. Sudahkah berkorban dan berjuang dengan kesungguhan dan keikhlasan hati untuk membela agama Islam seperti Ummu ‘Umarah yang ikhlas menerima dua belas luka di tubuhnya. Sudahkah ? 

Sebenarnya telah ada dalam diri sahabiyyah yang mulia contoh terbaik bagi muslimah khususnya muslimah pejuang yang telah meneguhkan hati dan langkah kakinya untuk Allah, Rasul dan Islam. Sungguh, tak ada muslimah yang pantas dijadikan contoh atau teladan terbaik selain para sahabiyyah yang telah dijanjikan syurga oleh Allah dan Rasul. Wanita muslimah yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Allah, Rasul dan agama mulia ini. Masya Allah. 

Dan wanita muslimah sekelas Ummu ‘Umarah hanya akan lahir dari sistem yang baik, yang menerapkan hukum Islam secara sempurna lagi menyeluruh. Karena Islam sungguh  sangat menjaga dan memuliakan wanita “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita”(HR. Muslim; 3729). [Wallahu’alam]



 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!