Wednesday, May 30, 2018

THR Yang Dinanti


Oleh : Asma Ridha


Ada yang lagi bahagia THR tahun ini nilainya fantastis banget. Apalagi level penguasa dan pejabat. Siapa yang tidak bahagia dapat THR? Justru dinanti dari jauh-jauh hari. 


Ahh..bagi rakyat kecil, tidak neko-neko harapannya. Pemerintah mencukupi kebutuhan pokok wong cilik, sudah anugerah terindah. Biaya listrik yang terus mencekik, disubsidi oleh pemerintah. Harga melambung tinggi, mampu diatasi.


Siapa yang tidak bahagia, ada pemberian bonus dari negara. Andai itu merata, tambang emas, batu bara, gas dan SDA lainnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Bukan hanya mereka para pegawai negara. Rakyat kecilpun turut menikmatinya. Tapi tentu itu tidak akan pernah terjadi dalam sistem saat ini yang hanya peduli pada kepentingan diri. 


Mari kejar THR dari Allah SWT saja yang Maha kaya. Ketika hamba-Nya menginginkan akhirat. Tentu dunia akan ada dalam genggamannya. Ramadhan akan cepat berlalu. Hari kemenanganpun ada dihadapan mata. Tunjangan Hari Raya dari Allah SWT berupa ampunan adalah bonus terindah yang didapatkan oleh seorang hamba.


Allah SWT berfirman :


إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ


“Sungguh, Allah Mencintai orang yang tobat dan Mencintai orang yang menyucikan diri.” (QS.Al-Baqarah: 222)


Dihari kemenangan mendapat doa dari para malaikat :


الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْماً فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ


رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُم وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ


وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَن تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ


(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhan-nya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata),


“Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu,


1. Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu


2. Dan peliharalah mereka dari azab neraka


3. Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau Janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana,


وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


“Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”(QS.An-Nur:31


Inilah yang harus menjadi fokus seorang hamba kepada Rabb-Nya. Tunjangan Hari Raya dari Allah SWT berupa ampunan dan pahala yang berlipat ganda layaknya seorang pemenang yang akan mendapat piala kehormatan.


Dan ingatlah, para penguasa hari ini. Rakyat menjerit, ketika kau tunjukkan THR yang kau dapatkan, sepatutnya kau iringi dengan kesejahteraan kami rakyat kecil yang untuk makan sehari saja harus banting tulang dengan rasa sakit dan segala kepedihan.


Cukuplah sabda Rasulullah SAW ini bisa menampar kita semua. Bahwa sejahrera sebuah negara, ketika rakyatpun merasakan kesejahteraanya. 


خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِيْنَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَيُحِبُّوْنَكُمْ وَتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِيْنَ تُبْغِضُوْنَهُمْ وَيُبْغِضُوْنَكُمْ وَتَلْعَنُوْنَهُمْ وَيَلْعَنُوْنَكُمْ قَالُوْا قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ عِنْدَ ذَلِكَ قَالَ لاَ مَا أَقَامُوْا فِيْكُمْ الصَّلاَةَ أَلاَ مَنْ وَلِيَ عَلَيْهِ وَالٍ فَرَآهُ يَأْتِي شَيْئًا مِنْ مَعْصِيَةِ اللهِ فَلْيَكْرَهْ مَا يَأْتِي مِنْ مَعْصِيَةِ اللهِ وَلاَ يَنْزِعَنَّ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ»


Sebaik-baik imam (pemimpin) kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian serta yang kalian doakan dan mereka juga mendoakan kalian. Seburuk-buruk imam (pemimpin) kalian adalah yang kalian benci dan mereka membenci kalian serta yang kalian laknat dan mereka juga melaknat kalian. Mereka berkata, “Kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah tidak kita perangi saja mereka pada saat demikian?’ Rasul menjawab, ‘Tidak, selama mereka masih menegakkan shalat di tengah-tengah kalian. Ingatlah, siapa yang diperintah oleh seorang wali, lalu ia melihat wali itu melakukan sesuatu kemaksiatan kepada Allah, maka hendaknya ia membenci kemaksiatan itu dan janganlah ia melepaskan tangan dari ketaatan.” (HR Muslim, Ahmad dan ad-Darimi).


Kesejahteraan hanya  ada dan terbukti ketika khilafah diterapkan dimuka bumi ini.


Wallahu a'lam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!