Wednesday, May 23, 2018

Teror Ceplok


Oleh : Ustadz Pristian Surono Putro


Membuat takut, menancapkan rasa was-was,itulah yang tergambar dalam benak saya ketika mendengar kata teror, sementara  menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Teror artinya usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. 

-

Dalam beberapa kilatan pengamatan beberapa hari ini kata teror sering muncul, kemudian ditambahi isme, sehingga dengan mudah terucap kata Teror ditambah kata Isme. Kata Isme sendiri jika merujuk pada KBBI maknanya adalah sistem kepercayaan berda-sarkan politik, sosial, atau ekonomi.  Jadi secara sederhana, Terorisme merujuk pada penggabungan dua kata teror plus Isme lebih kurang artinya adalah sistem kepercayaan dalam rangka untuk menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman yang dilakukan oleh perseorangan atau golongan. Sesederhankah itu ? 

-

Dalam pengamatan saya, istilah Terorisme menjadi booming pasca peristiwa11 September/ hancurnya menara WTC USA. Dan sejak itu Bush membagi dunia dalam dua kutub “ Anda bersama kami, atau bersama Teroris !” Sejak saat itu munculah slogan yang mengglobal digawangi oleh USA dan negara-negara barat lainnya, yakni WOT , atau perang melawan terorisme global.  

-

Dan istrumen yang dipakai untuk mengglobalkan WOT/ Perang global melawan Teror adalah adalah dengan menggunakan PBB untuk membreakdown ke negara anggota. Di Indonesia, sebagai salah satu bagian perang melawan Terorisme adalah dengan dimunculkan Densus 88, serta BNPT. Untuk gerakan yang sifatnya pukulan keras itu adalah tugas Densus 88, sementara untuk yang sifatnya soft menggunakan instrumen BNPT. Dari sinilah muncul istilah program Deradikalisasi. 

-

Secara politis Perang global melawan Teror di Indonesia dikuatkan dengan diusulkan RUU Anti Terorisme untuk menjadi UU. 

-

Pada dasarnya kita membenci aktivitas teror . Peristiwa Surabaya membuat kita prihatin. 

-

Dalam praktiknya, identifikasi apa yang disebut Ideologi teror menimbulkan teror baru.Masih  Ingat kasus Siyono ? Terpampang secara terbuka “pemberian uang ganti nyawa” kepada istri Siyono atas teror pembunuhan kepada Siyono. Hal ini Sama Kejamnya dengan peristiwa teror Surabaya. Masih ingat kasus beberapa pemuda Mesuji yang disiksa sedemikian rupa mengerikan. Sama kejamnya ketika USA membunuh ribuan penduduk Irak atas tuduhan menyimpan senjata pemusnah masal, yang belakangan tidak terbukti. 

-

Belum lagi teror dalam bentuk lain yang tak kalah kejamnya yang menimpa pada peristiwa Novel.  Dan peristiwa Teror digoreng menjadi Teror Ceplok dengan menggiringnya dengan mengaitkan simbol-simbol ajaran Islam, digoreng menuju kriminalisasi dan dikaitkan dengan ajaran Islam. Menjadi pesakitan untuk pengemban dakwah yang memperjuangkan gagasan penerapan syariah Islam secara kaafah. Peristiwa 212 yang damai, sejuk, yang membawa pesan global Umat Islam Indonesia akan komitmen akan keberislamannya seolah ditelan waktu tak berbekas. 

-

15/05/’18


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!